
"Alasan apa, Pa? Alasan biar aku terlihat seperti orang bodoh yang tidak tau apa-apa" kata Nadira lagi dan langsung berlalu dari sana. Menaiki anak-anak tangga dengan rasa kecewa.
Melihat Nadira seperti itu membuat kedua orang tuanya mengambil nafas dalam. Cristy dan juga Sky saling lirik.
"Bagaimana Nadira bisa tau akan hal ini, Ma?" tanya Sky sambil menatap Cristy.
"Entahlah, Pa. Mama juga tidak tau kenapa Nadira bisa tau akan hal ini" balasnya sambil menoleh pada Nadira yang sudah sampai di lantai atas.
"Apa sebaiknya kita segera saja bawa Pamela ke luar negri, Mama takut hal ini akan mengganggu hubungan Nadira dan juga Devano, Pa. Mama tidak mau jika sampai nanti timbul masalah hanya karna masalalu yang belum usai" imbuh Cristy lagi pada Sky.
Sky menatap istrinya sambil mengangguk paham. "Mungkin apa yang mama katakan ada benarnya, Bukan kah lebih cepat lebih baik, Ma. Papa akan meminta orang suruhan papa untuk menyiapkan semuanya" kata Sky sambil mengambil ponselnya lalu menghubungi salah satu orang kepercayaannya.
📱:Halo, Tuan. Selamat pagi
📱:Pagi, Dito. Saya mau kamu menyiapkan tiket pesawat dengan tujuan paris. Sekalian tempat tinggal untuk di sana.
📱:Baik, Tuan. Mau kapan?
📱:Nanti malam.
📱:Baiklah, Saya akan menyiapkannya segera.
📱: Dua Tiket, Atas mama Pamela Sky dan Keenan Mahardika
Setelah mengatakan hal itu, Sky memutuskan sambungan telponnya. Pria paruh baya itu memutuskan untuk langsung datang ke tempat Keenan dan mengatakan akan hal ini. Namun untuk kali ini bukan hanya Sky yang kesana, Cristy juga ikut datang menemui Pamela.
"Ma, Setelah ini papa mau langsung ke tempat Keenan. Papa mau menyampaikan jika mereka berdua harus segera bersiap dan mengemas semua barang-barangnya" ujar Sky sambil menatap pada Cristy..
"Mama ikut, Pa. Mama juga akan membantu Pamela untuk berkemas. Selain itu, Mama juga sudah sangat merindukannya. Biarpun dia bukan anak kandung mama, Tapi mama sudah menganggap Mela sebagai anak sendiri" balas Cristy pada Sky
"Ya sudah, Kalau begitu mama segera bersiap. Untuk sementara kita biarkan dulu Nadira menenangkan diri. Papa tau dia pasti cukup kecewa saat mengetahui hal ini" balas Sky lagi.
Cristy mengangguk cepat. Apa yang dikatakan oleh suaminya memang ada benarnya, Lebih baik untuk saat ini biarkan Nadira menenangkan hatinya.
__ADS_1
Kedua paruh baya itu masuk ke dalam kamarnya dan bersiap. Setelah selesai mengganti pakaian, Sky dan juga Cristy langsung keluar dari dalam kamarnya. Berjalan beriringan keluar dari mansion itu.
Saat sudah sampai di dalam mobilnya, Mereka berdua menggunakan safety belt. Saat ini Sky mengemudikan mobilnya sendiri Tanpa meminta supir untuk mengantar mereka berdua.
"Pa, Semoga saja ini adalah jalan yang terbaik ya" gumam Cristy sambil melirik pada Sky.
"Iya, Ma. Semoga saja ini adalah jalan keluar yang terbaik, Walaupun papa tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya. Setidaknya untuk saat ini Pamela tidak boleh merusak semuanya. Karna untuk papa, Kebahagiaan Nadira tentu lebih utama." balas Sky sambil terus melajukan mobilnya.
Mobil itu terus melaju, Membelah jalan pagi yang sudah pasti macet seperti biasanya. Hal itu membuat Sky dan juga Cristy membutuhkan waktu lebih lama agar bisa sampai di tempat Keenan.
"Astaga, Kenapa macet sekali seperti ini. Apa ada hal yang terjadi di depan" Cristy yang sudah mulai capek memutuskan untuk keluar dari dalam mobilnya. Wanita itu mencari informasi kenapa bisa jalanan macet seperti ini, Bahkan tanpa di sadari, Mereka berdua sudah lebih dua jam terjebak macet di tempat itu.
"Mas,,,Mas. Ada apa di depan? Kenapa sejak tadi macet sekali" tanya Cristy pada orang yang sedang berjalan di trotoar.
"Oh itu buk, Di depan ada angkutan umum yang sedang mangkal sembarangan. Katanya dia mau nunggu angkotnya penuh baru mau jalan bu" terangnya pada Cristy.
"Apa!! Astaga orang itu, Di kira ini jalan tempat mangkal apa ya, Ya sudah. Terimakasih, Ya" Cristy yang mendengar apa yang baru saja di katakan oleh orang itu langsung masuk ke dalam mobilnya dengan wajah yang terlihat kesal.
"Bagaimana, Ma? Apa di depan sedang ada kecelakaan?" tanya Sky saat Cristy sudah kembali duduk di sampingnya.
Sky tak menjawab. Pria itu akhirnya memutuskan untuk turun dari dalam mobilnya. Namun belum sempat Sku turun, Mobil di depannya sudah mulai jalan, Itu artinya angkutan umum yang di depan sudah tidak mangkal lagi.
DI DEPAN
Saat melihat ada seorang wanita paruh baya keluar dari dalam mobil, Membuat seseorang mengerutkan kecil keningnya. Pria itu menoleh ke arah depan, Arah di mana sebuah angkutan umum sedang mangkal di tempat yang tidak seharusnya. "Apa-apaan orang itu, Enak sekali mangkal di sana. Apa dia tidak sadar jika karna perbuatannya kendaraan yang lain harus terkena macet seperti itu" gumam Nathan yang terlihat kesal.
Nathan berdiri dari duduknya. Pria itu menghampiri supir angkot yang terlihat tidak memperdulikan pengendara yang lain.
"Mas, Tolong dong kalau mangkal jangan di sini, Itu coba anda lihat bagaimana pengendara lain kena macet karena ulah anda" protes Nathan pada supir taksi itu
Mendengar apa yang Nathan katakan membuatnya keluar dari salam angkotnya"Heh, Suka-suka saya lah. Ini jalanan umum, Tidak usah ikut campur!" balas pria itu yang sama sekali tidak merasa bersalah.
Nathan mengepalkan kedua tangannya"Maka dari itu, Karna ini tempat umum tolong di kondisikan. Jika anda masih tidak mau menyingkir, Jangan salahkan saya jika saya melaporkan kejadian ini pada pihak yang berwajib, Dengan alasan mengganggu kenyamanan orang lain. Atau bahkan kalau perlu saya akan-" perkataannya terpotong saat supir taksi itu mengiyakan apa yang Nathan minta.
__ADS_1
"Baiklah- baiklah. Saya akan pergi sekarang juga"
Supir angkot itu masuk dan langsung melajukan angkotnya dari sana.
"Pa, Itu mereka sudah jalan, Sepertinya angkutan umumnya juga sudah pergi" kata Cristy saat melihat mobil di depannya sudah mulai melaju.
"Ah iya, Ma. Ada-ada saja orang itu" gumam Sky dan ikut melajukan mobilnya.
Kening Sky mengerut kecil saat melihat Nathan yang sedang mengawal di depan"Loh, Itukan Nathan, Ma" kata Sky sambil melirik pada Cristy
"Nathan siapa, Pa. Papa mengenalnya?" tanya Cristy yang memang tidak tau menahu soal Nathan. Karna memang Nadira hanya menceritakan perihal Nathan pada sang papa.
"Dia adalah mantan kekasih Nadira" gumam Sky sambil melirik sekilas pada Cristy.
Sejenak Sky menghentikan mobilnya. Pria paruh baya itu menatap pada Nathan yang sudah menunduk sopan padanya.
"Hai, Om. Bagaimana kabarnya?" ujar Nathan pada Sky
"Kabar om baik, Kamu apa kabar, Nathan?
"Alhamdulillah kabar saya juga baik, Om."Nathan mengangkat kedua sudut bibirnya. "Syukurlah. Lain kali kita mengobrol lagi, Nathan. Om pergi dulu ya, Masih ada urusan penting soalnya" Lanjut Sky lagi
"Iya, Om. Hati-hati di jalan"
Tinn
Sky membunyikan klakson mobilnya dan langsung melajukan mobil itu pergi dari sana.Sedangkan Nathan hanya mengambil nafas dalam sambil menatap kepergian mobil orang tua Nadira.
"Astaga, Kenapa aku hanya berdiam di sini. Bukan kah mama sangat membutuhkan obat ini" ujar Nathan sambil menepuk jidatnya sendiri.
Beberapa saat yang lalu, Dokter Keenan memang meminta Nathan untuk menebus obat di salah satu apotek terlengkap di jakarta, Karna memang kebetulan obat yang di butuhkan oleh sang mama sedang kosong di rumah sakit tempat sang mama di rawat.
Setelah mengingat itu, Nathan memesan ojek online, Karna memang mobilnya sudah dia jual untuk biaya pengobatan mamanya.
__ADS_1
Seperti yang sudah di ketahui, Semua harta yang di miliki oleh Antonio habis total setelah lumpuhnya perusahaan miliknya.
Tak butuh waktu lama, Ojek yang Nathan pesan sudah sampai. Pria itu langsung naik dan meminta tukang ojeknya untuk segera menuju rumah sakit AKR.