Terjerat Cinta Penguntit Cantik

Terjerat Cinta Penguntit Cantik
Harapan Devano


__ADS_3

"Loh, Kenapa Oppa malah menutup laptopnya, Katanya mau mengerjakan pekerjaan Oppa yang masih belum selesai?" tanya Nadira sambil menoleh pada Devano.


"Sudah tidak bisa fokus karna kamu, Sayang. Kamu terlalu berisik memberikan komentar pada novel yang baru saja kamu baca" balas Devano yang cukup terlihat kesal.


Mendengar perkataan Devano membuat Nadira mengangkat kedua sudut bibirnya. Karna memang setiap kali Nadira membaca novel, Sering kali dia suka terbawa suasana. "Ya maaf, Oppa. Habisnya protagonis prianya bikin kesel. Hehe" balas Nadira sambil tersenyum.


"Begini kalau sudah menjadi korban novel. Bisa-bisa nanti sku kalah sama novel yang kamu baca" balas Devano.


Nadira yang melihat raut wajah Devano seperti itu membuatnya terkekeh. Masa iya saat ini suaminya cemburu pada novel online, Astaga, Jika sampai hal itu benar, Ada-ada saja si Devano.


"Wait, Jangan bilang kali ini Oppa cemburu pada Novel online yang baru saja selesai aku baca?" tanya Nadira sambil menatap pada Devano. Namun pria itu hanya diam tak menjawab sepatah katapun. Seakan mengiyakan pertanyaan Nadira tadi.


Raut wajah Devano benar-benar terlihat sangat lucu. Bahkan pria itu sedikit memanyunkan bibirnya sera menekuk wajahnya.


"Astaga Oppa sayang. Ini kan hanya sebuah novel saja. Masa iya oppa beneran cemburu sama novel ini. Sini-sini deketan" Nadira menatap wajah Devano yang sudah menoleh ke lain arah.


"Oppa tenang saja, Biarpun aku masih sangat suka membaca novel online, Tapi percayalah, Rasa cinta dan sayangku hanya untuk oppa seorang. Oppa masih menjadi raja di sana"


Perkataan Nadira langsung berhasil membuat Devano kembali menoleh padanya. Pria itu menatap pada Nadira yang masih terlihat mengulum kan bibirnya"Bener rasa cinta dan sayang kamu hanya untuk aku, Sayang? Kamu tidak sedang berbohong kan?" tanya Devano sambil menatap raut wajah Nadira.

__ADS_1


Nadira mengangkat kedua sudut bibirnya"Ya benar lah, Oppa. Hanya oppa satu-satunya orang yang aku cintai dan aku sayangi setelah mama dan papa. Oppa adalah hal terindah yang aku miliki saat ini, Dan aku sangat bersyukur bisa menjadi bagian dalam hidup oppa" Nadira menatap hangat pada Devano. Membuat pria itu terlihat sangat bahagia.


Bahkan disini bukan hanya Nadira yang merasa sangat bersyukur karna bisa memiliki Devano, Karna Devano juga merasakan hal yang sama bahkan lebih besar dari pada Nadira.


Belum sempat Devano menjawab, Pria itu sudah menemukan Nadira yang terlelap sambil bersandar pada pundaknya. Melihat itu membuat Devano mengulum bibirnya, Merasa cukup terhibur saat melihat Nadira seperti itu. Karna memang begitulah, Nadira, Suka tidur tiba-tiba dimana saja.


Devano menatap raut wajah Nadira yang terlihat sangat damai dan lelap dalam tidurnya. Pria itu mengusap lembut Rambut Nadira dengan penuh sayang. Seakan mengatakan jika Devano begitu mencintainya.


"Terimakasih ya allah, Terimakasih sudah menghadirkan wanita sepertinya dalam hidupku. Dia benar-benar hal terindah yang saat ini aku miliki" kata Devano sambil terus menatap wajah Nadira serta mengusap rambutnya lembut.


"Selamat tidur, Bidadariku. Terimakasih karena sudah membuat hari-hariku lebih baik. Aku sangat bersyukur bisa memiliki wanita sepertimu. Semoga saja kita akan selamanya hingga akhir hayat, Aku berharap Semoga kamu yang selalu ada sampai hembusan nafas terakhirku" Devano masih terus menatap wajah Nadira. Harapannya saat ini hanya satu, Bisa bersama dengan Nadira selamanya tanpa ada gangguan apapun.


Devano mengangkat kedua sudut bibirnya, Masih begitu tidak menyangka jika dirinya dengan Nadira akan sampai di titik ini. Sosok yang dulunya selalu membuatnya emosi, Membuatnya kesal, Saat ini ternyata sudah menjadi orang yang paling Devano cintai. Sosok yang membuat Devano takut akan kata kehilangan.


"Antara Pelangi dan Senja" gumam Devano pelan. Pria itu membaca sinopsisnya yang cukup menarik.


Bagaimana jika kamu di berikan dua pilihan, Antara pelangi dan Senja. Kira-kira siapa yang akan kamu pilih? Seperti sosok Awan, Dia di pertemukan dengan sosok pelangi yang begitu mencintainya, Wanita yang sudah menjadi pilihan kedua orang tuanya.


Namun ternyata Awan sudah memiliki tambatan hati lain, Yaitu Senja. Seorang gadis yang sudah berhasil mengambil hatinya sejak masih jaman kuliah. Mereka di pertemukan kembali setelah sekian tahun berlalu, Akan kah Awan bertahan dengan pelangi? Atau justru Awan akan kembali mengejar cinta senja. Ikuti kisahnya ya!!

__ADS_1


"Bikin penasaran juga. Dari sinopsis ini aku bisa membayangkan bagaimana alurnya. Pantas saja Nadira sampai Nangis seperti itu" kata Devano sambil lanjut membaca chapter satu.


Setelah selesai membaca chapter satu, Devano masih biasa saja, Tidak menampakkan raut sedih ataupun marah. Hingga pria itu terus melanjutkan membaca chapter dua. Semakin kesini akurnya sekali menyesakkan.


"Astaga, Ini kenapa novel bisa mengandung bawang begini. Kasihan juga pelangi"Kata Devano sembari terus membaca.


Di saat Devano masih fokus membaca novel itu, Tiba-tiba saja mobilnya berhenti. Tanpa dia sadari, Ternyata ini sudah masuk jam makan siang. Sudah 3 jam lebih Devano membaca novel itu.


"Kok berhenti?" tanya Devano pada supirnya. "Iya, Tuan muda. Soalnya yang depan berhenti, Jadi saya juga ikut menepi" balas supirnya.


Devano melihat ke arah depan. Arah dimana kedua orang tuanya dan juga kedua orang tua Nadira sudah turun dari mobil. Pria itu langsung membangunkan Nadira saat teringat ini sudah jam makan siang.


"Sayang, Bangun. Ini sudah saatnya makan siang. Ayo bangun dulu, Sayang" ucap Devano yang terdengar sangat lembut. Namun Nadira masih diam tak menjawab. Wanita itu masih begitu lelap dalam tidurnya, Membuat Devano merasa sangat tidak tega.


"Sayang, Bangun dulu yuk. Ini sudah waktunya makan siang" ulang Devano. Namun lagi-lagi Nadira masih lelap dalam tidurnya. Dia sama sekali tidak terganggu dengan apa yang Devano lakukan.


Saat melihat Nadira tidur begitu lelap, Membuat Devano merasa tidak tega. Hingga dia memutuskan untuk makan di dalam mobil sambil menjaga dan menunggu Nadira bangun.


"Pak, Saya makan di sini saja. Tolong pesankan saya makanan dua porsi sekalian minumnya. Sama satu lagi, Pesankan saya Dessert tiramisu" kata Devano pada supirnya.

__ADS_1


"Baiklah, Tuan muda. Kalau begitu saya permisi turun dulu"


Setelah kepergian supir itu, Devano menatap wajah Nadira. "Kenapa kamu bisa secantik itu sih sayang. Bahkan kamu bukan hanya cantik wajah, Melainkan cantik hati. Kamu wanita sempurna yang pernah aku temui, Hatimu yang begitu tulus, Membuatku merasakan cinta setiap hari' kata Devano sambil terus menatap wajah tenang dan damai Nadira.


__ADS_2