Terjerat Cinta Penguntit Cantik

Terjerat Cinta Penguntit Cantik
Kedatangan Pamela


__ADS_3

Mendengar apa yang bru saja Devano karakan, Membuat dada Pamela terasa sangat sakit. "Tolong berikan satu alasan kenapa kamu mengkhianati hubungan kita dengan wanita ini, Dev?" tanya Pamela sambil menatap Devano yang sudah menggandeng tangan Nadira.


Perkataan Pamela membuat Devano seketika langsung menghentikan langkah kakinya. "Karna aku mencintainya. Dan hubungan kita sudah menjadi kenangan masa lalu. Maaf, Karna aku sudah melupakan semuanya" balas Devano tanpa menoleh pada Pamela.


Ingatan Devano kembali pada kejadian malam itu. Kejadian dua tahun yang lalu. Malam dimana Devano dan juga Pamela merayakan Anniversary yang ke 2 tahun.


Flashback 2 tahun yang lalu.


"Aku sangat mencintaimu, Sayang. Apa kamu mau menikah denganku?" tanya Devano pada Pamela saat mereka baru selesai makan malam.


Mendengar apa yang Devano katakan membuat Mela tersenyum."Aku juga mencintaimu, Boo. Tentu aku mau menikah denganmu, Karna itu adalah salah satu harapan terbesar yang pernah aku miliki" balas Mela dengan senyum merekah dari kedua sudut bibirnya.


Ting...


Ada sebuah pesan masuk yang seketika langsung membuat raut wajah Pamela berubah. Wanita itu menarik tangannya serta langsung pamit pada Devano tanpa mengatakan alasan yang jelas.


Pamela keluar dari dalam restoran meninggalkan Devano yang masih terlihat sangat penasaran. Sebenarnya ada apa? Kenapa tiba-tiba saja Pamela pergi tanpa mengatakan apapun terhadapnya.


Hal itu membuat Devano mengikuti langkah Pamela dari jarak yang cukup jauh. Betapa terkejutnya saat tak sengaja melihat Pamela bertemu dengan pria lain. Entah siapa pria itu sebenarnya. Tapi yang pasti, Hal itu sudah membuat Devano salah paham.


Flashback off

__ADS_1


"Jangan pernah datang lagi menemui ku, Karna melupakanmu membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Mulai sekarang anggap saja kita tidak pernah saling mengenal. Kamu hanyalah masa lalu yang memang sudah seharusnya aku lupakan. Dan saat ini ku sudah sangat mencintai istriku, Wanita yang akan menjadi masa depanku. Aku harap kamu mengerti" kata Devano lagi dengan penuh penekanan.


Setelah mengatakan hal itu, Devano masuk ke dalam mansion nya. Tidak lagi menghiraukan keberadaan Pamela di sana. Karna bagi Devano, Pamela sudah tiada sejak 2 tahun yang lalu. Dan dengan sangat susah payah dia belajar melupakan wanita itu hingga satu tahun berlalu. Hingga pertemuannya dengan Ratna.


Sedangkan Nadira, Wanita itu hanya terdiam tidak ikut berkomentar sepatah katapun. Mendengar apa yang baru saja Devano katakan membuat hatinya seketika menjadi lega, Setidaknya Nadira tau jika laki-laki yang saat ini sudah berstatus sebagai suaminya benar-benar mencintainya.


"Oppa, Kenapa sepi sekali. Apa kak Farah tidak ada di rumah?" ujar Nadira sambil menoleh pada Devano.


"Entah, Sayang. Mungkin kak Farah lagi keluar, Sepertinya memang rumah sangat sepi" balas Devano pelan.


Nadira duduk di sofa ruang tengah. Memperhatikan setiap sudut mansion itu, Hingga tanpa sengaja ekor matanya menatap pada sebuah foto yang terpajang di atas televisi. Melihat itu membuat Nadira kembali bangun dari duduknya dan berjalan menuju foto itu.


Kedua sudut bibirnya terangkat saat sudah mengambil foto itu. Ternyata itu adalah foto dirinya bersama dengan Devano saat waktu masih kecil. Sebuah foto yang di ambil di halaman belakang rumah lama Nadira. Gambar itu di ambil saat kedua orang tua Devano pamit pada kedua orang tua Nadira dan pindah ke paris.


"Kenapa kamu liatin foto itu seperti itu, Sayang?" tanya Devano pada Nadira.


Mendengar suara Devano membuat Nadira menoleh ke arahnya, "Tidak Oppa. Hanya saja foto ini mengingatkan ku pada kejadian waktu itu. Gak nyangka jika hari ini kita sudah menjadi suami istri" balas Nadira sambil tersenyum.


DI TEMPAT LAIN


Reza bergegas masuk ke dalam mobilnya, Saat tidak sengaja mendengar beberapa orang yang sedang mengobrol dan membicarakan perihal Risa. Saat mendengar nama Risa di sebut, Membuat Reza langsung berpikir jika kemungkinan besar mereka semua adalah orang-orang suruhan dari Adam.

__ADS_1


Setelah masuk ke dalam mobilnya, Reza langsung melajukan mobil itu keluar dari parkiran restoran. "Mereka semua pasti orang-orang suruhannya om Adam. Tapi Wait, Kenapa tadi mereka bilang jika om Adam sedang ke luar negri karna satu insiden. Memangnya ada apa ya?" gumam Teza sambil terus melajukan mobil itu lebih cepat.


Hingga tak butuh waktu lama, Mobil itu sudah sampai di depan rumah Reza. Salah satu rumah yang memang selama ini sangat jarang di tempati oleh Reza. Risa memang bermalam di sana, Karna malam itu ternyata kunci apartemennya hilang entah kemana. Sehingga mau tidak mau, Risa harus bermalam di tempat Reza.


Reza keluar dari dalam mobilnya. Masuk ke dalam rumahnya dengan langkah yang cukup lebar. Di sana, Reza sudah bisa melihat keberadaan Risa yang sedang bermain ponsel di ruang tengah.


Saat melihat kedatangan Reza, Risa mengalihkan perhatiannya pada Reza. Keningnya sedikit mengerut saat melihat raut wajah Reza yang tak menentu"Ada apa Za? Kenapa raut wajahmu terlihat gelisah begitu?" tanya Risa pada Reza.


Reza menatap wanita itu sambil mengambil nafas dalam. Reza langsung menceritakan apa yang baru saja dia dengar pada Risa.


"Risa, Apa kedua orang tuamu tidak mengabari mu sama sekali? Jawab jujur ya" tanya Reza sambil menatap Risa. Mendapat pertanyaan serta tatapan yang seperti mengintimidasi membuat Risa memicingkan kedua matanya. Ada apa dengan Reza? Pikirnya


"Ada apa denganmu? Kenapa tiba-tiba saja bertanya akan hak itu? Memangnya ada apa?" tanya Risa yang tidak langsung menjawab pertanyaan yang Reza ajukan untuknya.


"Jawab saja, Risa. Aku hanya ingin tau. Mama sama papa kamu ada menghubungimu?" ulang Reza lagi. Risa langsung mengangguk.


"Iya, Dari malam itu mama sama papa memang menelfon, Hanya saja aku yang tidak mau mengangkatnya. Memangnya ada apa? Kenapa tiba-tiba saja kamu menanyakan hal itu?" tanya Risa yang terlihat sangat penasaran.


"Jadi tadi saat sedang di restoran, Aku tidak sengaja mendengar beberapa orang sedang membicarakan kamu. Fayrisa Ricardo. Itu nama panjang mu kan?" tanya Reza lagi pada Risa.


"Benarkah? Iya, Itu memang nama panjangku. Memangnya mereka membicarakan aku bagaimana?"

__ADS_1


"Heem, Sepertinya mereka adalah orang-orang suruhan kedua orang tua kamu. Tadi aku juga dengar jika kedua orang tuamu saat ini sedang otw ke Paris. Karna sebuah insiden yang membuat mereka mendadak terbang ke negri itu" balas Reza lagi.


"Apa! Maksud kamu mama dan juga papa saat ini sedang terbang ke paris?"


__ADS_2