Terjerat Cinta Penguntit Cantik

Terjerat Cinta Penguntit Cantik
Perasaan Keenan


__ADS_3

"Jangan sampai Pamela dan juga Devano kembali bertemu. Mama tidak mau mereka mengingat masa lalu. Mama takut semua itu akan berpengaruh terhadap hubungan Devano dan juga Nadira,Pa" ujar Christy dengan raut wajah yang terlihat khawatir.


Jujur saja, Setelah mendengar semua penurutan dari suaminya. Rsa takut itu tiba-tiba saja terbesit dalam benak Cristy. Wanita paruh baya itu tidak ingin jika Devano teringat akan masa lalu jika sampai bertemu dengan Pamela.


Sejenak Cristy terdiam, Mencoba memikirkan cara lain agar Pamela bisa ingat akan semuanya tanpa bantuan dari Devano. Karna mau bagaimanapun, Untuk saat ini Devano adalah milik Nadira.


"Pa, Bagaimana jika untuk sementara waktu kita bawa Pamela ke luar negeri saja. Siapa tau saja dengan begitu dia bisa mengingat semuanya secara perlahan tanpa bantuan dari Devano" usul Cristy pada Sky.


Sky menoleh pada Cristy. Mungkin apa yang dikatakan oleh istrinya ada benarnya juga. Tapi siapa yang akan menemani Pamela ke luar negri. Karna todak mungkin juga jika dirinya memberikan Pamela pergi tanpa ada yang menemaninya. Sedangkan Sky sendiri tidak bisa menemaninya. Karna acara resepsi pernikahan Nadira sudah 3 hari lagi.


"Apa yang di katakan oleh mama ada benarnya juga. Tapi siapa yang akan menemani Pamela ke sana. Bukan kah keadaan Mela masih cukup mengkhawatirkan. Papa masih takut terjadi sesuatu padanya jika tidak ada satu orangpun yang menemani" balas Sky


"Biarkan saya yang menemaninya" Suara itu membuat kedua paruh baya itu membalikkan tubuhnya. Menoleh ke arah sumber suara.


"Keenan" kata Sky sambil menatap pada Keenan yang masih berdiri di depan pintu utama.


"Assalamualaikum, Om. Maaf jika saya lancang masuk. Tadi saya sudah mengetuk pintu, Tapi tidak ada jawaban. Karna pintunya terbuka, Makanya saya masuk begitu saja. Maaf jika saya terkesan lancang sudah mendengarkan pembicaraan om dn juga tante" kata Keenan sambil menundukkan wajahnya.


"Tidak masalah, Keenan. Masuklah, Dan duduklah" balas Sky sambil tersenyum.


Keenan tak lagi menjawab, Pria yang berprofesi sebagai dokter sekaligus perawat Pamela selama ini hanya melangkah masuk dan duduk di ruang tengah ikut bergabung dengan kedua orang tua Nadira.


Setelah Keenan duduk di sana, Sky menoleh sekilas pada Cristy. Cristy yang langsung mengerti apa maksud Sky mengangguk.


"Apakah kamu serius mau menemani Pamela ke luar negri? Lalu bagaimana dengan pekerjaanmu?" tanya Sky pada Keenan.

__ADS_1


"Iya, Om. Saya serius. Saya sangat serius. Kalau hanya soal pekerjaan, Saya bisa mengambil cuti selama beberapa waktu. Yang penting om mengijinkan saya untuk menemani Mela" balas Keenan pelan


"Kasih saya satu alsan, Kenapa kamu mau menemani Pamela dan meninggalkan kewajibanmu?" tanya Sky yang cukup penasaran.


Keenan tak langsung menjawab, Pria itu masih terdiam untuk beberapa saat, Mengambil nafas dalam sebelum menjawab pertanyaan yang baru saja terlontar dari mulut Sky.


"Karna saya mencintainya, Om. Saya ingin selalu memastikan keadaan Mela baik-baik saja. Oleh karna itu, Saya bersedia menemani Mela kemanapun dia pergi" balas Keenan sambil menoleh pada Sky dan juga Cristy.


Mendengar itu membuat Sky dan juga Cristy tersenyum. Setelah mendengar apa yang Keenan katakan, Setidaknya ada titik terang dari masalah ini.


"Kalau kamu mencintainya, Perjuangkan cintamu, Belajarlah mengambil hati Pamela. Perlahan tapi pasti, Lambat laun, Kamu pasti bisa memilikinya" balas Cristy pada Keenan. Karna saat mendengar cerita dari Sky membuat Cristy paham jika Pamela masih mencintai Devano.


DI TEMPAT LAIN


"Semoga saja Devano masih tinggal di Mansion yang dulu" ucap seorang wanita di dalam mobil.


Ya, Wanita itu adalah Pamela. Beberapa saat yang lalu, Ketika melihat Keenan keluar rumah, Pamela langsung bersiap untuk menemui Devano sore ini. Karna memang sudah sejak kemarin wanita itu mengajak Keenan namun hanya seuntai janji yang Mela dapatkan.


"Maafkan aku, Keenan. Bukannya aku tidak mau menuruti perintahmu sebagai perawatku. Hanya saja aku sudah tidak bisa menunggu waktu lebih lam lagi untuk bertemu dengan Devano. Aku sudah begitu merindukannya,"kata Pamela sambil terus mengangkat kedua sudut bibirnya.


Setelah cukup lama di perjalanan, Akhirnya taksi yang mengantar Mel sudah tiba di depan sebuah mansion mewah. "Tunggu sebentar ya, Pak. Saya tidak lama kok" kata Mela sembari turun dari dalam taksi.


Wanita itu berjalan pelan. Kedua ekor matanya terus memperhatikan mansion yang terlihat sepi. Seperti tidak ada siapapun di sana. Hingga Mela memutuskan untuk bertanya kepada petugas keamanan di sana.


"Permisi, Pak. Apa di dalam ada orang?" tanya Pamela pelan.

__ADS_1


"Maaf, Neng. Sepertinya tidak ada siapapun. Rumah sedang kosong neng. Kalau boleh tau neng ini mau cari siapa?" tanya penjaga itu


"Sa-" Belum sempat Pamela menjawab, Terdengar suara klakson mobil yang baru saja sampai. Mendengar suara klakson membuat penjaga tadi langsung berjalan ke arah gerbang lalu membukanya.


Tin


Tin


Dengan langkah lebar pak Usman membuka pintu pagar. Kedua sudut bibirnya terangkat saat melihat siapa yang datang. "Selamat sore, Den" ucap pak Usman sopan pada Devano.


"Sore, Pak. Terimakasih" balasnya dan terus melajukan mobilnya. Devano belum menyadari keberadaan Pamela di sana.


"Kak Mela, Ngapain dia di sini?" ucap Nadira pelan sambil menoleh pada Mela


Devano yang mendengar perkataan Nadira samar-samar membuat pria itu menoleh ke kaca spion"Kenapa, Sayang? Siapa yang kau lihat?" tanya Devano sambil ikut melihat Pamela dari kaca spion mobilnya.


"Wanita itu, Kenapa sangat mirip dengan seseorang. Tapi siapa ya?" batin Devano sambil terus memperhatikan Pamela yang sedang berjalan ke arahnya mobil mereka yang sudah terparkir sempurna di depan mansion Wardana.


Saat melihat keberadaan sang kakak di sana, Membuat Nadira keluar cepat dari dalam mobil itu. Berjalan dengan langkah lebarnya lalu langsung memeluk tubuh Pamela sangat erat.


"Kakak, Aku sangat merindukanmu" ujar Nadira sambil memeluk Pamela sangat erat. Karna memang Nadira sudah sangat merindukan sosok yang saat ini ada di hadapannya.


Namun Pamela hanya dian tak bergeming, Apalagi membalas pelukan Nadira. Tatapannya masih terus fokus pada mobil Devano yang tak jauh dari posisinya saat ini.


"Lepaskan! Siapa kau? Aku tidak mengenalmu, Jadi jangan sok akrab apalagi memelukku seperti ini, Rasanya sangat risih di peluk oleh orang asing" kata Pamela pada Nadira.

__ADS_1


Mendengar itu membuat Nadira melepaskan pelukannya, Wanita itu menatap Pamela dengan tak percaya. Karna awalnya dia sempat berpikir jika Pamela datang ke tempat ini karna merindukannya, Namun ternyata dugaan Nadira salah, Karna kakaknya sama sekali tidak mengenalnya. Lalu untuk apa Pamela datang ke tempat ini jika bukan karenanya.


__ADS_2