Terjerat Cinta Penguntit Cantik

Terjerat Cinta Penguntit Cantik
Rencana Wardana & Sky


__ADS_3

"It's true, Oppa. Karna pada dasarnya wanita selalu ingin menang. Sudahlah, lebih baik sekarang kita berangkat, Oppa. Karna aku sudah siap" balas Nadira sambil mengangkat kedua sudut bibirnya.


"Egois!" kata Devano yang menampakkan raut wajah kesalnya.


"Bukan egois, Oppa. Tapi Itu yang dinamakan memuliakan wanita." kata Nadira sambil terkekeh. Wanita itu memperhatikan raut wajah Devano yang terlihat sangat lucu.


"Tidak perlu menertawakan suami. Nanti kualat baru tau rasa" Devano menarik koper miliknya sambil melangkah keluar dari dalam kamarnya.


Nadira tak menjawab, Wanita itu hanya mengulum bibirnya sambil mengekor di belakang Devano. Ingin rasanya tertawa keras saat melihat raut wajah dari Devano.


Mereka berdua keluar dari apartemen, Tanpa mereka sadari, Ternyata ada seseorang yang mengintai di sana. Orang itu langsung pergi setelah melihat Nadira dan juga Devano sudah keluar dari dalam apartemennya.


"Oh iya, Oppa. Apa Dion sama Bella akan berangkat bersama dengan kita?" tanya Nadira di sela langkah mereka. Karna memang kemarin Bella sempat mengatakan jika hari ini mau berangkat bersama dengan Devano dan juga Nadira.


"Sepertinya tidak, Sayang. Soalnya tadi Dion sempat mengabari ku jika siang ini dia masih ada beberapa meeting yang harus Dion lakukan sebelum berangkat ke jogja" balas Devano sambil menekan tombol Lift.


Pagi tadi, Saat Devano baru saja membeli sarapan di bawah, Tiba-tiba saja ada sebuah pesan masuk yang ternyata dari Dion. Di sana Dion mengabarkan jika Devano dan Nadira berangkat lebih dulu, Bella dan Dion akan menyusul nanti sore setelah urusan mereka di jakarta selesai.


"Begitu ya, Oppa. Lalu mommy sama Daddy menunggu kita dimana?" tanya Nadira lagi"Di SPBU, Sayang. Di sana juga ada mama dan papa yang menunggu kita"


Tin


Suara Lift terbuka membuat mereka berdua langsung keluar dari sana. Devano dan juga Nadira berjalan secara beriringan keluar dari lobi Apartemen. Betapa terkejutnya mereka saat melihat beberapa orang berpakaian serba hitam sudah menunggu kedatangan mereka berdua.

__ADS_1


"Silahkan masuk, Nona dan Tuan muda" ujar salah satu dari mereka sambil membuka pintu mobil yang sudah di siapkan oleh Sky.


Devano yang masih tidak mengerti mengerutkan keningnya, Pria itu menoleh pada Nadira yang seakan bertanya siapa mereka. Pasalnya Devano sama sekali tidak mengenal mereka.


Pria yang tadi membuka pintu untuk Nadira dan juga Devano tentu langsung paham dengan tatapan Devano terhadap Nadira. Pria itu langsung mengatakan jika mereka semua adalah orang-orang suruhan dari Sky.


"Tenang saja, Tuan. Kami adalah orang-orang yang di utus oleh tuan Sky untuk memastikan keselamatan kalian berdua" terang pria itu.


"Astaga papa. Jika seperti ini aku malah merasa seperti tahanan yang harus selalu di pantau" kata Nadira sambil menepuk jidatnya.


Devano menepuk pundak Nadira pelan"Sudahlah, Sayang. Aku paham kenapa papa melakukan semua ini. Itu sudah pasti karna papa tidak mau hal yang kemarin terulang kembali. Makanya papa memperketat penjagaan terhadap kamu' balas Devano pada Nadira.


"Iya aku tau, Oppa. Tapi tidak harus seperti ini juga. Bukan kah ini terlihat seperti berlebihan ya" Nadira masuk ke dalam mobil itu dengan raut wajah yang terlihat sedikit tidak bersahabat.


Devano yang memahami raut wajah Nadira langsung menggenggam tangannya, "Aku tau kamu pasti merasa tidak nyaman, Sayang. Tapi tidak ada yang berlebihan. Menurut aku hal ini wajar saja, Karna papa terlalu mencintai kamu, Papa tidak mau hal buruk terjadi padamu, Sayang. Sudahlah" kata Devano yang terdengar sangat lembut menerpa indra pendengarannya.


Setelah memastikan Nadira dan juga Devano menggunakan safety belt, Pria yang tadi sudah melajukan mobilnya pergi dari halaman apartemen.


"Sudah dong sayang jangan cemberut seperti ini. Percayalah, Pasti ada alasan yang kuat kenapa papa melakukan penjagaan terhadap kita seperti ini" kata Devano sambil membawa kepala Nadira pada dekapannya.


Setelah itu Nadira mengangguk dan mencoba mengerti. Mungkin saja apa yang di katakan oleh Devano ada benarnya, Sky melakukan semua ini karna dia terlalu menyayangi Nadira.


*

__ADS_1


*


*


"Daddy, Apa Daddy memiliki rencana untuk memberikan pelajaran terhadap mas Adam. Sepertinya untuk kali ini dia sudah benar-benar keterlaluan" kata Lina sambil menoleh pada Wardana yang sedang sibuk mengemudi. Mendengar perkataan Lina, Wardana memelankan laju mobilnya.


"Mommy tenang saja. Biar masalah itu menjadi urusan Daddy dan juga Sky. Kami berdua sudah meminta beberapa orang untuk mencari keberadaan Adam di paris. Dia akan menerima konsekuensi atas apa yang sudah di lakukan oleh nya sudah hampir membuat Nadira di lecehkan" balas Wardana


Lina semakin merasa penasaran saat mendengar jika Wardana dan juga Sky sudah meminta beberapa orang mencari keberadaan Adam.


"Jadi Daddy sama Sky sudah menyuruh seseorang untuk mencari keberadaan mas Adam?" tanya Lina lagi.


"Iya, Mom. Tapi ini lebih tepatnya adalah rencana Sky. Sudah seperti yang mommy tau kan, Bagaimana Sky. Dis tidak akan tinggal diam di saat siapapun ada yang berani mengusik hidupnya. Terlebih lagi kali ini yang menjadi incaran mas Adam adalah Nadira, Putri kesayangan Sky" balas Wardana pelan.


"Lalu kalau misalnya nanti mas Adam sudah bisa di temukan. Apa yang akan kalian lakukan padanya?" tanya Lina lagi.


Wardana tak langsung menjawab. Pria itu masih fokus dengan mengemudikan mobilnya"Daddy, Kenapa daddy diam saja?" ucap Lina lagi saat Wardana masih diam tak menjawab.


"Kalau soal itu Daddy tidak bisa mengatakannya pada Mommy. Hanya daddy dan Sky yang tau apa yang akan kita lakukan pada mas Adam"


Lina mengangguk paham, Wanita paruh baya itu tak lagi banyak bertanya. Hingga tak berselang lama, Mereka sudah sampai di spbu tempat janjian mereka bersama dengan Sky dan juga yang lain.


Saat melihat mobil Sky di sana. Wardana ikut menepikan mobilnya dan langsung memarkirkan mobil itu. Mereka berdua langsung turun dari sana serta langsung menghampiri Sky dan juga Cristy.

__ADS_1


Di saat yang bersamaan, Terlihat mobil yang di minta Sky untuk menjemput Nadira juga sudah sampai di sana. Wardana menghampiri Sky yang terlihat sedikit fokus dengan ponselnya. "Bagaimana, Apa sudah ada kabar mengenai pencarian mas Adam?" tanya Wardana setelah sampai di dekat Sky.


"Belum. Saat ini mereka sedang berpencar untuk mencari keberadaan Adam yang cukup sulit untuk di jangkau. Orang itu cukup licik" balas Sky sambil menoleh pada Wardana


__ADS_2