
"Dasar suami mesum" kata Nadira setelah mendengar apa yang baru saja Devano katakan padanya. Devano tak menjawab perkataan Nadira, Pria itu hanya mengangkat kedua sudut bibirnya.
1 Jam berlalu. Setelah sampai di basement Apartemen, Devano dan juga Nadira langsung turun dari dalam mobil mereka. Kemudian melangkah menyusuri beberapa koridor untuk naik lift. Namun langkah mereka terhenti sar Devano mendengar suara yang tidak asing memanggil nama Devano.
"Devano" Suara itu membuat langkah Devano terhenti. Devano yang penasaran langsung membalikkan tubuhnya, Menoleh ke arah sumber suara yang ternyata adalah Alex. Suami dari kakaknya, Farah.
"Untuk apa pria ini datang kesini" kata Devano sambil menoleh pada Nadira.
"Entah, Mungkin ada hubungannya dengan kak Farah" balas Nadira pelan.
Dan benar saja, Saat Alex sudah tiba di sana, Pris itu langsung membahas perihal Farah. Alex meminta agar Devano mau mengizinkan Farah untuk kembali lagi bersamanya. Namun bukan Devano namanya jika dengan mudah akan menuruti permintaan Alex. Terlebih setelah ala yang sudah Devano ketahui. Perihal Alex yang selama ini selalu menyia-nyiakan Farah.
"Hmmm, Ada apa?" tanya Devano yang sengaja memasang wajah datar tanpa menunjukkan ekspresi apapun pada Alex. Pria itu tak langsung menjawab, Masih mengambil nafas dalam sebelum mengatakan apa tujuannya datang ke tempat ini.
"Cepat katakan! Saya tidak memiliki banyak waktu" kata Devano lagi.
"Devano, Saya mohon. Tolong ijinkan saya untuk bersama dengan Farah lagi, Saya sadar, Ternyata saya sangat mencintainya" kata Alex yang terdengar sangat lirih.
Mendengar itu membuat Devano menatap Alex"Ckkk!! Cinta? Jangan pernah berkata cinta jika anda tidak bisa menghargai bagaimana perasaan seorang wanita. Karna pada dasarnya, Sosok suami yang mencintainya seharusnya mengayomi, Bukan mendzolimi. Ingat baik-baik. Sampai kapanpun, Saya tidak akan pernah membiarkan kak Farah jatuh ke tangan orang yang salah seperti anda lagi!" kata Devano dengan penuh penekanan.
Setelah mengatakan hal itu, Devano memutuskan untuk kembali melanjutkan langkahnya. Namun langkah itu kembali terhenti saat suara Alex kembali mengganggu pendengarannya.
"Saya mohon. Berikan saya satu kali kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Saya menyesal sudah menyia-nyiakan wanita seperti Farah" kata Alex lagi
"Sayangnya penyesalan anda datang di saat yang sudah tak seharunya. Bukan kah kaca yang sudah retak akan sangat sulit untuk di perbaiki? Jadi, Lebih baik anda lupakan kakak saya. Karna kesempatan kedua hanya akan membuang-buang waktu"
__ADS_1
Mendengar itu membuat Alex mengambil nafas panjang. Pria itu menatap punggung Devano yang sudah berlalu dari hadapannya.
"Mau sampai kapan pun, Saya akan berusaha untuk bisa mendapatkan Farah lagi. Bagaimanapun caranya, Dan bagaimana pun resikonya. Akan saya hadapi seperti semestinya. Memang, kaca yang retak akan sangat sulit untuk di perbaiki. Tapi bukankah sebuah bunga layu akan kembali mekar jika selalu di siram. saya akan berusaha untuk memperbaiki semuanya, Farah. Mungkin penyesalanku datang terlambat, Tapi bukan kah lebih baik seperti itu dari pada saya tidak merasakannya sama sekali" kata Alex
"Mungkin memang ini saatnya saya memperjuangkan kamu, Wanita yang sejak dulu saya sia-siakan. Allah itu adil, Beliau menginginkan saya merasakan hal yang sama. Berjuang di saat hatimu tak lagi untuk saya. Menyadari hal yang sudah menjadi sebuah masa lalu. Tapi kamu, Akan saya jadikan sebagai masa depan saya kembali. Masa depan yang akan menemani saya hingga hembusan nafas terakhir" kata Alex dan masuk ke dalam mobilnya.
Alex melajukan mobilnya keluar dari basement itu. Tujuannya saat ini adalah Mansion wardana.
Sudah seperti biasa, Alex akan bermalam di dalam mobilnya di samping pagar mansion itu. Tak akan pernah menyerah untuk berjuang mendapatkan Farah kembali.
Tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul 20:00. Farah keluar dari dalam kamarnya. Wanita itu berjalan ke arah kulkas karna tiba-tiba saja menginginkan rujak dari mangga muda. Namun saat tiba di sana, Ternyata stok buah mangga muda yang Farah beli hari itu sudah habis.
"Ya habis. Kenapa aku bisa lupa membelinya lagi" ujar Farah sambil mengusap perutnya yang masih datar.
"Bagaimana ya, Kenapa rasanya aku begitu menginginkan rujak mangga muda" kata Farah lagi.
Dengan wajah yang sedikit murung, Farah mengambil satu buah apel lalu membawanya ke ruang tengah. Memakan buah apel itu sambil menonton siaran televisi. Kedua mata Farah terbelalak saat melihat apa yang saat ini sedang tayang di layar tv nya.
"Ini kan Devano. Ada apa sebenarnya. Kenapa mereka sampai masuk tv seperti ini" kata Farah sambil meletakkan buah itu di meja. Mata Farah terus fokus pada apa yang saat ini sedang di tayangkan.
Farah mengambil ponselnya. menghubungi nomor Devano saat itu juga. Dan tak butuh waktu lama, Devano sudah menjawab panggilannya.
📱:Halo, Kak. Ada apa? Apa kakak butuh sesuatu?
📱:Tidak, Kamu ada dimana, Dev?
__ADS_1
📱:Di apartemen, Kak. Memangnya kenapa?
📱:Coba kamu nyalakan tv. Ada berita yang sedang trending topik.
Devano tak menjawab, Pria itu langsung meminta Nadira untuk menyalakan tv yang ada di kamar mereka. Betapa terkejutnya Devano saat menyaksikan siara yang sedang di putar di sana. Ternyata dugaan Nadira benar-benar terjadi.
📱:Sudah dulu ya, Kak. Terimakasih sudah memberitahu Dev soal ini
Devano memutuskan sambungan telponnya. Menatap pada Nadira yang sudah mengangkat sebelah alisnya"Apa aku bilang, Oppa. Semua yang terjadi tadi memang sudah di rencanakan oleh mereka" kata Nadira pada Devano
Mendengar kata mereka, Membuat Devano terdiam. Masih mencoba mencerna apa yang baru saja Nadira katakan padanya" Mereka? Maksud kamu, Sayang?" tanya Devano sambil menatap Nadira
"Mungkin gak sih kalau kejadian ini adalah ulah om Adam" balas Nadira pada Devano
Tiba-tiba saja Devano teringat akan perkataan Nathan.
Hati-hati. Karna Adam memiliki rencana cadangan jika rencana A gagal
Kalimat itu tiba-tiba saja terngiang. Membuat Devano mengepalkan kedua tangannya lagi"Kurang ajar! Dasar licik. Lihat saja apa yang bisa Dev lakukan, Om. Om yang sudah mengibarkan bendera perang. Om jual, Dev beli" kata Devano
Pria itu menatap layar ponselnya. Lalu menghubungi nomor Firman. Asisten pribadi dari sang papa.
📱:Iya, Dev. Ada apa telpon om?
📱:Om, Sekarang saatnya. Kasih lihat pada mereka, Siapa keluarga Wardana sebenarnya. Dan satu lagi, Dev mau om menyiapkan acara resepsi pernikahan di kraton jogja
__ADS_1
📱:Baiklah.