
📲:Anda masih ingat kan dengan tanda lahir ini? Masih tidak percaya jika ini anak anda yang hilang 20 tahun yang lalu
📲:Saya mau, Anda minta pada Devano untuk menceraikan wanita yang bernama Nadira, Jika tidak, Maka jangan salahkan saya jika saya melakukan hal yang ada di luar nalar pikiran anda, Silahkan anda pilih, Nadira atau Dania
📲:Be-
Tut
Tut
Tut
Belum sempat Wardana menjawab perkataan Antonio, Pria itu sudah memutuskan sambungan telponnya begitu saja.
"Kurang ajar! Seperti nya Antoni sedang ingin bermain-main dengan keluarga kita" ujar Wardana yang terlihat sangat marah.
"Dad, Apa maksud Antoni yang tadi mengatakan jika wanita itu adalah Dania, Anak kita. Apa maksudnya Dad?" tanya Lina sambil menatap Wardana dengan wajah yang terlihat sangat penasaran.
"Kemungkinan besar memang apa yang di katakan Antonio benar adanya, Mom. Mommy masih ingat kan dengan tanda lahir Dania yang ada di tangannya? Tadi Daddy melihat sendiri adanya tanda lahir itu, Mom"
"Benarkah? Apa ini artinya kita masih memiliki harapan untuk bertemu dengan Dania?" Lina menatap Wardana dengan antusias menanyakan hal itu. Namun pertanyaan Lina membuat suaminya terdiam sejenak, Masih melirik pada Devano yang masih berdiri di depannya.
Devano yang melihat raut wajah sang Daddy langsung mengerutkan keningnya, Pasalnya Devano merasakan ada yang aneh dengan tatapan itu. Ada apa? Pikirnya.
"Kenapa Daddy liatin Devano seperti itu? Ada apa? " tanya Devano pada akhirnya
Lagi-lagi Wardana terdiam, Mengambil nafas dalam lalu membuangnya kasar"Dad, Ada apa?" tambah Lina yang semakin penasaran
"Jadi begini, mom. Kita ada di posisi yang sangat sulit" gumamnya sembari meletakkan ponselnya
"Maksudnya? Ada di posisi yang sulit bagaimana?"
"Antoni mengatakan dia akan melakukan hal yang tidak-tidak pada wanita yang kemungkinan besar memang anak kita, Dania. Tapi Antoni tidak akan melakukan apa-apa pada anak itu dengan satu syarat" terang Wardana
__ADS_1
"Satu syarat? Memangnya apa syaratnya?"
"Dia minta agar Devano dan Nadira berpisah! "
"Apa!!" jawab mereka secara bersamaan. bukan hanya Lina dan juga Devano, Tapi Cristy dan Sky juga ikut terkejut.
"Apa hubungannya dengan Devano dan Nadira, Dad? Kenapa pria itu meminta syarat demikian?" tanya Devano lagi
di saat seperti ini, Tiba-tiba saja Devano teringat akan pesan yang dia Terima dari Nathan dua hari yang lalu. Devano mengeluarkan ponselnya dan kembali membaca pesan itu.
[ Jangan senang dulu, Devano. Karna saya bisa melakukan hal yang akan membuat hubungan kalian berakhir ]
"Apa Antonio memiliki anak laki-laki?" tanya Devano setelah membaca kembali pesan dari Nathan
"Sebentar, Apa yang kalian bicarakan adalah Antonio pemilik perusahaan BC? " tanya Sky
"Iya, Dia pemilik perusahaan itu. Apa kamu mengenalnya?" jawab Wardana sambil menoleh pada Sky
"Aku tidak mengenalnya, Tapi coba kalian tanya sama Nadira. Sepertinya Nadira mengenal orang itu" balas Sky lagi
"Ada apa ini? " tanya Nadira pada mereka
"Apa kamu mengenal Antonio?" tanya Wardana yang langsung to the point
Nadira mengerutkan keningnya "Tuan Antonio pemilik PT BC? " tanya Nadira
"Iya, Apa kamu mengenalnya, Sayang?"
"Iya, Ma. Dia orang tuanya Nathan, Mantan kekasih Nadira"
Mendengar jawaban Nadira langsung membuat Devano paham. Sudah sangat jelas ini pasti ulah dari Nathan. "Awas kamu, Nathan. Berani-beraninya membawa kakakku dalam urusan ini" pekik Devano sambil mengepalkan kuat kedua tangannya.
Setelah itu, Devano berlalu dari sana. Mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. Tak butuh waktu lama, Orang di ujung telfon sudah langsung menjawab panggilannya.
__ADS_1
📲:Halo
📲:Saya ada pekerjaan buat kamu
📲:Pekerjaan apa, Tuan?
📲:Saya mau kamu melacak keberadaan seseorang. Sebentar lagi saya akan mengirimkan nomor telfonnya
📲:Baik tuan
📲:Segera temukan posisinya, Saya akan sampai di jakarta jam 13:00
Semua yang ada di meja makan menatap Devano dengan tidak paham. Entah apa yang sebenarnya rencana pria itu untuk saat ini. Tapi yang pasti, Devano tidak akan membiarkan Antonio melukai kakak nya dan membuatnya harus berpisah dengan Nadira. Wanita yang saat ini sudah menjadi orang spesial dalam hati Devano.
"Siapa yang kamu hubungi, Dev?" tanya Lina setelah Devano kembali
"Seseorang yang akan membantu kita mengurus masalah ini, Mom. Devano tidak akan membiarkan siapapun melukai kak Dania. Devano juga tidak akan membiarkan siapapun memisahkan kami berdua" balas Devano sambil mengambil tangan Nadira dan menggenggam nya dengan tatapan hangatnya.
"Daddy sama mommy tenang saja. Masalah ini biar Devano yang mengatasi semuanya. Antonio melakukan hal licik, Begitu juga Devano yang bisa melakukan hal yang ada di luar nalar pikiran mereka" gumam Devano sambil mengulum bibirnya.
Devano memang orang yang sangat baik, Tapi pria itu bisa melakukan hal-hal yang tanpa orang lain duga. Bahkan Devano bisa melakukan hal yang jauh lebih kejam dari perkiraan orang lain. Pria itu akan melakukan apa saja jika ada orang yang berani mengusik hidupnya apalagi hidup keluarganya.
"Kita lihat saja, Nathan. Saya atau kamu yang akan menyerah! Akan saya pastikan, Kamu menyesal sudah mau bermain-main dengan saya" batin Devano sambil mengepalkan kuat kedua tangannya. Matanya merah, darahnya seakan mendidih saat mendengar jika Antonio memberikan sebuah pilihan antara Dania dan Nadira.
"Mereka berdua bukan barang yang bisa seenaknya kalian jadikan pilihan. Mereka berdua adalah orang-orang yang sama-sama berharga. Jadi kak Farah adalah kakakku, Pantas saja aku merasa seperti ada ikatan batin dengannya. Jika sampai terjadi sesuatu pada kak Farah, Anda akan tau bagaimana akibatnya, Tuan Antonio!" batin Devano lagi
Devano menatap pada Nadira yang kini masih berdiri di depannya. Entah kenapa saat membaca pesan dari Nathan membuatnya ingin segera memberikan pelajaran pada orang itu. Terlebih lagi kali ini keluarga Nathan sudah membawa Dania di dalamnya.
"Dev, Sebenarnya apa yang kamu rencanakan, Sayang?" tanya Lina yang tentu saja merasa penasaran dengan rencana Devano.
"Nanti mommy sama Daddy akan tau" balas Devano pelan
"Dad, Apa kita tidak ikut kembali ke Jakarta? Mommy ingin memastikan jika anak itu benar-benar Dania, Anak kita yang hilang 20 tahun yang lalu" pinta Lina dengan nada memohon
__ADS_1
"Kita kembali akhir bulan saja ya, Mom. Sekalian langsung mengadakan acara resepsi Devano sama Nadira. Untuk saat ini, Lebih baik kita tetap di sini. Karna Daddy sudah ada rencana bagaimana agar Dania bisa kembali ke dalam pelukan kita lagi"