Terjerat Cinta Penguntit Cantik

Terjerat Cinta Penguntit Cantik
Gaun pernikahan


__ADS_3

Tanpa terasa. Mobil yang Devano gunakan sudah tiba di depan butik langganan sang mommy. Devano meminta Devano untuk turun. "Ayo turun, Sayang" gumamnya yang terdengar sangat lembut menerpa indra pendengaran Nadira.


"Iya, Oppa" balas Nadira sambil menoleh pada Devano. Wanita itu membuka safety belt lalu membuka pintu mobilnya.


Mereka berdua masuk ke dalam butik itu. Karna memang tante Mirna sudah menunggu sejak tadi di dalam. "Sayang, Nanti setelah dari sini, Kita mampir ke mansion dulu ya, Aku ingin menemui kak Farah sebentar, Soalnya ada hal penting yang harus aku tanyakan padanya" ujar Devano di sela langkahnya.


"Baiklah, Oppa. Memangnya ada hal penting apa?" tanya Nadira sambil melirik Devano.


"Soal perceraiannya kak Farah dengan Alex, Sayang"


Nadira tak lagi menjawab, Wanita itu hanya menoleh sejenak pada Devano. Kemudian memperhatikan sekeliling butik itu. Tempat yang menyimpan begitu banyak gaun pernikahan yang sangat indah sedang terpajang sempurna di tempatnya.


Melihat itu membuat Nadira menghentikan langkahnya. "Daebak!! Gaun-gaun ini indah sekali" gumamnya sambil terus memperhatikan gaun-gaun yang ada di sekitarnya.


"Gaun yang si pajang tidak ada apa-apanya dari pada gaun yang akan kita gunakan saat acara resepsi nanti, Sayang" kata Devano yang langsung membuatnya mengalihkan perhatiannya.


"Benarkah? Bahkan menurutku gaun-gaun itu terlihat sangat indah. Apa masih ada yang jauh lebih indah dari pada ini, Oppa?" tanya Nadira pada Devano


"Tentu, Sayang. Gaun yang sudah tante Mirna rancang untuk kamu bukan hanya indah, Tapi juga elegan. Karna aku sendiri yang sudah meminta detailnya seperti apa" balas Devano sambil mengangkat kedua sudut bibirnya.


Tak berselang lama, Orang yang bernama Mirna baru saja keluar dari dalam ruangannya. Saat mendengar suara khas dari Devano membuatnya langsung menghampiri Devano.


"Hai, Dev. Sudah sampai?" ujar tante Mirna sembari melangkah mendekat pada Devano dan juga Nadira.


"Baru saja, Tante" balas Devano sopan


"Bagaimana? Apa kalian sudah siap untuk fitting baju? apa masih mau liat-liat dulu?" gumamnya pada mereka berdua dengan nada bicara yang terdengar sangat ramah menerpa indra pendengaran mereka berdua.


"Sepertinya langsung fitting saja, Tante. Bukan kah tante mengatakan jika habis ini masih ada urusan penting"

__ADS_1


"Ahh iya, Tante hampir saja lupa. Kalau begitu kita langsung ke tempat Fitting saja ya"


Tante Mirna masuk ke dalam ruangan yang biasa di gunakan untuk Fitting baju. Devano juga Nadira mengekor di belakang sambil saling lirik.


Di dalam ruangan Fitting, Ternyata ada begitu banyak gaun yang sesuai dengan apa yang telah Devano katakan tadi. Karna di tempat ini, Nampak gaun indah dengan desain yang berbeda-beda. Mulai dari muslimah, Tradisional. Adaa juga beberapa pakaian Adat khas dari beberapa daerah.


"Ini gaun yang kamu pesan dua hari yang lalu, Dev. Semoga saja design nya sesuai dengan apa yang kalian harapkan ya" kata tante Mirna sambil memperlihatkan sebuah gaun yang baru saja di buka.


Kedua mata Nadira terbuka lebar saat melihat penampakan dari gaun itu. "Tante, Ini gaunnya indah sekali. Terlihat sederhana tapi mewah. Elegan gitu" balas Nadira sambil memperhatikan gaun yang masih di tempel pada salah satu patung di sana.


Mendengar perkataan Nadira membuat Devano mengangkat kedua sudut bibirnya. "Bagaimana, Sayang? Apa kamu menyukainya?" tanya Devano sambil menatap Nadira


Nadira mengangguk cepat"Sangat, Aku sangat menyukainya, Oppa. Ini sangat sesuai seperti gaun impianku sejak dulu" kata Nadira sambil melirik pada Devano.


"Bagaimana Oppa bisa tau seperti apa gaun yang aku inginkan?" Nadira menatap Devano yang sudah mengulum bibirnya.


Nadira mengerutkan kecil keningnya. Perkataan Devano membuatnya teringat akan kejadian hari itu.


"Kenapa kamu sangat suka boneka barbie?"


Suara itu seketika membuat Nadira membalikkan tubuhnya. Menoleh ke sumber suara yang ternyata adalah laki-laki yang beberapa hari ini sering datang ke tempatnya.


"Siapa kamu? Kenapa sering sekali datang ke rumahku?" tanya Nadira sambil menatap Devano.


Devano tersenyum seraya duduk di samping Nadira. Mengulurkan tangannya dan memperkenalkan dirinya. "Hai, Nama aku Devano. Nama kamu siapa?" tanya Devano yang saat itu masih berusia 13 tahun.


"Nama aku Nadira" balas Nadira singkat


"Emmm Nadira. Kenapa kamu sangat menyukai boneka Barbie? Terlebih yang cinderella?" tanya Devano. Karna memang setiap kali Devano ikut kedua orang tua nya ketempat ini, Pria itu selalu memperhatikan Nadira yang selalu asik dengan boneka Cinderella.

__ADS_1


"Suka saja. Aku pengen nanti kalau sudah dewasa bisa menikah dengan menggunakan gaun yang sangat cantik. Seperti Cinderella"


Nadira menoleh pada Devano. Wanita itu mengangkat kedua sudut bibirnya saat teringat akan kejadian sepuluh tahun yang lalu.


"Oppa masih mengingatnya?" Ujarnya


"Tentu, Sayang. Aku akan mengabulkan keinginanmu waktu kecil. Kamu akan terlihat cantik seperti cinderella"balas Devano sambil tersenyum lebar


Tante Mirna mendekat dan meminta keduanya untuk mencoba baju pengantin yang akan di gunakan nanti pada saat acara resepsi berlangsung.


Tak lagi banyak bicara, Nadira hanya mengekor masuk ke ruang ganti untuk mengganti pakaian dengan gaun yang sudah di pesan oleh Devano khusus untuk Nadira.


Di Luar Devano sudah mondar mandir sambil menunggu Nadira keluar dengan menggunakan gaun pengantin. Hingga setelah cukup lama menunggu di luar, Tante Mirna kembali dengan Nadira yang mengekor di belakangnya.


"Dev, Coba lihat istrimu. Bagaimana? Apa dia terlihat cantik dengan gaun pernikahan ini?" Suara tante Mirna membuat Devano membalikkan tubuhnya. Kedua matanya menatap Nadira yang seketika itu langsung terkunci.


"Sempurna" ujarnya sambil terus menatap wajah Nadira. Membuat wanita itu merona.


"Bagaimana, Dev? Apa menurutmu masih ada yang kurang dari gaun ini?" tanya tante Mirna yang ingin memastikan


Devano tak langsung menjawab. Hanya memberikan sebuah anggukan pelan sambil terus menatap Nadira tanpa mau berkedip.


"Perfek. Kamu benar-benar terlihat sangat cantik, Sayang. Benar-benar sempurna. Kamu terlihat seperti bidadari tak bersayap" ujar Devano sambil terus menatap Nadira.


"Jangan berlebihan seperti itu, Oppa" balasnya dengan wajah yang terlihat sedikit merah.


"Siapa yang berlebihan, Sayang. Kamu memang benar-benar terlihat sangat cantik. Bahkan lebih cantik dari apa yang aku bayangkan. Iya kan tante" Devano melirik pada tante Mirna


Melihat wajah merah Nadira membuat tante Mirna mengangkat kedua sudut bibirnya"Apa yang di katakan suami kamu itu memang benar, Nadira. Kamu terlihat sangat cantik dengan gaun ini. Benar-benar cocok di badan kamu" kata tante Mirna sambil menatap Nadira.

__ADS_1


__ADS_2