
📱: PT JM lumpuh total om, Antoni. Perusahaan kita bangkrut!
📱: Apa!! Bagaimana bisa hal ini terjadi, Hera?
📱: Ini semua salah om sendiri. Bukan kah selama ini sudah Hera peringatkan untuk tidak mencari gara-gara dengan Wardana. Sekarang om tanggung sendiri akibatnya.
Antoni terdiam. Betapa terkejutnya mendengar apa yang baru saja Hera katakan. Keponakan dari istrinya. Wajahnya seketika berubah menjadi pucat pasi" Tidak mungkin" titahnya yang terdengar sangat lirih.
Nathan menghentikan laju mobilnya saat melihat wajah pucat dari sang papa"Ada apa, Pa? Kenapa wajah papa tiba-tiba pucat? Apa ada hal yang terjadi?" tanya Nathan sambil menatap wajah sang papa.
Antonio tak langsung menjawab. Masih terdiam beberapa saat. Entah kenapa tiba-tiba lidahnya terasa sangat kelu. Seakan tidak bisa mengatakan apa yang baru saja dia dengar dari Hera pada Nathan.
"Papa, Kenapa papa diam saja? Apa yang terjadi?" tanya Nathan ulang. Karna sang papa masih diam tak bergeming.
Antonio mengambil nafas dalam lalu membuangnya kasar"Semuanya sudah berakhir, Nathan. Permainan ini sudah game over" ucapnya lirih
Nathan mengerutkan keningnya karna merasa tidak paham dengan apa yang baru saja di katakan oleh papanya"Apa maksud papa? Nathan tidak paham"tanya nya lagi
"Peusahaan kita bangkrut, Nathan. Kita sudah salah mencari musuh dalam bermain game. Bagaimana ini, Apa yang harus kita lakukan untuk menyelamatkan mama. Akan semakin sulit, Karna kita sudah kehilangan semuanya. Karna Adam, Kita harus mengorbankan segalanya" ucap Antonio sambil mengepalkan kuat kedua tangannya.
"Apa!! Perusahaan kita bangkrut, Pa? Papa pasti sedang bercanda, Kan. Atau Nathan hanya bermimpi saja. Tolong bangunkan Nathan dari mimpi buruk ini, Pa" ucap Nathan yang terdengar sangat lirih.
Nathan jadi teringat akan sang mama"Jika kita kehilangan semuanya, Bagaimana caranya kita menyelamatkan mama, Pa. Bagaimana caranya kita membawa mama kembali?" kata Nathan lagi
"Papa juga tidak tau, Nathan. Apa yang harus kita lakukan setelah ini. Papa masih ingin mama kembali, Nathan. Tapi bagaimana caranya" Antonio mengambil nafas dalam lalu membuangnya kasar. Apa yang terjadi hari ini benar-benar di luar nalar. Awalnya dia yang ingin menghancurkan Wardana, Tapi yang terjadi malah sebaliknya. Bukan Wardana yang mendapatkan kejutan, Tapi justru dia lah yang sudah memberikan kejutan tak terduga untuk Antoni juga Nathan.
Tak lama kemudian, Ada mobil yang juga ikut berhenti di sana. Nathan dan juga Antoni menoleh ke arah mobil itu. Tak berselang lama, Keluar beberapa orang dari sana dan langsung menghampiri mobil yang membawa Farah yang ada di belakang mobilnya.
"Siapa mereka, Nathan. Sepertinya mereka ingin mengambil Farah. Kita turun"
__ADS_1
Nathan tak menjawab, Pria itu hanya ikut turun dan mengekor di belakang tubuh sang ayah. "Siapa kalian? Dan mau apa?" tanya Nathan pada salah satu dari mereka.
"Tidak penting siapa saya, Tapi yang pasti, Kedatangan saya ke sini untuk menjemput wanita yang kalian bawa" kata Alex sambil menoleh ke dalam mobil.
Kening Nathan dan juga Antoni mengerut"Memangnya anda siapa?" tanya Nathan lagi" Saya Alex Mahendra. Suami dari Farah" balas Alex sambil menatap tajam Nathan.
Farah yang sejak tadi menunduk seketika mengangkat wajahnya saat mendengar suara serta nama Alex Mahendra. "Alex, Kenapa dia bisa ada di sini" gumamnya sambil menatap Alex yang terlihat sedang berbincang dengan Nathan. Entah apa yang sedang mereka bicarakan. Tapi Farah bisa melihat dari raut wajah Alex jika pria itu terlihat sangat marah.
"Kalian jaga wanita itu, Jangan sampai salah satu dari mereka berhasil mengambilnya" kata Antonio pada anak buahnya.
"Baik, Tuan" balas salah satu dari mereka.
"Lepaskan dia atau kalian akan tau apa yang bisa saya lakukan" kata Alex dingin pada Nathan tanpa menunjukkan ekspresi apapun dari raut wajahnya.
"Lakukan saja apa yang mau anda lakukan, Tapi yang pasti, Saya tidak akan membiarkan wanita itu pergi begitu saja. Sebelum saya bisa membalas apa yang sudah Wardana lakukan" balas Antonio
Setelah mendapat kabar jika perusahaannya lumpuh total karna ulah dari Wardana, Membuat Antonio ingin membalaskan akan hal itu. Untuk saat ini sasaran Antonio adalah Farah. Putri kandung dari Wardana..
"Tidak perlu mengancam saya, Karna saya sama sekali tidak takut dengan ancaman itu" Kata Antonio pada Alex. Awalnya dia mengira jika Alex hanya menggertak saja. Namun siapa sangka, Ternyata Alex menghubungi anggota kepolisian dan meminta mereka untuk menangkap Antonio dan juga Nathan.
"Baiklah, Kalian bersiaplah, Karna sebentar lagi polisi akan datang" ucap Alex dan langsung meletakkan kembali ponselnya pada saku jasnya.
"Atas dasar apa anda mau melaporkan kami ke kantor polisi? Pihak kepolisian tidak akan semudah itu untuk menangkap saya" balas Antonio
"Oh ya, Bagaimana jika seandainya saya memberikan rekaman cctv ini" ujar Alex lagi sambil memperlihatkan sebuah video yang sedang di putar di layar ponsel Alex.
"Saya tau kalau robohnya bangunan panthouse itu adalah ulah mu, Kan. Jadi sebelum anggota kepolisian datang, Lepaskan istri saya" ucap Alex sambil terus menatap Antonio
Lagi-lagi wajah Antonio terlihat pucat. Pasalnya memang di sini dia adalah pelakunya. Apa yang baru saja Alex katakan memang benar adanya. "Kenapa anda diam saja, Tuan? Sekali lagi saya tanya, Mau melepaskan Farah atau masuk penjara"
__ADS_1
Di saat Alex masih berusaha membujuk Antonio tanpa kekerasan, Tiba-tiba saja Devano datang bersama dengan anggotanya. Tanpa banyak bacot, Devano langsung turun dari dalam mobilnya. Menghampiri Farah yang sudah terlihat sedikit kesakitan karna ulah orang suruhan Antonio dan juga Nathan.
"Berani-beraninya kalian menyakiti kakak ku! Minggir. Lepaskan tangan busuk mu dari tangan kak Dania" Devano menarik tangan pria itu. Hingga terjadilah sebuah perkelahian di sana.
Buggggg
Buggg
Buggg
Satu per-satu anak buah Nathan tumbang. Dengan cepat Devano menari Farah dan langsung memeluknya sangat erat"Kakak. Aku sangat merindukanmu, Kak Dania" gumam Devan sambil memeluk Farah erat. .
Dania terdiam. Masih terpaku dalam dekapan Devano. Masih tidak begitu menyangka jika akhirnya dia bisa di pertemukan kembali dengan adiknya. Adik yang dulu masih berumur 5 tahun.
"Dev, Bagaimana kamu tau kalau aku adalah kak Dania?" tanya Dania sambil menatap wajah Devano.
"Itu tidak penting, Kak. Yang pasti saat ini kita sudah di pertemukan kembali. Setelah sekian tahun aku, Daddy dan juga Mommy mencari keberadaan kakak, Akhirnya hari ini kota di pertemukan kembali" kata Devano dan memeluk Farah lagi.
"Dev sangat merindukanmu, Kak"
"Kakak juga sangat merindukanmu, Dev"
Alex yang belum tau apa-apa tentu merasa penasaran. Pria itu mengerutkan keningnya sambil memperhatikan wajah Devano yang menurutnya tidak asing. "Dia kan orang yang waktu itu di hotel saat di bali. Sebenarnya dia siapa?" batin Alex sambil terus memperhatikan Devano dan Farah.
"Lepaskan istri saya" kata Alex sambil menarik Devano. Dan membuat pria itu mau tidak mau harus melepaskan pelukannya terhadap Farah.
"Siapa anda berani sekali memeluk istri saya?" tanya Alex sambil menatap tajam Devano.
Devano tak langsung menjawab, Masih menoleh pada Farah sejenak"Saya adiknya, Adik kandungnya" jawab Devano dengan tatapan tajamnya pada Alex.
__ADS_1
Mendengar hal itu tentu saja membuat Alex merasa sangat terkejut, Pasalnya memang selama ini yang dia tau Farah adalah anak yatim piatu yang tidak jelas asal usulnya.
"Apa!!"