Terjerat Cinta Penguntit Cantik

Terjerat Cinta Penguntit Cantik
Di jebak 2


__ADS_3

"Aku mohon tolong aku, Oppa. Hanya kamu satu-satunya orang yang saat ini bisa aku harapkan. Tolong selamatkan aku dari para bajingan ini, Oppa" batin Nadira yang terdengar sangat lirih sambil memejamkan kedua matanya.


"Pegangin wanita ini, Jangan sampai dia lepas. Berani-beraninya menendang ku" kata orang itu lagi.


Setelah itu, Pria tadi mendekat pada Nadira dan hampir saja melec*hkan nya. Namun tiba-tiba saja ada seseorang yang datang dan mendobrak pintu itu. Membuat mereka semua merasa sangat terkejut serta menoleh ke arah pintu.


"Lepaskan dia brengsek!" teriak pria itu sambil berjalan setengah berlari ke tempat mereka. Kedua matanya terlihat sangat merah, Serta tangannya mengepal sangat kuat. Saat melihat wanita yang amat di cintanya di perlakukan seperti itu, Membuat amarah Devano berkobar.


Ya, Pria itu adalah Devano. Devano langsung menendang pria yang tadi hampir melecehkan Nadira. Kedua matanya benar-benar terlihat sangat merah.


"BRENGSEK!!! BERANI SEKALI KALIAN MENYENTUH ISTRIKU" kata Devano yang terdengar sangat memekikkan telinga semua orang yang ada di sana.


Saat melihat kedatangan Devano, Seketika itu perasaan Nadira langsung terasa sangat tenang. Setidaknya dia sudah bisa terbebas dari perlakuan buruk yang hampir saja di lakukan oleh pada bajingan yang ada di hadapannya.


"Oppa, Tolongin aku" kata Nadira pada Devano dengan kedua mata yang sudah berkaca-kaca.


Melihat raut wajah Nadira yang seperti itu membuat rasa marah Devano semakin berkobar, Pria itu terus memukul mereka satu-persatu. Hingga mereka semua melepaskan Nadira lalu mengepung Devano, Membentuk sebuah lingkaran dengan Devano yang ada di tengah.


"Serang pria itu" pinta salah satu dari mereka. Mereka semua mengangguk dan mulai menyerang Devano sesuai instruksi yang di berikan oleh ketua dari mereka.


Buggg


Satu pukulan mendarat sempurna pada pipi kanan Devano. Membuat pria itu mengeluarkan darah dari sebelah sudut bibirnya. Devano terdiam sejenak, Mengusap bekas pukulan dari mereka lalu menoleh pada pria yang sudah memukulnya.


"Ck!! Beraninya keroyokan, Kalau memang kalian berani, Satu lawan satu!" ujar Devano sambil menatap mereka satu persatu.


Nadira mengangkat wajahnya, Merenggangkan otot tangannya sambil menoleh pada Devano, Memberikan sebuah isyarat pada pria itu. Devano langsung mengerti apa maksud dari kedipan Nadira. Hingga tak berselang lama, Nadira langsung menendang salah satu dari mereka dan membuatnya terjatuh.


Setelah itu Nadira mendekat pada Devano"Oppa, Kita lawan mereka sama-sama" bisik Nadira tepat di telinga Devano.

__ADS_1


"Hati-hati, Sayang. Jangan sampai kamu kenapa-napa" balas Devano pada Nadira. Wanita itu hanya mengangguk.


"Sekarang, Oppa" kata Nadira serta langsung menyerang orang-orang itu.


Devano langsung menyerang mereka satu-persatu sesuai dengan instruksi yang sudah di berikan oleh Nadira.


Bugg


Bugg


Bugg


"Pria sialan!! Berani sekali kalian mau melec*hkan ku" kata Nadira sambil melayangkan pukulan para laki-laki yang tadi hampir saja melakukan hal yang tidak senonoh padanya.


Setelah cukup lama terjadi keributan di tempat itu, Tiba-tiba saja ada seseorang yang datang dan langsung menghentikan keributan yang sedang terjadi.


"Berhenti! Ada apa ini?"


"Papa" kata Nadira saat melihat keberadaan sang papa di sana.


Ya, Sosok yang baru saja masuk adalah Sky, Ayahnya Nadira. Hari ini Sky memang sedang ada janji temu dengan orang-orang yang selama ini bekerja padanya.


Saat mendengar kata papa terucap dari mulut Nadira membuat mereka semua membuka lebar matanya. "Loh, Nadira. Kenapa kamu bisa ada di sini, Sayang?" tanya Sky sambil berjalan mendekat pada posisi Nadira dan juga Devano.


"Seharusnya Nadira yang tanya, Kenapa papa bisa ada di tempat ini?" Nadira balik tanya pada Sky.


"Papa datang kesini karna ini markas anak buah papa. Kamu sendiri ngapain ada di sini sayang"


Nadira masih terdiam beberapa saat, Masih mengingat kenapa dia bisa sampai di tempat ini. "Iya, Sayang. Kenapa kamu bisa ada di tempat ini?" tanya Devano yang ikut penasaran..Karna beberapa saat yang lalu, Saat Devano sedang bertemu dengan anak buah sang Daddy, Tiba-tiba saja ponsel Devano berdering. Ada sebuah pemberitahuan dari sana.

__ADS_1


"Aku datang ke sini karna mendapat pesan dari Bella. Dia minta tolong katanya ada hal penting. Dan Bella mengirimkan alamat ini. Tapi setelah aku sampai di sini, Tidak ada siapapun apalagi Bella" terang Nadira sambil menoleh pada Devano dan juga papanya.


Devano mengerutkan keningnya"Sayang, Apa kamu lupa, Bukan kah tadi pagi Bella menghubungi kamu dengan nomor baru, Karna dia bilang ponselnya hilang saat pulang kuliah" balas Devano.


"Astaga, Kenapa aku bisa lupa akan hal itu, Oppa. Lalu siapa yang sudah mengirimkan pesan itu untukku?"


Pagi tadi, Bella memang menghubungi Nadira dengan menggunakan nomor ponsel baru, Karna memang ponselnya yang lama hilang saat pulang kuliah kemaren.


"Apa!! Jadi tadi pagi kamu dapat pesan dari Bella. Kalau memang Bella sudah menghubungimu dengan nomor baru, Itu artinya memang ada orang yang sengaja menjebak kamu biar datang ke tempat ini, Sayang"


"Itu bisa jadi, Pa. Tapi siapa dalang dari semua ini" Devano dan Sky saling lirik.


Sedangkan semua anak buahnya masih menundukkan wajahnya. Saat mendengar jika Nadira adalah anak dari bos besarnya, Membuat mereka seketika merasa sangat takut.


"Ini kenapa kalian diam saja?" tanya Sky pada mereka semua.


Mendengar suara berat Sky saja langsung mampu membuat merasa merasa ketakutan. Bahkan bukan hanya mereka, Nadira yang selama ini tidak pernah mendengar suara berat serta dingin itu di buat melongo.


Apa dia tidak salah dengar. Ini pertama kalinya Nadira mendengar suara dingin yang keluar dari mulut sang papa.


"Kalian kenapa hanya diam saja?" ulang Sky.


"Mereka anak buah papa?"


"Iya, Sayang" balas Sky yang terdengar sangat lembut. Bahkan semua anak buahnya menatap tak percaya. Karna beberapa detik yang lalu Sky baru saja berbicara dengan nada dingin serta tegas terhadap mereka. Tapi kenapa setelah berbicara kepada anaknya nada nya seketika berubah menjadi selembut itu.


Nadira menoleh pada anak buah sang papa. Membuat mereka semua kembali merasakan takut saat melihat Nadira menatapnya. Tentu saja mereka akan sangat takut jika Nadira hampir saja mendapatkan perlakuan yang tidak senonoh dari mereka.


"Nadira mau papa memberikan pelajaran pada mereka si brengsek" kata-kata itu berhasil membuat mereka menundukkan wajahnya.

__ADS_1


"Apa maksudmu, Sayang? Papa tidak mengerti?" kata Sky yang memang masih tidak terlalu paham


"Tanya saja pada mereka"


__ADS_2