Terjerat Cinta Penguntit Cantik

Terjerat Cinta Penguntit Cantik
SAH


__ADS_3

"Aku sayang mama" ucapku sambil memeluk mama Erat. "Mama juga menyayangimu sayang. Mama berharap ini akan menjadi pernikahan pertama dan juga terakhir dalam hidup kamu" balas mama sembari membalas pelukanku dan membelai lembut rambutku.


"Amiiinn. Terimakasih mama sudah berusaha melakukan yang terbaik buat Nadira" kataku lagi. Akut tatap wajah mama yang sedang tersenyum hangat ke arahku.


"Setiap orang tua akan selalu mengusahakan yang terbaik buat anaknya sayang. Begitu juga dengan mama, Mama ingin yang terbaik buat kamu. Lebih baik sekarang kamu mandi ya, Karna setelah ini MUA yang akan membantu merias kamu sampai" kata mama dan langsung keluar dari dalam kamarku.


Sepeninggalan mama, Aku meletakkan kebaya itu di atas ranjang. Masuk ke dalam kamar mandi lalu menyiapkan air di dalam bathtub, Menambahkan wewangian dengan aroma bunga lily. Karna memang entah kenapa aku sangat menyukai aroma wangi itu.


Aku berendam sejenak. Mereleksasikan pikiranku yang memang akhir-akhir ini sedikit penuh. Memutar lagu favorit sambil memejamkan sejenak kedua mataku. Menikmati alunan lagu serta aroma wangi bunga Lily.


Tanpa aku sadari 15 menit sudah berlalu. Aku menyudahi rutual mandiku karna sudah terdengar su0ara mama memanggil dari dalam kamarku. Sepertinya MUA yang akan meriasku sudah sampai.


"Iya, Ma. Sebentar lagi"ucapku sambil memakai kimono.


Saat aku keluar dari dalam kamar mandi, Ternyata memang benar, Di sana aku sudah melihat mama, tante Lina dan juga dua orang yang mungkin MUA.


"Wah calon pengantin nya cantik sekali ya. Tanpa polesan saja sudah sangat cantik, Apalagi nanti kalau sudah di make up" ucap salah satu dari MUA itu


"Ahhh, Jangan berlebihan seperti itu, Nanti yang ada aku malah terbang" ucapku yang tentu langsung membuat mereka tertawa.


"Duduk di sini cantik. Kita mulai make up nya ya" ucapnya yang meminta ku untuk duduk di sofa. Aku tak menjawab hanya mengangguk seraya langsung dudu di sofa kamarku.


30 Menit sudah berlalu. Ya, Entah kenapa aku merasa jam begitu cepat berputar. Saat ini aku sudah siap dengan balutan kebaya putih pemberian dari mama. Riasan tipis dan tidak terlalu menor sudah menambah kecantikanku siang ini. "MasayaAllah, Kebaya ini bagus sekali. Bahkan terlihat sangat cocok di tubuh kurus dan mungilku ini" batinku sambil menatap ke arah cermin.


"Sempurna. Kamu terlihat sangat cantik dengan balutan kebaya putih ini. Akan saya pastikan, Calon suamimu pasti akan sangat pangling saat melihat penampilan kamu yang benar-benar terlihat seperti ratu. Benar-benar sempurna" katanya sambil memperhatikan ku dari ujung rambut hingga ujung kaki. Bukan hanya dia, Jujur aku pun merasa pangling dengan wajahku sendiri. Entah itu karna wajahku yang memang cantik atau karna sulapan tangannya yang membuatku terlihat seperti orang lain.


"Kamu sudah siap kan, Sayang?"

__ADS_1


Suara itu membuatku yang sejak tadi fokus menatap cermin langsung membalikkan tubuhku, Menatap ke arah pintu dimana ada mama yang sedang berjalan dengan raut wajah bahagia ke arahku.


"Masayaallah Dira. Kamu cantik sekali sayang. Bahkan mama sangat pangling liat wajah kamu yang seperti boneka hidup" puji mama sambil terus menatapku


"Anaknya siapa dulu dong. Anaknya mama Cristy" balasku sambil tersenyum pada mama.


"Keluar yuk. Semua sudah menunggu. Acara ijab qabulnya akan segera di mulai " kata mama lagi.


Aku mengambil nafas dalam. Jantungku semakin tak karuan saat mendengar kata sakral itu. Tidak pernah menyangka jika aku dan pak Devano akan ada di titik ini.


"Insyallah siap, Ma" jawabku pada mama.


Aku dan mama keluar dari dalam kamar dengan langkah pelan. Karna memang agak susah jalan dengan menggunakan kebaya seperti ini.


"Jangan lupa bismillah, Sayang" ucap mama lembut


Kami berdua pun menuruni anak-anak tangga di sana. Detak jantungku semakin tak terkendali saat melihat pak Devano sudah duduk di depan penghulu. Aku menatap satu persatu setiap orang yang datang di acara siang ini. Sama sekali tidak ada yang aku kenal, Mungkin mereka adalah bagian kolega-kolega papa di sini. Hingga tanpa sengaja netraku menemukan sosok Bella dan juga Dion. Mereka kok ada di sini? Pikirku.


Melihat keberadaan Bell dan Dion membuatku menoleh pada mama. Mama yang langsung paham dengan tatapanku langsung mengatakan jika memang dia lah malam tadi yang sudah menghubungi Bella. Mengatakan jika siang ini Nadira akan melangsungkan sebuah pernikahan dengan Devano.


"Mama yang kasih tau Nadira jika hari ini kamu akan menikah. Sebenarnya Bella dan Dion sudah sampai tadi jam 5 pagi, Hanya saja mama yang tidak mengijinkannya untuk menemui kamu. Biar menjadi kejutan"


Di Bawah


Semua orang menoleh ke arah tangga saat melihat kedatangan Nadira dan juga mamanya. "Waahhh. Cantik sekali anak Sky. Seperti bidadari ya. Benar-benar cantik" ucap salah satu perempuan paruh baya di sana.


Devano yang mendengar itu membuatnya penasaran. Pria itu ikut membalikkan tubuhnya, Menoleh kearah Nadira yang sedang berjalan bak putri raja.

__ADS_1


"Cantik sekali kamu, Dir. Benar-benar seperti putri raja" ucap Devano dalam batinnya sambil menatap Nadira tanpa berkedip.


"Biasa saja liatinnya. Mama tau kalau Nadira itu cantik, Sangat cantik" bisik Lina sambil mengulum bibir pada Devano


Saat Nadira sudah sampai di sana, Devano mengambil nafas dalam. Jujur saja kondisi jantungnya saat ini sedang tidak baik-baik saja.


"Apa acara ijab qabulnya sudah bisa kita mulai?" tanya penghulu itu pada Nadira dan juga Devano.


Mereka berdua mengangguk"Baiklah, Silahkan, Pak"


Wardana langsung mengulurkan tangannya pada Devano"SAYA NIKAHKAN DAN SAYA KAWINKAN ENGKAU DEVANO WARDANA, DENGAN PUTRI KANDUNG SAYA NADIRA SKY PUSPITA BINTI SKY ALEXANDER DENGAN SEPERANGKAT ALAT SOLAT DAN 1 UNIT APARTEMEN DI BAYAR TUNAI"


"SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWINNYA NADIRA SKY ALEXANDER DENGAN MAS KAWIN TERSEBUT, TUNAI"


"SAH"


"SAH"


"SAH"


Ucapan kalimat sakral itu berhasil membuat seorang Nadira menjatuhkan air matanya. Rasa bahagia dan haru membuatnya menangis. Hal yang tak pernah dia duga, Akhirnya hari ini terjadi. Mulai hari ini, Statusnya sudah sah menjadi istri dari seorang Devano. Sosok pria menyebalkan yang sering menguji kesabarannya. Entah bagaimana perjalanan pernikahan mereka.


"Alhamdulilah, Mulai hari ini kalian sudah sah menjadi pasangan suami istri" ucap penghulu itu pada Devano dan juga Nadira.


Cristy meminta Nadira untuk mencium punggung tangan Devano. Setelah itu di lanjut dengan Devano yang harus mencium kening Nadira.


Tak menunggu lama, Nadira langsung mengambil tangan Devano lalu menciumnya takzim. Mencium punggung tangan pria yang sudah berstatus suaminya membuat jantung Nadira kembali berdetak sangat cepat.

__ADS_1


Setelah itu di lanjut dengan Devano. Devano menatap kedua bola mata indah Nadira dan langsung mendaratkan satu kecupan yang begitu dalam di keningnya. Membaca beberapa harapan doa disana. "Semoga ini pertama dan terakhir, Tuhan" batinnya


__ADS_2