Terjerat Cinta Penguntit Cantik

Terjerat Cinta Penguntit Cantik
Rasa panik Ratna


__ADS_3

"Om Adammmm. Awas saja kamu, Akan aku pastikan kamu menyesal sudah melakukan semua ini pada keluargaku" kata Devano sambil memukul mesin mobilnya.


Setelah itu. Devano mengambil ponselnya, Mencari nomor sang Daddy dan langsung memanggilnya. Tak butuh waktu lama, Wardana sudah menjawab panggilannya.


📱:Halo, Dev. Bagaimana? Apa kamu sudah bisa menyelamatkan kakakmu?


📱; Sudah, Dad. Ada hal penting yang harus Daddy tau


📱:Apa itu, Dev?


📱: Om Adam


📱:Ada apa dengan om Adam?


📱:Ternyata dia lah dalang dari semua ini, Dad


📱: Apa maksud kamu, Devan? Daddy tidak paham


📱:Ceritanya panjang, Dad. Tapi intinya yang menginginkan kehancuran keluarga kita bukan Antonio ataupun Nathan. Melainkan om Adam, Saudara Daddy sendiri


📱:Apa!! Bagaimana bisa kamu mengakan hal itu, Dev?


📱:Mereka berdua yang sudah mengatakan pada Devano, Dad. Nanti akan Devano ceritakan setelah Daddy dan Mommy kembali. Sudah dulu ya, Dad. Masih banyak hal yang harus Devano lakukan.


Devano memutuskan sambungan telponnya, Pria itu memikirkan cara yang pas untuk memberikan pelajaran pada om nya yang sudah tidak tau diri itu.


Di Tempat Lain


Ratna masih terus berjalan tanpa arah tujuan. Karna merasa cukup lelah, Akhirnya Ratna memutuskan untuk duduk di salah satu taman yang tidak terlalu ramai dengan pengunjung. Tempat itu terlihat cukup sepi. Hanya ada beberapa orang saja yang singgah di sana.


"Astaga, Kenapa hidupku malah jadi menyedihkan seperti ini. Apa yang harus aku lakukan. Bagaimana caranya aku membiayai pengobatan bunda dan juga sekolahnya Lisa. Semua ini karna Fadil, Coba saja waktu itu aku tidak tergoda sama pria brengsek itu, Mungkin saat ini hidupku dan juga keluargaku masih terjamin." ucap Ratna yang terdengar sangat lirih.


Ratna mengacak rambutnya karna merasa sangat frustasi dengan apa yang dia hadapi saat ini. "Aku harus bekerja apa? Aku kan hanya memiliki ijazah SMA. Pekerjaan apa yang bisa aku lakukan jika hanya berbekal ijazah itu" ucap Ratna lagi


Sedetik kemudian. Ratna mulai kepikiran untuk bekerja di salah satu club malam. Menjadi wanita penghibur bukan kah tidak memerlukan ijazah SMA apalagi sarjana. Akhirnya Ratna bangun dari duduknya. "Aku harus pulang. Sepertinya memang pekerjaan itu yang bisa aku lakukan saat ini. Selain kerjanya gampang, Aku bisa mendapatkan banyak uang di sana" kata Ratna dan melangkahkan kakinya pergi dari taman itu.


Ratna yang terlalu terburu-buru sampai tidak menyadari jika ada mobil yang sedang melaju cepat ke arahnya.

__ADS_1


Brukkk


"Aaaaaaa" teriak Ratna saat mobil putih itu menabrak tubuhnya.


Orang yang ada di dalam mobil langsung menghentikan laju mobilnya. "Astaga. Saya menabrak orang" ucapnya dan langsung keluar dari dalam mobilnya.


Pria itu menghampiri Ratna yang sudah terlihat menahan rasa sakit di bagian pergelangan kakinya"Kamu gak papa? Maaf ya, Saya tidak sengaja" ujar Zein sambil menatap Ratna yang kasih menunduk dan memperhatikan kakinya yang memang terasa sakit. Sepertinya kaki Ratna terkilir.


"Saya tidak apa-apa kok, Hanya saja kaki saya sepertinya terkilir" balas Ratna yang masih memegang kakinya.


Zein duduk dan memegang kaki Ratna"Maaf, Biar saya bantu pijatkan" ucapnya


"Aaaaaaa, Pelan-pelan. Sakit" Ratna meringis saat Zein sudah mulai memijat pelan kakinya


"Tahan, Ya. Sakitnya hanya sebentar" Ratna terdiam tak menjawab. Suara yang baru saja menerpa indra pendengarannya terasa tidak terlalu asing. Ratna merasa seperti pernah mendengar suara itu.


"Suaranya kenapa seperti Familiar. Aku seperti pernah mendengarnya. Tapi dimana" batin Ratna sambil menatap rambut Zein. Karna memang saat ini Zein masih menunduk dan membuat Ratna kesulitan untuk melihat wajahnya.


Tahan, Ya. Sakitnya hanya sebentar. Maaf bila aku menyakitimu


Suara itu tiba-tiba saja terngiang. Membuat Ratna teringat akan sosok laki-laki yang pernah menghabiskan malam panas dengannya beberapa tahun yang lalu.


"Bagaimana? Apa kakimu masih sakit?" tanya Zein sambil menoleh pada Ratna yang sudah tertegun. Wanita itu mematung saat melihat wajah pria yang sudah menabraknya dan memijat kakinya yang terkilir. Bukan hanya Ratna, Bahkan Zein juga menunjukkan raut wajah dengan ekspresi yang sama.


"K-kamu" ucap mereka secara bersamaan.


Setelah cukup lama terdiam. Akhirnya Zein mengajak Ratna untuk duduk di salah satu kursi panjang yang ada tak jauh dari tempat mereka. Ratna hanya menurut.


"Bagaimana kabarmu?" tanya Zein pada Ratna


"Baik, Kamu sendiri apa kaba" Ratna balik tanya sambil menatap Zein


"Kabarku juga baik"


"Syukurlah"


Setelah itu seketika menjadi senyap. Zein tidak tau lagi harus menanyakan apa pada Ratna. Begitu juga dengan Ratna. Hingga Ratna memutuskan untuk menanyakan perihal kabar tentang istri Zein.

__ADS_1


"Kenapa kamu hanya sendiri? Dimana istrimu? Bukan kah kamu sudah pindah tempat tinggal ke luar negri?" tanya Ratna pada Zein.


Mendengar itu membuat Zein mengerutkan keningnya, Bagaimana bisa wanita ini tau tentang semuanya"Bagaimana bisa kamu tau kalau aku sudah menikah dan pindah tempat tinggal ke luar negri?"tanya Zein pada Ratna dengan raut wajah yang terlihat sangat penasaran.


"Aku tau. Karna hari itu aku datang untuk mengatakan jika aku mengandung anakmu, Zein. Hanya saja aku datang di saat yang tidak tepat. Aku terlambat mengatakan semuanya terhadapmu. Karna saat itu kamu sudah menjadi milik dari wanita lain" batin Ratna


"Kenapa diam?" kata Zein lagi


",Ahhh iya maaf. Iya aku tau, Karna saat itu aku tidak sengaja melihat acara pernikahanmu" balas Ratna yang berbohong


"Oohh"


"Sekarang dimana istrimu? Kenapa kamu tidak bersamanya?" tanya Ratna yang seketika membuat Zein terdiam. Mengingat akan istrinya membuat Zein mengambil nafas dalam.


Setelah cukup lama terdiam, Zein akhirnya menjawab pertanyaan Ratna"Istriku sudah meninggal saat melahirkan anak pertama kami" balasnya yang terdengar sangat lirih...


Mendengar itu membuat Ratna menatap iba pada Zein"Maaf, Aku tidak tau" jawabnya"Tidak masalah. Santai saja"


"Ahh maaf aku harus pergi. Masih ada hal yang harus aku selesaikan" ucap Ratna pada Zein


"Biar aku antar"


"Tidak perlu. Aku tidak ingin merepotkan mu'


Di saat Ratna masih mengobrol dengan Zein. Tiba-tiba saja terdengar suara orang minta tolong. Mendengar itu membuat Ratna dan Zein saling pandang.


"Ada orang minta tolong. Kita tolong mereka" ucap Zein pada Ratna


Mereka berdua menuju ke tempat yang minta tolong, Saat tiba di sana, Cukup terkejut saat melihat siapa yang baru saja minta tolong.


Deg!!


"Bu Sari" gumam Ratna sambil menatap wanita paruh baya yang bernama bu Sari. "Neng Ratna" balas bu Sari pada Ratna.


"Syukurlah neng datang tepat waktu. Ini neng, Anakmu mengalami tabrak lari. Tolong bawa dia ke rumah sakit, Neng" pinta bu Sari sambil menatap pada Aira yang sudah tak sadarkan diri. Darah segar keluar dari pelipisnya.


Mendengar perkataan bu Sari membuat Ratna mengambil alih Aira dari wanita paruh baya itu. Wajahnya terlihat sangat panik. Hingga tanpa sadar Ratna mengatakan hal yang membuat Zein cukup terkejut.

__ADS_1


"Ayo kita bawa anak kita ke rumah sakit Zein" ucapnya tanpa sadar karna terlalu panik saat melihat begitu banyak darah yang keluar dari pelipis Aira.


"Hah!"


__ADS_2