Terjerat Cinta Penguntit Cantik

Terjerat Cinta Penguntit Cantik
Pasar malam


__ADS_3

Setelah sambungan telponnya dengan Devano terputus. Farah meletakkan kembali ponselnya. "Sebenarnya apa yang terjadi tadi. Kenapa Devano bisa sampai masuk berita" kata Farah sambil menyaksikan siaran televisi itu.


Tak lama kemudian, Mbok inah, Art di sana yang di pekerjakan oleh Devano beberapa hari yang lalu datang. Melihat mbok Inah dari luar, Farah mengerutkan keningnya. Apalagi saat melihat mbok Inah membawa sesuatu di tangannya.


"Non Farah. Ini mbok belikan rujak mangga. Tadi saat keluar, Mbok gak sengaja melihat penjual rujak buah, Saat mbok ingat non yang suka, Mbok beli deh. Soalnya mangga di kulkas habis kan" kata mbok Inah sambil memberikan rujak itu pada Farah.


Dengan cepat Farah mengambil rujak itu serta langsung memakannya"Mbok tau aja kalau Farah lagi pengen makan rujak buah mangga" kata Farah sambil menikmati buah yang ada di tangannya.


"Bagaimana? Apa non Farah suka?"


"Suka, Mbok. Ini rujaknya enak sekali"


Alex yang mendengar perkataan Farah mengangkat kedua sudut bibirnya. Setidaknya perjuangannya mendapatkan mangga itu tidak sia-sia.


"Syukurlah kalau kamu menyukainya, Farah. Semoga anak kita tumbuh dengan sehat dalam perut kamu. Aku berjanji Kan berusaha untuk mendapatkan hatimu kembali.


Beberapa saat yang lalu, Saat Alex mendengar jika Farah menginginkan rujak mangga muda, Pria itu langsung pergi ke rumah sebelah. Seperti biasa Alex akan membeli buah mangga muda yang baru di petik saat itu juga.


*


*


*


Di sepanjang perjalanan, Risa masih saja terdiam. Bentakan sang papa masih terus terngiang pada indra pendengarannya. Membuat air mata itu terus terjatuh begitu saja.


Reza yang melihat Risa seperti itu langsung menepikan mobilnya saat melihat sebuah pasar malam di salah satu lapangan yang mereka lewati.


"Kita ke pasar malam, Mau gak?" tawar Reza pada Riss

__ADS_1


Risa tak menjawab. Wanita itu hanya memberi anggukan atas apa yang Reza katakan padanya.


Melihat Risa yang mengangguk, Reza langsung membuka safety beltnya. Turun dari dalam mobilnya kemudian membukakan pintu untuk Risa. Dan memintanya untuk turun.


Akhirnya mereka berdua berjalan beriringan menuju tempat pasar malam. Tempat itu terlihat sangat ramai dengan pengunjung. Banyak anak-anak dan juga remaja yang berkeliling di sana.


"Aku baru ingat, Jika mulai malam ini memang ada pasar malam tahunan di sini" ujarnya di sela langkahnya.


"Oh ya, Memangnya tahun lalu juga ada?" tanya Risa sambil menoleh pada Reza


Reza mengangguk"Ada. Tapi untuk masalah ramainya, Sepertinya akan lebih ramai tahun ini. Soalnya tahun ini ada beberapa tambahan wahana permainan. Dan bukan hanya itu, Nanti hari terakhir juga akan ada konser" terang Reza pada Risa


Mendengar kata konser, Risa menghentikan langkahnya. "Konser? Memangnya konsernya siapa?" tanya Risa sambil menoleh pada Reza


"Konser Riski febian sama Virgoun. Itu sih menurut informasi yang aku dapat"


"Oh ya. Apa kamu ada menginginkan sesuatu di sini?" Reza kembali bertanya pada Risa


"Ya sudah. Bagaimana kalau kita cari jajanan khas pasar malam saja. Mau gak?"


"Mau, Sepertinya jajanan pasar malam akan selalu enak. Seperti yang pernah aku makan dulu" balas Risa


Reza hanya tersenyum. Pria itu menarik tangan Risa dan membawanya berkeliling mencari jajanan khas pasar malam. Hingga tatapan mereka sama-sama tertuju pada penjual telur gulung yang tak jauh dari jarak mereka.


"Telur gulung kayaknya enak" ucap mereka secara bersamaan. Membuat keduanya tersenyum.


"Ya sudah, Kita makan di tempatnya saja ya. Sepertinya kalau makan di tempatnya akan terasa lebih enak" kata Reza sambil menarik tangan Risa.


"Telur gulungnya dua porsi ya pak" kata Reza pada penjual telur gulung itu.

__ADS_1


"Siap, Den. Silahkan tunggu dulu ya, Biar bapak buatkan"


Reza dan Risa duduk di tempat yang sudah tersedia di sana sambil menunggu Telur gulung yang mereka pesan siap.


Tak lama kemudian, Telur gulung pesanan mereka sudah datang"Selamat makan" ucap Risa sambil tersenyum pada Reza"Selamat makan juga, Cantik. Kalau kurang bilang saja ya, Tidak perlu malu" balasnya yang memang sengaja ingin menggoda Risa.


"Ini saja belum ke makan" kata Risa sambil tersenyum. "Oh iya, Nanti kamu tidak perlu antar aku pulang ya" ucapnya lagi


Mendengar itu membuat Reza yang masih sibuk dengan telur gulungnya langsung mengangkat wajahnya. "Kenapa?" tanya nya yang mulai penasaran.


"Malam ini aku ingin menginap di Apartemen ku saja. Aku masih sakit hati dan kecewa karna bentakan papa. Selama bertahun-tahun, Baru kali ini papa membentak aku, Terlebih di depan banyak orang" terang Risa yang memang merasa kecewa terhadap sang papa


Mendengar itu membuat Reza mengambil nafas sejenak. Reza menatap Risa "Aku paham bagaimana perasaan papa kamu tadi. Sebagai orang tua, Tentu saja papa mu tidak mau jika anak semata wayangnya menjadi bahan tontonan banyak orang. Terlebih lagi dengan kamu tadi yang hanya menggunakan itu"


"Iya sih. Aku sadar jika memang tadi adalah kesalahanku. Tapi itu semua bukan keinginan ku sendiri. Entah kenapa tadi aku meras tiba-tiba saja tubuhku terasa panas. Dan tanpa pikir panjang, Aku berlari ke arah kolam dengan membuka pakaianku" kata Riss yang terdengar lirih


"Memangnya bagaimana ceritanya. Kok bisa tiba-tiba saja tubuhmu terasa panas" kata Reza lagi


Risa mengangkat kedua bahunya"Entah, Tapi aku merasakan panas itu tepat setelah minum jus yang di berikan oleh mereka" kata Risa lagi


Reza terdiam. Pria itu masih mencoba mengingat kejadian tadi sebelum Risa masuk ke dalam kolam.


Risa merasakan tubuhnya panas setelah minum jus. Apa jangan-jangan jus itu sudah tercampur sama obat itu


Reza membatin sambil memperhatikan Riss yang masih terlihat begitu menikmati telur gulung miliknya"Tapi kalau memang hal itu benar, Siapa pelakunya. Tapi wait, Bukan kah jus itu awalnya milik Devano. Jangan-jangan memang ada seseorang yang sengaja memberikan obat itu untuk Devano, Tapi karna Riss yang meminumnya, Jadi Risa lah yang menjadi korban" batin Reza lagi


Tiba-tiba saja dia teringat akan insiden yang terjadi pada Devano. "Sepertinya memang ada yang merencanakan semua ini. Tapi siapa orangnya. Aku harus mencari tau, Karna ulah orang itu, Risa yang menjadi korban di sini" batin Reza


"Apa itu semua ulah dari salah satu saingan bisnis Devano? Tapi apa untungnya memberikan Devano obat itu"

__ADS_1


Reza masih menerka-nerka dalam pikirannya apa yang sudah terjadi malam ini dan siapa dalang dari semua insiden yang terjadi tadi.


JANGAN LUPA LIKE KOMENNYA YA


__ADS_2