Terjerat Cinta Penguntit Cantik

Terjerat Cinta Penguntit Cantik
Penyesalan Alex


__ADS_3

Setelah selesai mengirimkan pesan itu, Devano kembali menatap Nadira. Entah kenapa ada rasa tidak rela saat membaca isi pesan itu"Mau sampai kapan pun, Saya tidak akan pernah membiarkan siapapun itu mengambil kamu, Berlian. Karna kamu hanya milik saya, Selamanya kamu akan menjadi milik saya. Tak perduli harus bagaimana caranya agar saya bisa benar-benar mendapatkan hati kamu. Tapi yang pasti, Saya akan selalu berusaha untuk itu. Berusaha mengambil hati gadis kecil yang sudah berhasil mengambil hatiku sejak beberapa tahun yang lalu" ucapnya sambil membelai kembali rambut Nadira.


Tak lama kemudian, Devano yang sejak tadi memperhatikan Nadira tenang dalam tidurnya, Memutuskan untuk membawa Nadira masuk ke dalam hotel Zein dan membiarkannya istirahat di sana. Devano sudah memutuskan untuk menunggu Nadira hingga bangun.


Di Tempat Lain


"Apa-apaan ini?" tanya Alex saat pintu kamar itu terbuka. Kedua matanya memerah serta kedua tangannya mengepal kuat.


Vanya yang mendengar suara Alex tentu saja langsung membalikkan tubuhnya. Wanita itu menatap ke arah pintu kamar sambil menutupi tubuh polosnya dengan selimut"A-alex. Kenapa kamu bisa ada di sini? Aku bisa jelaskan, Ini tidak seperti apa yang kamu lihat" ucap Vanya sambil menggunakan pakaian nya.


Alex yang sudah tersulut emosi serta kerasa kecewa langsung berjalan ke arah pria yang sudah dia lihat sedang bercumbu dengan wanita yang amat di cintanya.


Bug....Bug....


"Kurang ajar!" ucapnya sambil terus melayangkan pukulan pada pria itu. Pria yang masih setia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Bug.....Bugggg.....


"Brengsek!!!!" umpatnya


Betapa terkejutnya Alex saat sudah melihat wajah dari pria itu"R-rendi" ucapnya sambil terus menatap wajah pria yang bernama Rendi. Sosok yang ternyata adalah salah satu orang terdekatnya.


"DASAR TIDAK BERGUNA! BISA-BISANYA LHO MENUSUK GUE DARI BELAKANG. DASAR TIDAK TAU TERIMAKASIH!!!" umpat Alex sambil terus melayangkan pukulan pada Rendi.

__ADS_1


"Sorry" hanya kata itu yang bisa keluar dari mulut Rendi. Satu kata namun mampu membuat Alex merasa semakin kesal.


"Kenapa lo lakuin ini sama gue, Ren. Kenapa? Bukankah selama ini elo tau kalau gue sangat mencintai Vanya. Gue nitip Vanya sama elo bukan untuk lo tidurin brengsek!" Alex bukan hanya merasa luka, Tapi juga kecewa karna orang yang dia percayai untuk menjaga Vanya malah melakukan hal yang begitu menjijikkan.


"Gue tau gue salah, Dan gue minta maaf untuk itu, Lex. Awalnya gue berusaha untuk tidak mencintai Vanya. Tapi cinta itu semakin hari semakin besar. Lima tahun bukan waktu yang sebentar, Lex. gue pria normal yang juga bisa merasakan cinta, Kebersamaan kita selama ini sudah menumbuhkan perasaan yang sedalam itu" balas Rendi lirih.


Vanya yang sejak tadi hanya diam akhirnya membuka suara"Maafkan aku, Lex. Sebenarnya aku dan Rendi sudah menikah sejak beberapa bulan yang lalu. Maafkan aku yang tidak bisa mengatakan ini sebelumnya" balas Vanya sambil menundukkan wajahnya.


"Apa!! Kalian sudah menikah. Dasar tidak berguna" ucap Alex sambil menatap tajam ke arah Rendi dan juga Vanya.


Setelah mengatakan hal itu, Alex langsung membalikkan tubuhnya dan memutuskan pergi dari sana. Jantungnya berdetak nyeri, Sangat nyeri. Namun langkahnya kembali terhenti di sana. Alex membalikkan tubuhnya"Pergi dari apartemen ini. Gue kasih kalian waktu 2 jam" ucapnya dingin.


Alex kembali melangkahkan kakinya keluar dari apartemen itu. Rasa luka terbalut kecewa ternyata sesakit itu, Apalagi ini adalah pertama kalinya Alex merasakan sebuah penghianatan cinta.


"Kenapa rasanya sesakit ini" gumamnya sambil mengusap dada kirinya yang terasa sangat sakit. Alex mengambil nafas panjang. Tiba-tiba saja dia teringat pada Farah. "Apa ini yang Farah rasakan selama ini. Kenapa tiba-tiba saja aku teringat sama dia" ucapnya pelan.


"Selamanya. Selamanya kamu akan selalu mejadi orang asing dalam hidup saya. Dan satu hal yang harus kamu ingat, Farah. buatku, Kamu tak lebih dari wanita malam yang akan saya bayar untuk memuaskan saya. Paham! jadi jangan pernah mengharapkan hal yang lebih, Apalagi cinta, Karna cintaku hanya untuk Vanya"


Alex teringat akan kejadian hari itu, Hari dimana dirinya habis menghabiskan malam pertama setelah 4 tahun pernikahannya.


"Apa ini yang di rasakan oleh Farah. Astaga, Kenapa rasanya aku jahat sekali. Apa memang selama ini aku sudah sangat keterlaluan padanya" ucap Alex yang tiba-tiba saja teringat akan Farah.


Satu persatu kelakuan baik serta tulus Farah melintas, Membuat rasa bersalah itu hadir dalam benaknya. "Aku harus mencarinya. Aku salah menelantarkan wanita sedoleha dia hanya demi Vanya yang tidak tau diri itu" gumam Alex dan kembali melangkahkan kakinya.

__ADS_1


Setelah sampai di dalam mobil, Alex mengambil ponselnya. Menghubungi seseorang yang dia percayai untuk mencari di mana keberadaan Farah saat ini. Tak butuh waktu lama, Orang di ujung telpon sudah menjawab panggilannya.


📱:Halo. Tuan Alex. Ada yang bisa saya bantu?


📱:Tolong kamu cari keberadaan istri saya. Temukan dia secepatnya! Dan bawa dia kambali ke apartemen saya dalam keadaan hidup. Mengerti!!


📱:Siap laksanakan, Tuan


Alex memutuskan sambungan telponnya, Mencoba menghubungi nomor Farah. Aktif namun sama sekali tidak ada jawaban. Saat Alex kembali mencoba menghubungi nomor itu, Ternyata nomornya sudah tidak aktif lagi.


"Dimana kamu, Farah. Maafkan aku yang sudah salah. Dasar bodoh kamu Alex" umpat Alex pada dirinya sendiri


Di Tempat Lain


Farah yang memanh sedang istirahat, Langsung mengambil ponselnya saat mendengar ponsel itu berdering. Kedua matanya terbuka lebar saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya.


Melihat nama itu membuat Farah teringat akan perkataan Alex hari itu.


Pergi sejauh mungkin, Kalau sampai saya melihat kamu lagi, Akan saya pastikan anak dalam kandungan mu ini tidak akan selamat


Kata-kata itu tiba-tiba terngiang. Seketikan wajah Farah menjadi pucat. Wanita itu takut jika Alex akan mencarinya dan melakukan apa yang pernah dia katakan.


"Untuk apa dia menghubungiku. Lebih baik aku buang saja nomor ini. Aku tidak mau jika mas Alex benar-benar akan membuat aku kehilangan bayi yang tak berdosa ini. Tidal ada satu orangpun yang boleh menyakitinya, Termasuk ayahnya sendiri. Karna aku tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi, Mama akan selalu memperjuangkan kamu apapun resikonya, Sayang. Sekalipun nyawa mama yang menjadi taruhannya" ucap Farah sambil mengusap perutnya yang masih datar.

__ADS_1


Sedangkan Alex. Pria itu langsung melajukan mobilnya menuju sebuah restoran karna sudah melakukan janji temu dengan seorang hacker. Alex akan meminta bantuan darinya untuk melacak keberadan Farah lewat ponselnya. Karna Alex baru ingat jika beberapa tahun yang lalu dia pernah memasang gps di ponsel Farah. Untuk berjaga-jaga takut Farah datang ke tempat orang tuanya seorang diri dan mengatakan apa yang selama ini sudah Alex lakukan.


"Aku akan menemukanmu, Sayang. Aku janji akan memperlakukan kamu bagaimana semestinya. Maafkan aku, Aku menyesal" ucapnya sambil terus melajukan mobilnya


__ADS_2