Terjerat Cinta Penguntit Cantik

Terjerat Cinta Penguntit Cantik
Terlalu menghayati


__ADS_3

Saat melihat Nadira tertidur sangat lelap, Membuat Devano tidak tega untuk membangunkannya lagi. Hingga dia memutuskan untuk makan di dalam mobil sembari menjaga Nadira dan menunggunya bangun.


"Pak, Saya makan di sini saja, Tolong belikan saya dua porsi makanan, Dua jus dan satu lagi, Dua dessert tiramisu" kata Devano setelah melihat spanduk yang tertera beberapa menu yang tersedia di restoran itu.


"Baik, Tuan muda. Nanti saya akan mengantarnya kesini" balas pria itu.


Devano mengambil dompetnya lalu mengeluarkan beberapa uang kertas di sana. Memberikan pada supir yang sudah mau turun dari dalam mobilnya"Ini uangnya" kata Devano sambil menyodorkan uang itu.


Setelah supir itu turun, Devano kembali menatap wajah Nadira yang benar-benar terlihat lelap dan damai dalam tidurnya. Pria itu mengusap lembut rambut Nadira sambil meninggalkan satu kecupan singkat pada pucuk kepalanya.


"Kamu cantik sekali, Sayang. Kamu benar-benar cantik. Bahkan bukan hanya wajahmu yang cantik, Hatimu juga begitu cantik, Kamu selalu mampu membuat aku merasa jatuh cinta setiap hari. Aku beruntung bisa memiliki kamu, Sayang" kata Devano sambil mengusap rambut Nadira.


DI LUAR


Sky mengerutkan keningnya saat tak melihat keberadaan Nadira dan juga Devano di sana. Hal itu membuat Sky memanggil Johan yang saat ini sudah berjalan menuju ke arah teman-temannya yang lain.


"Johan. Kemari lah" kata Sky yang langsung berhasil membuat Johan berjalan mendekat ke arahnya.


"Iya, Tuan. Ada apa?" tanya Johan pada Sky"Dimana Nadira sama Devano, Kenapa mereka tidak ikut turun?" tanya Sky sambil menoleh pada mobil yang di gunakan oleh Nadira dan juga Devano.


"Tuan muda memutuskan untuk makan siang di dalam mobil, Tuan. Soalnya nona tidur sangat lelap dan membuat tuan muda tidak tega untuk membangunkannya" balas Johan pada Sky. Sky hanya mengangguk paham. Lina dan juga Cristy yang mendengar itu membuat mereka saling lirik.


"Maklum, Pengantin baru" kata Lina pada Cristy"Iya, Biarkan saja mereka di dalam mobil" balas Lina sambil mengangkat kedua sudut bibirnya.


Setelah itu, Mereka semua masuk ke dalam restoran untuk makan siang bersama disana.Sedangkan Johan langsung memesan makanan yang Devano mau.


15 kemudian, Johan langsung mengantarkan makanan Devano ke mobil. Ternyata Nadira masih terlihat begitu lelap salam tidurnya. Sedangkan Devano masih meneruskan membaca novel yang ada di dalam ponsel Nadira. Hingga tanpa sadar air Devano meluruh setelah membaca sampai di pertengahan.


Johan mengetuk jendela mobil, Namun Devano tak menjawab. Pria itu masih terlihat sangat menghayati novelnya.


Tok

__ADS_1


Tok


Tok


"Tuan, Ini pesanan and sudah selesai" kata Johan pelan. Namun Devano tak langsung menggubris. Pria itu masih menyelesaikan bacaannya hingga eps akhir.


"Kisah yang sangat menyedihkan" ujarnya lalu meletakkan ponsel Nadira.


Tok


Tok


Tok


"Tuan muda, Ini makanannya sudah siap" ulang Johan lagi


Mendengar itu membuat Devano langsung membuka jendela mobilnya. Johan yang melihat kedua mata Devano terlihat seperti habis menangis membuatnya mengerutkan kecil keningnya"Tuan muda, Apa tuan muda baik-baik saja"tanya Johan sambil memperhatikan wajah Devano lalu memberikan makanan pesanannya.


"Kenapa? Saya baik-baik saja" balas Devano sambil menerima makanan yang di sodorkan oleh Johan.


"Hmm, Saya memang habis menangis. Tapi semua itu karna membaca novel yang ada di ponsel Nadira" terang Devano. Johan yang mendengar itu mengulum bibirnya"Kenapa kamu mengulum bibir? Apa ada yang lucu?" tanya Devano sambil menatap Johan.


"Tidak ada, Tuan muda. Maafkan saya" kata Johan dan langsung pergi dari sana.


Devano mengangkat sebelah sudut bibirnya. Merasa kesal saat melihat Johan ingin menertawakannya. "Apa-apaan dia. Berani sekali mau menertawakan ku. Memangnya ada yang lucu dari wajahku" Devano mengambil ponsel Nadira lalu melihat wajahnya di sana.


Ternyata apa yang di katakan Johan memanglah benar, Saat ini kedua mata Devano terlihat sembab karna habis menangis. Menangis akibat membaca novel yang ada di ponsel Nadira. "Astaga, Kenapa dengan kedua mataku. Pantas saja Johan mau menertawakan ku, Ternyata ini penyebabnya" kata Devano sambil menatap wajahnya.


"Ternyata aku terlalu menghayati bacaan novel itu"kata Devano dan meletakkan kembali ponsel Nadira.


Setelah itu, Devano membuka paperbag yang di berikan oleh Johan lalu mengeluarkan makanan dari sana. "Ayam terayaki" kata Nadira yang masih memejamkan kedua matanya.

__ADS_1


Mendengar itu membuat Devano terkekeh, Ternyata indra penciuman Nadira begitu kuat, Dalam keadaan tidur saja Nadira bisa mencium aroma ayam terayaki yang Devano pesan.


Tak berselang lama, Nadira membuka kedua matanya. Wanita itu bangun karna mencium aroma ayam terayaki yang di pesan oleh Devano.


"Buset, Penciuaman kamu ternyata sangat kuat, Sayang. Tidak sia-sia aku memesan makanan ini" kata Devano sambil terkekeh.


"Oppa kenapa makan di sini?"tanya Nadira yang masih tidak begitu sadar. Wanita itu mengerjabkan kedu matanya yang masih terasa samar-samar.


Setelah kesadarannya terkumpul sempurna, Nadira mengerutkan keningnya lalu memperhatikan wajah Devano"Ada apa denganmu, Oppa? Kenapa kedua matamu sembab? Perasaan tadi waktu kita berangkat kedua matamu masih baik-baik saja" tanya Nadira sambil terus menatap wajah Devano.


Nadira mengangkat tangannya lalu mengusap wajah Devano, Wanita itu memperhatikan kedua mata Devano"Ini kenapa bisa sembab seperti ini, Oppa. Bukan kah tadi baik-baik saja ya. Oppa habis nangis?" tanya Nadira yang masih terus menatap wajah Devano.


"Ini semua gara-gara novel yang ada di ponsel kamu sayang" balas Devano sambil membalas tatapan Nadira.


"Jangan bilang oppa juga baca novel itu?"


"Iya, Karna melihat kamu baca sampai menangis, Membuat aku penasaran dengan novel yang kamu baca, Akhirnya saat melihat kamu tidur, Aku mengambil ponsel kamu lalu membaca novel yang masih terbuka"


Devano masih teringat beberapa kalimat yang Pelangi utarakan pada Awan. Salah satunya kalimat yang sudah membuat air matanya tanpa sadar meluruh begitu saja.


Mungkin di matamu aku hanyalah serpihan debu yang tidak akan pernah terlihat. Begitu juga dengan kamu, Kamu seperti bintang. Indah, Namun sangat sulit untukku gapai. Di sisa umur yang masih aku miliki, Biarkan aku mencintaimu. Jangan pernah melarang ku akan hal itu, Karna bagaimanapun kamu memperlakukan aku, Di mataku kamu tetaplah suami yang baik. Kamu tetaplah hal terindah yang aku miliki saat ini, Aku tidak mengerti mengapa tuhan memilih aku untuk mencintaimu, Namun aku yakin, Di balik semua ini, Pasti akan ada hal indah yang tidak pernah kita duga. Terimakasih atas segalanya. Terimakasih atas rasa sakit beserta luka yang kamu berikan. Karna dengan begitu, Aku bisa tau bagaimana rasanya sabar.


Kalimat itu masih bisa teringat jelas oleh Devano. Membuat air matanya meluruh tanpa sadar. Devano bisa merasakan bagaimana sakitnya menjadi pelangi. Mencintai laki-laki yang hatinya milik wanita lain.


30 menit kemudian, Mereka kembali melanjutkan perjalanan, Karna memang acara makan siang sudah selesai. Perjalanan menuju jogja masih sangat jauh rupanya. Masih tersisa 5 jam perjalanan.


Tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul 13:00 siang. Di perkirakan mereka akan sampai di jogja jam 18:00 sore.


Di JOGJA


Setelah memastikan persiapan sudah 90%. Firman keluar dari dalam kraton karna mendapat tugas tambahan dari Wardana. Firman di minta untuk menyiapkan beberapa hotel untuk Wardana, Sky dan juga yang lain.

__ADS_1


"Dito, Tolong kamu pantau semua persiapan disini. Soalnya saya masih ada urusan di luar" kata Firman pada Dito.


"Baiklah, Tuan. Saya akan menjaga dan memastikan semuanya selesai sesuai dengan yang di harapkan.


__ADS_2