
Setelah memastikan Aira tertidur, Ratna memutuskan keluar dari dalam kamarnya. Duduk di salah satu kursi yang ada di samping panti asuhan.
Setelah Aira keluar dari rumah sakit, Ratna memang memutuskan untuk ikut tinggal di panti, Selain agar bisa lebih dekat Aira, Ratna sudah memutuskan untuk memperbaiki dirinya. Setelah kejadian kemaren, Ratna akhirnya sadar jika apa yang terjadi pada hidupnya, Adalah akibat dari ulahnya sendiri.
Di saat seperti itu membuat Ratna teringat akan Zein. Perkataan Zein berhasil terngiang dan mengganggu pikirannya.
Izinkan saya bertanggung jawab atas hal yang memang seharusnya saya pertanggung jawabkan. Saya mohon, Berikan saya kesempatan untuk bersama dengan kamu dan juga Aira. Saya janji akan membahagiakan kalian sebisa saya.
Kalimat itu tiba-tiba saja terngiang. Membuat Ratna mengambil nafas dalam lalu membuangnya kasar.
"Maafkan aku, Zein. Bukannya aku tidak mau menerima kamu, Tapi di sini aku sadar, Aku tidak pantas untuk mendapatkan laki-laki yang nyaris sempurna seperti dirimu. Kamu sama sekali tidak memiliki celah di mataku. Sedangkan aku, Aku hanyalah mantan wanita penghibur, Mantan simpanan om-om. Aku sangat tidak pantas untuk kamu. Kamu terlalu berharga untuk bersama dengan aku yang hina" kata Ratna dalam batinnya.
Ratna memang mantan wanita penghibur serta simpanan para om-om. Namun karna kepintarannya, Ratna bisa mengelabuhi keluarga Wardana. Terutama Devano.
"Kenapa hidupku jadi seperti ini. Kenapa aku harus kembali merasakan situasi ini. Situasi di mana aku ada di titik terendah ku. Jika saja waktu itu aku tidak mau menuruti apa kata Fadil, Mungkin saat ini aku masih bersama dengan Devano" kata Ratna lagi
Tak berselang lama, Ponsel Ratna berdering. Hal itu membuat apa yang sejak tadi Ratna pikirkan pecah dan buyar begitu saja.
Ratna mengerutkan keningnya saat melihat nama Lisa yang tertera di layar ponselnya.
"Tumben Lisa menghubungiku. Ada apa ya?" ujarnya sambil mengusap tombol hijau di sana.
📱:Halo, Lisa. Ada apa?
📱:Kak, Bunda lagi ada di rumah sakit. Kata dokter Keenan, Bunda harus di operasi malam ini juga. Kalau tidak, Bunda tidak akan tertolong
📱:Apa!! kakak kesana sekarang
Setelah itu, Ratna memutuskan sambungan telponnya. Saat mendengar bagaimana kondisi sang bunda saat ini membuat Ratna langsung bergegas masuk. Mengambil tasnya untuk pergi ke rumah sakit.
"Apa aku harus menghubungi ayah. Tapi sepertinya menghubungi ayah tidak akan ada gunanya, Bukan kah ayah memang tidak pernah perduli dengan bunda" kata Ratna di sela langkahnya.
__ADS_1
Setelah tiba di ruang tengah, Ternyata di sana masih ada bu Sari yang sedang menonton tv. Bu sari yang melihat kedatangan Ratna dengan pakain yang sudah rapi membuat wanita paruh baya itu mengerutkan keningnya.
"Mau kemana, Neng?" tanya bu Sari pada Ratna
"Ratna harus ke rumah sakit, Bu. Soalnya bunda nya Ratna sedang di rawat. Ratna pamit ya bu, Titip Aira. Assalamualaikum" kata Ratna sambil mencium punggung tangan bu Sari.
"Waalaikum salam. Hati-hati neng"
*
*
*
Setelah mendengar apa yang Keenan katakan, Nadira seketika menjadi tidak tenang. Pikirannya terasa sangat kalut. Bagaimana jika Devano yang di maksud oleh Keenan adalah Devano suaminya. Lalu ada hubungan apa antara merek di masalalu.
Hal itu membuat Nadira tidak bisa tertidur. Wanita itu masih terus terdiam sambil memainkan ponselnya. Menunggu pesan dari Keenan yang hingga detik ini masih belum ada.
Ceklek
Suara pintu terbuka membuatnya menoleh. "Loh, Kenapa kamu belum tidur, Sayang? Bukan kah tadi mengatakan jika kamu lelah dan ingin segera istirahat?" tanya Devano pada Nadira. Karna memang beberapa saat yang lalu setelah memutuskan sambungan telponnya dengan Keenan, Nadira mengatakan akan tidur lebih dulu.
"Eeuuuummm iya, Oppa. Sebenarnya aku sejak tadi sudah berusaha memejamkan mata, Tapi rasanya sangat sulit" balasnya"Kenapa begitu?" tanya Devano lagi
"Entahlah, Mungkin karna aku sudah terbiasa tidur dengan menggunakan tangan kamu sebagai bantal. Makanya aku susah tidur saat tidak ada tangan kamu di sini" Nadira sengaja berbohong agar Devano tidak curiga jika sebenarnya ada hal lain yang sedang mengganggu pikirannya.
Mendengar hal itu tentu saja membuat Devano mengangkat kedua sudut bibirnya"Benarkah? Kalau begitu sini biar aku temani kamu hingga kamu tertidur lelap, Sayang. Maaf ya tadi aku ada sedikit pekerjaan" balas Devano yang terdengar sangat lembut menerpa indra pendengarannya.
"Memangnya ada pekerjaan apa, Oppa? Bukan kah ini bukan waktunya bekerja ya?" tanya Nadira lagi
"Memang, Sayang. Ini memang bukan waktunya bekerja. Tapi karna besok aku tidak bisa datang ke kantor, Makanya aku putuskan untuk menyelesaikan pekerjaanku sekarang. Aku ingin mengurus masalah dengan om Adam dulu, Agar fokusku gak lagi terpecahkan" terang Devano sambil mengusap lembut rambut Nadira.
__ADS_1
"Tapi jangan terlalu capek ya, Oppa. Istirahatlah jika semua pekerjaan itu sudah selesai. Dan ingat satu hal, Jangan pernah melakukan hal yang akan membuat keselamatan mu terancam" kata Nadira lagi.
"Iya, Sayang" balas Devano lembut
Tak lama kemudian, Devano sudah bisa melihat Nadira tertidur serta suara dengkuran halus dari istri kecilnya.
"Kamu sangat cantik, Sayang. Aku bersyukur bisa memiliki wanita seperti kamu" kata Devano sambil meninggalkan kecupan singkat pada kening Nadira.
Kemudian, Devano bangun dari tidurnya lalu keluar dari dalam kamarnya. Pria itu berjalan menuju ruangan kerja yang memang sudah di siapkan di Apartemennya.
"Sepertinya aku memang harus menyelesaikan semua pekerjaan ini sekarang. Biar setelah itu, Aku bisa langsung fokus dengan masalah om Adam" kata Devano sambil menyalakan laptopnya.
Devano mengambil ponselnya, Menghubungi nomor sang Daddy untuk mengatakan perihal rencananya terhadap Adam. Tak butuh waktu lama, Wardana sudah menjawab panggilannya.
📱:Halo, Dev. Ada apa? Kenapa kamu telfon jam segini?
📱: Begini, Dad. Devano cuma mau bilang, Om Adam sudah sangat keterlaluan. Saudara Daddy itu sudah benar-benar niat untuk menghancurkan reputasi keluarga kita
📱:Apa maksud kamu, Dev?
📱:Coba Daddy liat breaking news yang sedang trending topik. Menurut Dev, Itu semua adalah ulah om Adam.
📱:Tentang apa memangnya, Dev?
📱:Daddy lihat saja. Kalau Dev boleh tanya, Memangnya ada masalah apa antara Daddy dan juga om Adam. Kenapa om Adam sangat terobsesi untuk menghancurkan reputasi keluarga kita?
📱:Baiklah, Memang ada hal yang membuat om Adam menaruh rasa tidak suka terhadap keluarga kita
📱:Apa itu, Dad?
📱:,Semua tentang masa lalu. Ceritanya sangat panjang. Nanti akan daddy ceritakan kalau Daddy sudah ada di indonesia.
__ADS_1