Terjerat Cinta Penguntit Cantik

Terjerat Cinta Penguntit Cantik
Menjadi kambing hitam


__ADS_3

Tanpa terasa satu jam sudah berlalu, Devano dan juga Nadira sudah siap untuk kembali ke jakarta. Bukan hanya Nadira dan Devano, Tapi juga Dion, Bella dan Zein yang ikut melakukan penerbangan di jam yang sama dengan Devano.


Tepat saat jam sudah menunjukkan pukul 06:30, Pesawat itu benar-benar take off meninggal kota tokyo. Devano duduk bersama dengan Nadira, Dion duduk bersama dengan Bella dan Zein duduk dengan orang asing yang sama sekali tidak di kenalnya.


"Kenapa anda hanya berdua? Dimana istri anda?" tanya Zein pada penumpang yang ada di sebelahnya


Pria itu menoleh pada Zein sambil mengambil nafas sejenak"Istri saya sudah meninggal, Tepat hari di mana dia sudah berjuang melahirkan anak ini" ungkap pria yang ada di samping Zein


Entah kenapa, Perkataan pria itu membuat Zein teringat akan mendiang istrinya yang meninggal sejak 3 tahun yang lalu. Meninggal karna pendarahan saat melahirkan anak pertama mereka yang meninggal di dalam kandungan karna kehabisan air ketuban.


"Felisa, Aku sangat merindukanmu, Sayang. Seandainya kamu dan anak kita masih hidup, Mungkin saat ini aku tidak akan pernah merasakan kesepian seperti saat ini" ujar Zein dalam batinnya


Setelah kepergian istrinya, Zein memang tidak ingin membuka hati untuk wanita lain. Biarpun selama ini sudah banyak wanita yang di pilihkan oleh bundanya, Namun Zein sama sekali tidak tertarik. Masih trauma dengan kepergian istri dan juga anak mereka di hari yang sama . Zein masih takut hal itu dia rasakan lagi. Hingga mau tak mau Zein memutuskan untuk menyibukkan dirinya dengan bekerja.


Ini pertama kalinya Zein kembali ke jakarta setelah cukup lama stay di Tokyo.


🍀🍀🍀


Tanpa terasa sudah 6 jam berlalu. Pesawat yang di tumpangi oleh Devano dan Nadira sudah Landing di jakarta. Pagi ini entah kenapa tidak seperti biasanya. Cuaca mendung serta udara yang cukup dingin membuat Devano langsung membawa Nadira ke Apartemen miliknya, Apartemen yang sudah Devano jadikan mahar pernikahan hari itu. Ya, Kali ini Devano memutuskan agar mereka tinggal di Apartemen untuk sementara waktu.


Di bandara ternyata sudah ada beberapa orang yang sudah menunggu kedatangan Devano. "Selamat pagi, Tuan muda. Bagaimana penerbangan anda?" tanya salah satu ajudan itu pada Devano

__ADS_1


"Pagi, Ya penerbangan saya kali ini cukup istimewa, Karna saya bisa bersama dengan wanita yang paling spesial" balas Devano sambil melirik ke arah Nadira dengan kedua sudut bibir terangkat


Nadira tak membalas apa-apa, Wanita itu hanya tersenyum sambil menundukkan wajahnya yang terlihat sedikit merah.


"Maaf, Tuan. Saya mau menyampaikan kalau Andre sudah menunggu anda di suatu tempat" ujar David pada Devano


"Antarkan saya langsung kesana. Setelah itu ada tugas yang harus kalian lakukan" balas Devano di sela langkahnya.


"Baik, Tuan"


Mereka masuk ke dalam mobil hitam yang sudah terparkir dengan pintu terbuka, Mereka semua masuk ke dalam mobil itu" Langsung ke tempat pertemuan saya dengan Andre" ucap Devano setelah mobil itu sudah keluar dari bandara.


Di Tempat Lain


Semua mimpi serta rencana yang sudah ku susun rapi pada akhirnya harus gagal hanya karna orang itu. Orang yang sudah merebut jam tangan yang aku inginkan saat di acara lelang. Bahkan bukan hanya itu, Dia juga merebut hal yang seharusnya menjadi milikku, Menjadi wanita ku. Bagaimanapun caranya, Aku harus bisa mendapatkan kembali apa yang seharusnya menjadi milikku.


Kedua tanganku mengepal kuat saat mendengar sebuah berita sampah yang seketika seakan merusak pendengaran ku. Berita tentang pernikahan mereka yang di lakukan secara privat dan hanya orang terdekat yang bisa hadir ke dalam acara itu. Ahhh, Rasanya aku sudah kalah beberapa langkah darinya.


Saat mengetahui jika Devano adalah putra dari Wardana, Membuatku ingin terus menyaingi nya, Bukan hanya dalam dunia bisnis, Tapi juga dalam dunia percintaan. Bagaimanapun caranya, Aku harus bisa mendapatkan Nadira kembali. Sosok yang akan sangat menguntungkan perusahaan ku tentunya.


Ya, Sebenarnya aku menginginkan Nadira bukan karna atas dasarnya cinta. Tapi hanya karna sebuah obsesi dan permintaan seseorang. Seseorang yang menjanjikan uang dengan nominal yang sangat besar jika aku dan juga papaku bisa memisahkan Devano dengan Nadira. Oleh karena itu, Aku dan papa mencoba menjalankan cara kita masih-masing untuk memisahkan Nadira dengan Devano yang gak guna itu.

__ADS_1


Namun bodohnya, Tanpa pikir panjang aku memilih cara menggagalkan proyek panthouse yang di pegang oleh perusahaan Wardana grup. Dengan tujuan agar Devano sibuk mengurus hal tersebut tanpa memiliki waktu banyak untuk bersama dengan Nadira. Dengan begitu, Dengan mudah aku bisa mendekati Nadira atau bahkan menjebaknya.


Duuhh, Karna uang kenapa aku mulai memiliki akal jahat begini. Tapi sebenarnya aku terpaksa, Ini semua demi mama, Demi keselamatan mama yang saat ini sedang ada dalam genggaman seorang gangster jahat di kota ini. Demi mama, Aku dan papa rela menjadi kambing hitam untuk keuntungan orang tersebut. Tapi aku sendiri tidak paham apa alasan orang itu meminta agar kami menghancurkan keluarga Wardana. Yang pasti dia bukan orang sembarangan, Dia seorang musuh dalam selimut atau lebih tepatnya duri dalam daging. Karna orang itu adalah orang terdekat keluarga Wardana sendiri.


Dtttt


Dtttt


Dtttt


Mendengar suara dering ponsel, membuatku dengan cepat menatap layarnya. Aku mengambil nafas panjang lalu membuatnya kasar sebelum mengusap tombol hijau di sana.


"Ada apa orang ini menelfon pagi-pagi begini" ucapku sambil terus menatap layar ponsel itu.


📲:Halo, Tuan. Ada apa?


📲:Saya mendapat kabar jika hari ini Devano dan wanita itu sudah tiba di jakarta. Ingat lakukan apa yang sudah saya perintahkan sama kamu. Atau kamu akan tau apa yang bisa saya lakukan terhadap mama mu


Setelah mengatakan hal itu, Tuan Adam atau lebih tepatnya kakak dari tuan Wardana langsung memutuskan sambungan telponnya. Ya, Orang yang selama ini meminta ku dan papa untuk menghancurkan keluarga Wardana adalah tuan Adam. Kakak tiri dari tuan Wardana. Sebenarnya aku sendiri tidak mengerti apa alasan tuan Adam melakukan hal ini, Tapi yang pasti, Semua ini murni bukan atas dasar kemauan ku juga papaku. Kami berdua hanya menjadi sebagai kambing hitam dari kemauan tuan Adam.


Setelah aku bisa mendapatkan mama kembali, Akan aku pastikan, Orang itu mendapatkan ganjaran atas apa yang sudah dia lakukan selama ini. Nafasku naik turun saat mendengar ancaman sampah itu, Ancaman yang selama setahun ini sudah berhasil mengendalikan ku juga papa ku .

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN KOMENTAR YA ALL. BACA NOVEL AUTHOR YANG LAIN JUGA YUK, KASIH LIKE BIAR AUTHOR MAKIN CEMUNGUT


__ADS_2