Terjerat Cinta Penguntit Cantik

Terjerat Cinta Penguntit Cantik
Saingan bisnis


__ADS_3

Setelah turun dari dalam mobil pria itu, Farah melangkahkan kakinya masuk kedalam mansion itu, Pandangannya memperhatikan ruangan itu, Namun tidak ada siapapun di sana.


"Mansion siapa ini?" ujar Farah sambil terus mencari seseorang di sana.


"Selamat datang nona Wilona Wardana" ucap seseorang dari atas tangga.


Farah mengangkat wajahnya, Menatap pada sosok yang baru saja memanggilnya dengan sebutan Wilona Wardana. Namun saat mendengar suara itu membuat Farah memegang kepalanya yang tiba-tiba saja terasa sakit. Apakah Farah akan mengingat semuanya? Karna memang wanita itu amnesia sejak beberapa tahun yang lalu. Bukan hanya tidak ingat tentang siapa keluarganya, Namun Farah juga tidak ingat jati dirinya sendiri.


Setelah cukup lama memegang kepalanya, Farah memejamkan kedua matanya sejenak, Bayangan wajah kedua orang tuanya melintas begitu saja.


"Mommy, Daddy" ucap Farah pelan


Kemudian Farah menoleh pada sosok pria paruh baya yang sudah ada di depannya saat ini. "Siapa, Anda? Kenapa anda membawa saya ke sini? Memangnya anda mengenal saya?" tanya Farah pada pria paruh baya itu.


Pria tak langsung menjawab pertanyaan Farah, Hanya mengulum bibirnya sambil menatap Farah. Hal itu tentu saja membuat Farah semakin tidak paham.


"Kenapa anda diam saja? Kenapa anda tidak menjawab pertanyaan saya tadi" kata Farah lagi


"Mungkin kamu memang sudah lupa akan sayang, Wilona. Tapi saya masih sangat ingat siap kamu dan siapa orang tuamu"


"Maksud anda?"


"Nanti kamu akan tau sendiri apa maksud saya membawa kamu kesini"


Setelah itu, Pria tadi menghubungi seseorang, Memintanya untuk masuk ke dalam mansion itu. Tak butuh waktu lama, Orang yang tadi di hubunginya datang.


"Selamat sore, Tuan Antoni. Ada apa tuan?"


"Bawa dia ke kamar yang sudah kamu siapkan tadi siang. Perketat penjagaan jangan sampai dia keluar tanpa sepengetahuan kita"


Farah yang mendengar itu mengerutkan keningnya. Masih tidak terlalu paham dengan apa yang baru saja di katakan oleh tuan Antonio pada anak buahnya.


"Baik, Tuan"


"Mari ikut saya, Nona" ucapnya dan langsung menarik serta mencengkram tangan Farah kuat.


"Gak mau! Anda mau membawa saya kemana?" tanya Farah sambil mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman pri tadi

__ADS_1


"Tidak perlu banyak tanya, Anda hanya perlu ikut dengan saya. Jangan memberontak jika tidak ingin saya melakukan hal yang kasar" kata pria itu sambil terus menarik kasar tangan Farah.


"Sebenarnya mereka siapa. Kenapa membawa aku tempat ini" kata Farah.


Hingga dengan terpaksa Farah hanya menurut dan diam saja. "Silahkan masuk, Ingat jangan coba-coba keluar dari sini. Karna tuan Antoni akan melakukan hal yang tidak akan pernah anda duga" ujar Pria itu pada Farah dengan penuh penuh penekanan.


Farah tak menjawab. Hanya masuk ke dalam kamar itu sambil terus memperhatikan setiap sudut kamar itu. "Sebenarnya siapa mereka? Dan apa tujuannya membawaku kesini" ucap Farah lagi.


Sedetik kemudian Farah mengambil ponselnya saat teringat akan nama tuan Antoni yang tadi di sebutkan oleh pria yang mengantarnya ke kamar ini.


Farah mencaritahu tentang nama Antoni itu dari google. Keningnya mengerut saat mendapatkan sebuah informasi dari sana. "Antonio saingan bisnis Wardana. Ini kan Daddy, Iya aku masih ingat ini Daddy" ucap Farah saat melihat sebuah Artikel di sana.


Ingatan Farah sudah kembali, Bayangan kejadian 20 tahun yang lalu mulai melintas begitu saja. Kejadian di saat dirinya di culik dan di siksa serta di buang di pinggir jalan hingga membuat kepalanya terbentur dan lupa ingatan.


*


*


*


"Siapa yang telpon jam segini ya. Ganggu saja" ucap Devano sambil mengambil ponselnya dari atas nakas.


Melihat nama Saras yang tertera di sana, Devano langsung mengusap tombol hijau itu.


📱:Halo, Saras. Ada apa kamu menghubungi saya? Bukan kah di sana masih tengah malam


📱:Iya, Pak. Maaf jika saya mengganggu. Tapi ini sangat urgen, Pak. Ini menyangkut tentang proyek panthouse yang sedang berlangsung di jakarta pusat.


📱:Tentang proyek panthouse? Memangnya ada apa? Cepat katakan!


📱:Sebagian bangun itu roboh, Pak. Dan karna hal itu, Perusahaan GM meminta ganti rugi atas semua material yang sudah rusak.


📱:Apa! Bagaimana bisa ini terjadi? Bukankah saya sudah mengatakan jika menggunakan material terbaik. Kenapa hal ini bisa terjadi?


📱: Kalau soal itu saya kurang paham pak, Pak Devano bisa langsung menghubungi pak Bambang. Selaku mandor di sana.


Devano tak menjawab, Pria itu langsung memutuskan sambungan telponnya dan menghubungi Om Firman selaku orang kepercayaan keluarga Wardana.

__ADS_1


"Ahhhhh, Kemana om Firman, Kenap dia tidak menjawab panggilanku. Apa om Firman sudah tidur" ucapnya sambil terus mencoba menghubungi om Firman.


📱:Halo, Tuan muda. Ada apa telfon tengah malam seperti ini? Ada yang bisa saya bantu?


📱:Om, Tolong om Firman cari tahu kenapa proyek Panthouse yang ada di jakarta pusat bisa roboh. Tolong besok om Firman kesana, Saya kembali ke jakarta hari ini.


.


📱:Apa!! Proyek panthouse? Jangan bilang panthouse pelangi? Itu kan sudah setengah jalan, Tuan. Bagaimana bisa bangunan itu roboh


📱: Entahlah. Saya juga tidak mengerti. Tolong om Firma besok pastikan apa yang menjadi penyebab utamanya


📱:Baiklah


Devano memutuskan sambungan telponnya, Saat mendengar berita itu membuatnya ingin segera kembali ke jakarta. Nadira yang mendengar suara panik Devano langsung bangun dari tidurnya.


"Ada apa, Pak? Kenapa wajah pak Devan seperti panik begitu. Apa ada sesuatu yang terjadi?" tanya Nadira pada Devano.


"Proyek panthouse yang ada di jakarta pusat sebagian bangunan ada yang roboh. Saya harus segera kembali ke jakarta siang ini. Padahal kamu tau sendiri kan jika semua material yang di gunakan dalam bangunan itu material terbaik"


"Apa!! Kenapa bisa terjadi seperti itu, Pak? Jika seperti ini, Wardana Grup akan mengalami kerugian yang cukup besar. Bukan kah proyek itu proyek yang paling besar tahun ini?"


"Iya. Oleh karena itu, saya harus kembali ke jakarta secepatnya. Saya ingin mencari tau sendiri apa penyebab utamanya. Kamu mau ikut saya atau tetap di sini?" tanya Devano sambil menatap Nadira.


"Aku ikut, Aku juga ingin membantu menyelidiki masalah ini, Karna aku yakin, Ada seseorang yang memang sengaja mau melakukan hal ini terhadap perusahaan Wardana Grup" balas Nadira sambil menoleh pada Devano.


Mendengar itu tiba-tiba saja membuat Devano teringat akan salah satu perusahaan yang selama ini selalu menjadi saingan Wardana Grup.


"Apa ini ulah orang itu?' ucap Devano dalam batinnnya


"Kalau begitu, Sekarang kamu mandi dan bersiap. Saya akan mencari tiket dengan penerbangan pagi ini." ucap Devano pada


Nadira.


Nadira tak menjawab hanya langsung berlalu dari sana dan masuk ke dalam kamar mandi. Setelah kepergian Nadira, Devano kembali mengambil ponselnya dan memesan 2 tiket dengan tujuan jakarta. Beruntung karna langsung mendapatkan tiket dengan penerbangan 1 jam dari sekarang.


"Akhirnya dapet. Awas saja anda, Antonio. Kalau sampai ini benar-benar ulah anda, Akan saya pastikan anda menyesal karna sudah bermain-main dengan saya, Devano wardana" pekiknya sambil mengepalkan kuat kedua tangannya.

__ADS_1


__ADS_2