
"Kita lanjut ronde selanjutnya nanti malam ya, Istriku sayang" kata Devano tepat pada telinga Nadira. Membuat wanita itu mengangkat sebelah sudut bibitnya.
"Dasar suami mesum" cibir Nadira dan langsung berlalu dari hadapan Devano. Meninggalkan pria itu yang sudah mengulum bibit di sana. Merasa lucu dengan raut wajah Nadira saat ini. Wajahnya meron saat mendengar apa yang baru saja dia katakan.
"Dasar istri kecilku" ujar Devano sambil terus mengulum bibirnya.
Devano dan Nadira memang memiliki selisih jarak umur 6 tahun. Oleh karena itu, Sejak dulu Devano sering memanggil Nadira dengan sebutan anak kecil.
Di Tempat Lain
Maafkan, Aku Nona. Mungkin memang hanya itu yang bisa menjadi salah satu cara agar saya bisa mengenalmu. Entah kenapa, Saat melihat mu saat di pom bensin tadi membuatku langsung merasa tertarik. Senyumanmu seketika meninggalkan bekas yang langsung mampu membuat rasa candu itu muncul dari dalam benakku.
Reza membatin sambil terus menatap Risa. Saat ini mereka berdua sudah ada di salah satu restoran yang ada di dalam mall itu.
"Maaf, Mas Reza. Mau pesan apa?" tanya Risa setelah waiters itu menghampiri meja mereka.
Reza tak menjawab. Pria itu masih terdiam tak bergeming. Tatapannya terkunci pada sosok gadis yang ada di hadapannya saat ini.
Kenapa gadis ini terlihat sangat cantik sekali. Sosok ini tidak pernah aku temukan pada wanita lain
Batin Reza lagi sambil terus menatap Risa tanpa mengedipkan matanya. "Mas Reza" panggil Risa lagi
Mendengar suara itu, Membuat Reza langsung tersadar. "Cantik....Cantik.. Eh" Reza menutup mulutnya.
"Astaga. Kebiasaan laknat. Dasar mulut tidak tau tempat. Memalukan sekali" batin Reza lagi saat latahnya tiba-tiba saja kumat. Membuat Risa mengerutkan keningnya.
"Sorry" ucap Reza sambil mengangkat kedua sudut bibirnya. Merasa sedikit tidak enak hati karna sudah latah di saat yang tidak tepat.
"Mau pesan apa, Mas?" ulang Risa lagi sambil memperlihatkan buku menu yang ada di tangannya pada Reza.
Reza tak langsung menjawab. Pria itu masih memperhatikan satu persatu menu yang ada di sana. Hingga tatapan Reza tertuju pada salah satu menu yang ada di sana.
__ADS_1
"Saya pesan ini saja" tunjuknya pada salah satu menu di sana.
"Spaghetti? Minumnya apa?" tanya Risa lagi
"Oren jus"
Risa mengangguk paham. Wanita itu langsung menatap pada waiters yang masih menunggu di sana.
"Spaghetti Nya 2 sama sama oren jus nya juga dua ya mbk. Eemm sama Dessert tiramisunya juga 2. Udah itu aja" ucap Risa sambil mengangkat kedua sudut bibirnya.
"Baik, Kak. Mohon di tunggu sebentar ya" balas Waiters itu serta langsung berlalu dari hadapan Risa dan juga Reza.
Risa yang merasakan jika sejak tadi Reza memperhatikannya, Membuat wanita itu mengerutkan keningnya sambil ikut menatap pada dirinya sendiri. Risa takut ada yang aneh dari penampilannya. ..
"Kenapa mas Reza liatin Risa seperti itu? Penampilan Risa ada yang aneh ya?" tanya Risa pada Reza
"Ahh. Tidak kok. Hanya saja saya ingin menatap kamu. Kamu benar-benar cantik"
Mendengar itu membuat wajah Risa merona. Pasalnya, Ini adalah pertama kalinya ada sosok laki-laki yang mengatakan jika Risa cantik.
Batin Risa sambil mengangkat kedua sudut bibirnya
Reza masih terus menatap wanita itu"Oh iya, Risa. Katanya kamu mau kasih nomor ponselmu. Ayo man?" ucap Reza pada Risa.
Risa mengambil ponselnya lalu memberikan nomornya pada Reza. Reza yang sudah mendapatkan nomor ponsel Reza tentu langsung mencoba dan menelfon nomor itu.
Dttttt
Dtttt
Dtttt.
__ADS_1
Benar saja, Saat Reza melakukan panggilan pada nomor yang di berikan oleh Risa, Ponsel wanita itu langsung berdering. "Simpan ya, Itu nomor ponsel saya" ucap Reza sambil mengangkat kedua sudut bibirnya.
"Iya"
Tak lama kemudian. Makanan pesanan mereka sudah datang. Sebelum menikmati makanannya yang sudah tersaji, Reza masih memperhatikan Risa yang sedang mengaduk oren juss miliknya.
"Kenapa kamu juga pesan spaghetti? Bukannya tadi banyak menu lainnya ya?" tanya Reza pada Risa
Mengangkat wajahnya dan menoleh pada Reza yang masih memperhatikannya. "Ah iya, Memang di buku menu tadi banyak makanan lain. Hanya saja aku ingin makan spaghetti saja" balas Risa pada Reza.
Padahal alasan aslinya kenapa Risa juga ikut memesan spaghetti bukan karna dia ingin memakan makanan itu. Tapi makanan itu mengingatkannya pada sosok Devano. Tepat saat dia mendengar jika Reza memesan Spaghetti, Membuat Risa ingin mengulang kenangan saat bersama Devano satu tahun yang lalu. Karna hanya itu satu-satunya cara agar Risa bisa melupakan Devano dan membuang seluruh perasaan yang dia miliki selama ini.
"Ada apa denganmu, Nona? Kenapa wajahmu tiba-tiba saja terlihat sedih begitu?" tanya Reza saat melihat raut wajah Risa yang tiba-tiba berubah.
"Aku tidak apa-apa kok. Silahkan nikmati makanannya. Selamat makan"
"Sudah, Biarpun saya hanya orang baru. Tapi kalau kamu mau berbagi atau mau cerita, Aku siap kok jadi pendengar yang baik. Karna terkadang kita memang perlu menceritakan hal yang mungkin saja menjadi hal yang cukup menyesakkan" ujar Reza sambil menatap hangat pada Risa.
Risa tak menjawab, Wanita itu hanya membalas tatapan Reza yang terlihat tulus"Mungkin apa yang dia katakan memang benar. Aku tidak boleh memendam semuanya sendiri, Karna kalau seperti ini, Rasanya hatiku terus saja sesak. Perasaan tak terbalas ini sudah membuat ku merasakan sakit yang luar biasa. Tak berdarah namun sangat menyesakkan" batin Risa sambil terus menatap pada Reza
"Tidak perlu merasa tidak enak, Anggap aku sebagai saudara laki-laki mu. Biarpun kita baru saja kenal, Tapi entah kenapa rasanya saya tidak ingin melihatmu bersedih seperti itu"
Mendengar itu membuat Risa mengangkat kedua sudut bibirnya"Kita makan dulu saja, Nanti saya akan cerita tapi jangan di sini" kata Risa pada Reza
"Baiklah"
Setelah itu. Mereka berdua sama-sama menikmati spaghetti nya masing-masing. Tidak ada pembicaraan di antara keduanya. Hanya ada suara alat makan saja di sana.
20 Menit kemudian, Mereka berdua sudah selesai. Saat ini mereka sudah ada di sebuah taman yang tak jauh dari mall itu.
"Maaf jika saya ingin tau dengan apa yang kamu rasakan saat ini" ujar Reza pada Risa
__ADS_1
"Tidak masalah. Karna jujur saja, Aku juga butuh tempat untuk berbagi. Sosok yang bisa memahami bagaimana perasaan saya" balas Risa pada Reza
JANGAN LUPA LIKE SAMA KOMEN NYA YA