Terjerat Cinta Penguntit Cantik

Terjerat Cinta Penguntit Cantik
Amnesia


__ADS_3

"Hmmm. Bahkan dia yang sudah mendonorkan darahnya pada wanita yang tidak tau diri itu" ujar Bella pada Daniel.


"Hah. Jadi"


"Iya. Nadira yang sudah mendonorkan darahnya" terang Bella lagi.


Daniel mengambil nafas dalam"Ternyata Nadira masih tetep care setelah apa yang sudah Widia lakukan di masa lalu" kata Daniel sambil menoleh pada Bella.


Kalimat itu tentu saja langsung mampu membuat Bella mengerutkan kecil keningnya, Pasalnya Bella tidak tau jika Daniel memang mengetahui semuanya.


"Maksud kamu apa, Daniel? Memangnya kamu tau-" perkataan Bella terhenti saat Danil menimpalinya"Iya. Aku tau semuanya. Aku tau jika Widia sudah merebut Nathan dari Nadira. Bahkan aku juga tau tentang satu hal yang mungkin memang tidak pernah kalian berdua tau" terang Daniel lagi.


Lagi san lagi, Perkataan Daniel semakin membuat Bella mengerutkan keningnya"Maksudnya?" tanya Bella penasaran.


"Oh tidak penting. Maaf aku harus pergi. Masih banyak pasien yang harus aku periksa" Danil berlalu dari hadapan Bella juga Dion.


"Apa maksud perkataan Daniel ya, Sayang. Kenapa aku merasa ada hal yang dia sembunyikan dari aku dan juga Nadira. Apa dia tau sesuatu" kata Bella sembari terus menatap pundak Daniel yang sudah semakin menjauh.


"Entahlah, Sayang. Kalau aku perhatikan dari segi bicaranya, Sepertinya dia memiliki rasa pada wanita yang bernama Widia" terang Dion


"Kenapa kamu bisa berkata seperti itu?"


Dion menatap Bella"Apa kamu lupa jika kekasihmu ini juga seorang Detektif. Masih meragukan kemampuanku yang tersembunyi? Hmm"


"Iya lupa kalau kamu bisa tau tentang segala hal"


Di Dalam Ruangan IGD


"Sayang, Kenapa kamu mau mendonorkan darah pada wanita itu, Bukan kah kamu dulu pernah bilang jika sahabat kamu yang bernama Widia sudah menggoreskan luka yang begitu dalam. Lalu kenapa kamu harus berbaik hati memberikan darah itu padanya. Apa memang segampang itu kamu memaafkan?"

__ADS_1


Devano menatap wajah Nadira sambil menanyakan hal yang sejak tadi sangat mengganggu. Mendengar pertanyaan Devano membuat Nadira mengulum bibirnya"Aku punya satu pertanyaan buat oppa" ujarnya"Pertanyaan. Memangnya pertanyaan apa, Sayang?" tanya Devano yang mulai merasa penasaran.


"Seandainya kita melihat orang masuk jurang, Apa kita juga harus ikut terjun?" hanya Nadira sambil menatap Devano yang sudah kelihatan bingung dengan pertanyaan itu.


"Ya tentu saja tidaklah sayang. Gila apa mau ikut terjun ke jurang. Sayang nyawa lah" balasnya pelan. Mendengar itu tentu saja membuat Nadira semakin mengulum bibirnya"Lalu kenapa kamu masih bertanya kenapa aku mau mendonorkan darah untuk Widia setelah apa yang dia lakukan"


"Sampai di sini kamu paham kan. Jika tak semua hal harus di balas dengan hal yang serupa. Apalagi ini menyangkut hidup seseorang. Jika Allah saja selalu memaafkan hambanya, lalu kenapa aku harus dendam. Lagian semuanya sudah berlalu, Pak. Biarkan menjadi masa lalu" kata Nadira pada Devano.


Mendengar itu membuat Devano terdiam, Pria itu menatap Nadira hangat"Ternyata kamu memang sebaik itu, Nadira. Kenapa selama ini saya tidak menyadari jika kamu wanita limited edition yang sudah sangat jarang di temukan jaman sekarang. Walaupun terkadang kamu menyebalkan, Tapi ternyata kamu memiliki hati yang luasnya seperti samudra" batin Devano sambil terus menatap Nadira


"Kenapa kamu liatin aku seperti itu, Pak?" kata Nadira yang memanggilnya dengan sebutan pak.


"Kenapa pak lagi, Panggil Oppa" tegur Devano"Tapi aku lebih nyaman manggil pak..Masih belum terbiasa sama panggilan itu"


*


*


*


"Dimana kamu, Farah. Kenapa rasanya begitu sulit untuk sekedar mencari keberadaan mu" ujar Alex yang terdengar sangat lirih. Ya, Dia adalah Alex, Suami dari Farah.


Sejak melihat bagaimana Vanya kala itu, Membuat Alex merasa sangat bersalah pada Farah. Bahkan pria itu sudah berniat untuk meminta maaf pada Farah dan ingin memperbaiki segalanya.


"Aku janji akan memperbaiki segalanya, Farah. Kamu dimana" ucapnya lagi sambil terus memperhatikan tempat itu.


Tiba-tiba saja Alex teringat akan perkataannya sendiri waktu itu yang dia ucapkan pada Farah.


Mau sampai kapanpun, Kamu hanyalah orang asing dalam hidup saya. Orang asing yang terpaksa harus tinggal satu atap. Ingat, Jangan pernah berharap lebih dengan pernikahan ini

__ADS_1


Kata-kata itu tiba-tiba saja terngiang begitu saj. Membuat Alex mengambil nafas panjang. Rasa penyesalan itu baru dia rasakan setelah semuanya hilang.


Di Tempat lain


"Lepaskan saya. Kamu mau membawa saya kemana?" tanya Farah saat ada seseorang yang tiba-tiba saja datang dan membawanya masuk ke dalam mobil. Bahkan Farah tidak mengenal siapa orang itu.


"Saya mohon, Jangan jahatin saya. Tolong turunin saya di sini, Jangan bawa saya kemana-mana" pinta Farah dengan suara lirih


Namun pria yang saat ini sedang mengemudi hanya diam tak banyak bicara. Pria itu hanya sesekali melirik Farah dari kaca spion mobilnya.


"Sebenarnya kamu mau membawa saya kemana? Kenapa sejak tadi kamu hanya terus melajukan mobil ini. Saya mohon" Farah mulai terisak. Wanita itu takut jika pria yang ada di depannya saat ini adalah orang suruhan dari Alex. Farah masih takut jika Alex akan membuatnya menggugurkan kandungannya lagi.


"Tenanglah, Saya tidak akan jahatin kamu. Di sini saya hanya menjalankan perintah dari seseorang" ucap pria itu


"Seseorang, Seseorang siapa?"


Farah terus menatap pria itu. Namun pria itu kembali diam, dia tidak menjawab apa yang ingin Farah ketahui jawabannya.


"Kenapa kamu diam saja? Siapa orang itu?" tanya Farah lagi


"Nanti kamu juga akan tau sendiri siapa orangnya"


Farah mengambil nafas dalam. Tak mau lagi bertanya akan hal yang akan berujung percuma. Wanita itu memilih diam dan mengikuti kemana pria ini membawanya. Hingga tak berselang lama, Mobil itu berhenti di depan salah satu mansion mewah.


"Mansion siapa ini?" batin Farah sambil menatap pada mansion itu.


Pria tadi membuka pintu mobilnya dan meminta Farah untuk turun dari sana"Ini mansion siapa? Kenapa kamu membawa saya kesini?" tanya Farah lagi


"Silahkan masuk. Tuan sudah menunggu anda" ucapnya pada Farah

__ADS_1


Tak mau lagi banyak bertanya, Farah hanya langsung masuk kedalam mansion mewah itu, Saat sudah sampai di dalam, Farah tidak menemukan siapa-siapa di sana.


"Selamat datang, Wilona Wardana" ucap seorang pria yang baru saja turun dari tangga. Mendengar nama itu membuat Farah terdiam. Kepalanya mendadak sakit saat mendengar nama Wilona wardana. Apa ingatan Farah akan kembali setelah puluhan tahun amnesia karna kejadian kala itu.


__ADS_2