Terjerat Cinta Penguntit Cantik

Terjerat Cinta Penguntit Cantik
Mencari pelaku


__ADS_3

"Ayah, Jadi Daniel sudah menikah dan memiliki anak" ucap Widia sambil menundukkan wajahnya.


Widia kembali masuk ke dalam ruangan rawat inapnya dengan perasaan tak menentu. Awalnya Widia ingin mengejar Daniel dan mau mengatakan perihal anak mereka yang Widia taruh di panti asuhan satu tahun yang lalu. Tepatnya setelah perceraiannya dengan Nathan.


"Seandainya waktu itu aku tidak meminta Daniel untuk pergi, Dan membiarkan dia tetap di sampingku, Mungkin saat ini aku tidak akan merasa kesepian seperti ini. Mungkin aku sudah bisa merasakan bagaimana hidup bahagia bersama Daniel dan juga anak kami" ucap Widia yang terdengar sangat lirih.


Sedangkan Daniel, Setelah sambungan telponnya terputus, Pria itu masuk ke dalam ruangannya dan mengambil barang-barangnya lalu memutuskan untuk pulang. Karna memang sebenarnya jadwal jaga Daniel hanya sampai jam 07:00 pagi. Hanya saja karna menunggu hingga Widia sadar membuat Daniel enggan untuk pulang sampai jam 13:30 siang.


Sebelum pulang, Daniel masih memesankan makanan kesukaan Widia dan meminta suster untuk mengantarnya kesana. Daniel juga menuliskan sebuah pesan di kertas untuk Widia yang dia letakkan di samping makannnya.


"Sus. tolong antarkan makanan ini ke kamar melati nomor 2" ucap Daniel sambil menyerahkan nampan yang berisi Sushi juga segelas susu putih pada suster itu


"Baik dokter"


Suster itu langsung membawa makanan Daniel ke dalam ruang rawat Widia. Saat sudah tiba di sana, Ternyata Widia berdiri di depan jendela kamar ruangan rawat inapnya.


Mendengar suara pintu terbuka membuat Widia membalikkan tubuhnya. Menoleh ke arah suster yang saat ini sedang berjalan ke arahnya dengan membawa nampan yang berisi sushi dan segelas susu putih.


Keningnya mengerut saat melihat isi nampan itu"Suster tidak salah bawa makanan kan?" ucap Widia sambil menatap nampan yang masih ada di tangan suster itu.


"Tidak, Nona. Silahkan anda makan. Ini makanan pemberian dari dokter Daniel" balas suster itu dan langsung memberikan nampan nya pada Widia

__ADS_1


Widia hanya menerimanya sambil terus menatap nampan itu. Keningnya mengerut saat melihat sebuah kertas di sana. Wanita itu mengambilnya dan membaca isi dari kertas itu.


Jangan melakukan hal yang akan membuatmu kehilangan satu persatu orang terdekatmu. Ketahuilah, Setiap orang punya cerita dan jalan hidup nya masing-masing. Jangan pernah merasa hidupmu yang paling kelam, Karna kamu sendiri tidak pernah tau apa yang sebenarnya orang lain rasakan. Bisa saja ujian hidup mereka lebih berat, Hanya saja mereka pandai menyikapi bagaimana menghadapi masalahnya tanpa memperlihatkan kepada orang lain. Ingat satu hal, Setiap jalan tidak akan pernah selalu lurus. Akan selalu ada tikungan, turunan dan juga tanjakan di dalamnya. Bukan kah sebuah bunga kuncup tidak selalu mekar secara bersamaan? Berubah Lah! Perbaiki hidupmu. Karna dunia tak sekejam apa yang kamu pikirkan. Hanya saja semua butuh proses yang harus kamu lalui dengan cara yang kamu bisa. Fighting! ikuti alur skenario yang sudah di tetapkan untu mu. Nikmati prosesnya, Percayalah, Semua akan indah pada waktunya. Allah tau kapan kamu bahagia.


Kedua sudut bibir Widia terangkat setelah selesai membaca surat itu. Memang benar apa yang di katakan oleh Daniel. Bukankah semua bunga tidak selalu mekar secara bersama. Semua butuh proses dan harus mereka lalui masing-masing.


"Terimakasih, Daniel. Terimakasih karna kamu sudah mau mengingatkan ku. Kamu benar, Aku harus berubah dan memperbaiki hidupku" ucap Widia sambil terus menatap kertas itu.


Di tempat lain


"Kenapa hidupku jadi seperti ini. Arrgghhhhhh" Ratna mengacak rambutnya kasar.


Merasa sangat menyesal karna sudah mengkhianati Devano dengan Fadil. Pria yang saat ini sudah membuangnya dan memilih pergi bersama wanita lain yang bisa Fadil tumpangi kekayaannya.


Tepat saat di lampu merah, Tanpa sengaja tatapannya mengarah pada mobil hitam yang ada di sampingnya. Kedua mata Ratna memicing untuk memastikan siapa yang ada di dalam mobil itu.


"Devano. Iya, Itu kan Devano. Siapa wanita yang sedang bersandar pada pundaknya itu" kata Ratna lagi sambil terus memperhatikan siapa wanita yang ada di samping Devano.


"Aku harus bisa mendapatkan Devano lagi. Bagaimanapun caranya, Aku harus bisa mendapatkan Devano kembali. Iya, Aku harus bisa mendapatkan Devano kembali" kata Ratna sambil terus menatap mobil hitam di sana.


"Tapi siapa wanita yang ada di samping, Devano?" kata Ratna lagi

__ADS_1


Ratna masih terus menatap mobil itu hingga tak berselang lama, Lampu sudah berubah menjadi hijau. "Ya, Bagaimanapun caranya aku harus bisa memiliki Devano kembali. Karna hanya dia yang bisa aku harapkan untuk saat ini" kata Ratna lagi.


Di dalam mobil


Devano masih terus menatap wajah Nadira yang sudah semakin lelap dalam tidurnya. Tiba-tiba ponselnya berdering dan membuat Devano mau tidak mau harus mengalihkan perhatiannya pada ponsel itu.


Melihat nama Firman yang tertera di sana membuat Devano mengusap tombol hijau itu cepat. Devano langsung bisa mendengar suara Firman dari ujung telfon.


📲:Selamat pagi, Tuan muda.


📲:Halo, Om. Bagaimana? Apa sudah ada kabar baik tentang apa yang saya perintahkan malam tadi?


📲:Sudah, Tuan. Sebentar lagi saya akan mengirimkan sebuah rekaman video rekaman CCTV yang saya dapat dari sebuah ruko kecil yang ada di sebrang jalan bangunan panthouse, Tuan


📲:Baiklah, Om. Apa om tau siapa pelakunya?


📲:Belum, Tuan. Saya masih meminta anak buah saya untuk mencari tau siapa sosok yang ada di dalam video itu.


📱:Baiklah, Om. Jika ada perkembangan lebih lanjut, Segera hubungi Devano


Sambungan telponnya langsung terputus. Devano membuka rekaman Video yang baru saja di kirim oleh om Firman. Sebuah rekaman cctv dari kejadian saat sebagian bangunan panthouse itu mengalami kendala. Dan ternyata memang benar. Di balik kejadian itu, Ada seseorang yang sudah dengan sengaja menukar barang-barang material yang sudah di persiapkan oleh pihak Wardana Grup dengan bahan material yang sangat mudah hancur.

__ADS_1


"Kurang ajar! Ternyata memang ada orang yang dengan sengaja menukar semua barang-barang material ini. Siapapun pelakunya, Akan saya pastikan dia mendapatkan balasan yang setimpal" ucap Devano sambil terus memperhatikan rekaman cctv itu


Hingga tak lama kemudian, Devano merasa seperti mengenali salah satu pelaku dalam video itu"Kenapa postur tubuh orang ini seperti"


__ADS_2