Terjerat Cinta Penguntit Cantik

Terjerat Cinta Penguntit Cantik
Rencana Wardana


__ADS_3

"Iya pabrik baru buat memproduksi produk baru buat kedua orang tua kita sayangku" kata Devano sambil menatap Nadira.


Mendengar perkataan Devano membuat wajah Nadira merona. "Ihss kamu itu ya, Oppa. Jangan kumat mesumnya" balasnya sambil mengangkat kedua sudut bibirnya


"Biarin aja. Mesum sama istri sendiri juga. Sudah sah-sah saja, Sayang. Ayo kamu makan yang banyak. Persiapan buat nanti malem" ujarnya lagi yang sengaja ingi membuat Nadira semakin merona.


Di Tempat Lain


"Bagaimana, Apa kamu sudah menemukan di mana keberadaan Farah?" tanya Alex pada salah satu orang suruhannya.


"Sudah, Tuan. Saat ini istri anda ada di sebuah mansion mewah yang ada di jakarta selatan" balasnya.


Kening Alex mengerut kecil"Ada di sebuah mansion mewah? Apa kalian tau siapa pemilik mansion itu?" tanya Alex lagi


"Tau, Tuan. Namanya tuan Antonio. Salah satu pengusaha sukses di jakarta" terangnya.


"Bawa saya kesana. Kita cari cara agar bisa membawa Farah keluar dari sana. Bagaimanapun caranya, Kalian harus bisa. Dan saya tidak mau tau itu"


"Baik, Tuan. Kami akan mengusahakan yang terbaik"


"Good. Secepatnya saya mau kalian membawa Farah keluar dari saya"


Di Mansion Antonio


Nathan yang baru saja tiba di sana langsung masuk serta berteriak-teriak sambil memanggil sang papa di sela langkahnya.


"Papa... Papa" panggil Nathan yang terlihat cukup panik


"Papa.... Papa" panggil Nathan lagi. Namun tidak ada sahutan dari papanya. Membuat Nathan mendengus sebal.


Nathan naik ke atas tangga. Menaiki anak-anak tangga di sana dengan langkah lebarnya. Setelah sampai di atas. Nathan langsung menuju ruangan kerja papanya yang ada di ruangan paling ujung.


Tanpa mengetuk pintu, Nathan langsung saja masuk ke dalam ruangan itu, Nafasnya naik turun, Perkataan Adam beberapa saat yang lalu masih terngiang begitu saja.


Kamu lakukan apa yang saya perintahkan. Kalau sampai hari ini saya tidak mendapatkan kabar baik, Jangan salahkan saya jika mama mu akan kembali tanpa bernyawa lagi


Kata-kata itu terus saja terngiang pada indra pendengaran Nathan. Antonio yang melihat kedatangan Nathan dengan nafas yang naik turun tentu saja langsung merasa penasaran.

__ADS_1


"Ada apa, Nathan? Kenapa kamu terlihat gelisah dan panik seperti itu? Apa yang terjadi" tanya Antonio dengan raut wajah penasaran.


"Adam, Papa. Dia mengancam jika kita tidak melakukan perintahnya, Maka mama akan kembali tanpa bernyawa lagi. Bagaimana ini?"


Mendengar itu membuat tuan Antonio bangun dari duduknya"Kurang ajar! Kita lakukan apa yang dia minta hari ini. Jangan sampai mama mu kenapa-napa. Papa tidak mau ambil resiko lagi. Papa masih belum siap untuk kehilangan mama buat selamanya" pungkas Antonia serta langsung keluar dari ruangan kerjanya.


"Papa mau kemana?"


Antonio menghentikan langkahnya, Menoleh kembali pada Nathan yang masih terdiam di tempatnya"Kamu mau mama tetap hidup apa tidak?" tanya nya tanpa menunjukkan ekspresi apapun dari wajahnya.


"Tentu saja, Pa. Nathan tidak mau jika mama sampai kenapa-napa" balasnya


"Yasudah. Kalau begitu kamu ikut papa. Papa tau apa yang bisa membuat keluarga WARDANA hancur" kata Antonio lagi serta kembali melangkahkan kakinya.


Dengan langkah lebar, Nathan mengekor di belakang tubuh sang papa. Mengikuti langkahnya yang menuju kesebuah kamar yang ada di lantai dua.


Tepat saat sudah sampai di sana, Antonio menatap pada kedua anak buahnya yang dia minta untuk berjaga di depan kamar tempat Farah"Keluarkan perempuan itu, Bawa dia ke markas" ucapnya


"Baik, Tuan"


Orang tadi langsung membuka kamar Farah. Menatap tajam Farah yang sedang terdiam sambil menatap ke luar jendela. Saat mendengar suara pintu terbuka, Serta suara langkah kaki, Membuat Farah membalikkan tubuhnya" Ngapain kelian kesini?" tanya Farah sambil memperhatikan kedua pria berpakaian serba hitam sedang berjalan ke arahnya.


"Jangan banyak bicara, Nona. Menurut Lah dan ikut bersama kami. Atau kami akan melakukan kekerasan"


"Sebenarnya kalian mau membawaku kemana? Apa salahku? Kenapa kalian tidak pernah menjawab serta memberikan sebuah alasan kenapa kalian membawaku ke tempat ini" titahnya sambil berusaha melepaskan cengkraman tanga. salah satu orang itu.


"Diam! Atau anda akan menyesal"


Akhirnya mau tidak mau, Farah memutuskan untuk diam. Memilih pasrah dan mengikuti kemana mereka akan membawanya.


Sebenarnya apa mau mereka. Kenapa mereka menyeret ku seperti ini.


Batin Farah sambil menatap punggung pria yang menarik tangannya. Entah kemana mereka akan membawa Farah kali ini..


Setelah tiba di luar, Farah langsung di bawa masuk ke dalam mobil hitam di sana. Kemudian mobil itu langsung melesat keluar dari mansion itu.


Di luar, Ternyata ada Alex dan juga beberapa anak buahnya yang memang sejak tadi sudah mengintai mansion milik Antonio.

__ADS_1


Melihat Farah di bawa masuk ke dalam mobil itu, Membuat Alex mengerutkan keningnya"Mereka mau membawa Farah keman" ucap Alex sambil memperhatikan mobil hitam yang sudah melaju cukup cepat.


"Ikuti mobil itu, Jangan sampai kita kehilangan jejaknya. Atau bahkan kalau perlu, Nanti kita hadang mobil itu setelah ada tempat yang cukup sepi" pinta Alex pada mereka


"Baik, Tuan" balasnya


Pria itu ikut melajukan mobilnya. Mengejar mobil Alphard hitam yang sudah membawa Farah entah kemana"Sebenarnya ada hubungan apa Farah dengan merek" kata Alex lagi sambil terus memperhatikan mobil hitam yang ada di depannya.


Di Tokyo


Dttttt,,,,Dttttt,,,,,Dtttttt


Mendengar suara dering ponsel, Membuat Wardana mengalihkan perhatiannya pada benda pipih itu. Kedua matanya menatap tajam layar ponselnya.


"Mau apa lagi orang ini" gumamnya sambil membuka sebuah pesan singkat yang di kirimkan oleh Antonio.


[ Kali ini saya tidak sedang main-main, Wardana. Lakukan apa yang saya katakan kemarin atau anak mu Dania yang akan menjadi korbannya ]


Setelah membaca pesan itu, Kedua tangan Wardana mengepal kuat, Matanya seketika menjadi merah.


"Rupanya Antonio ingin bermain-main denganku. Baiklah, Akan aku perlihatkan siapa Wardana sebenarnya" ujar Wardana sambil mengetik sebuah pesan balasan untuk Antonio.


[ Silahkan lakukan apapun yang anda mau. Tapi ingat, Jangan salahkan saya jika saya melakukan hal yang ada di luar nalar pikiran anda! ] kirim


Setelah itu, Wardana menghubungi salah satu anak buahnya. Dan tak butuh waktu lama, Orang di ujung telpon langsung mengangkat telponnya.


📱:Halo, Tuan. Ada yang bisa saya lakukan?


📱: Saya mau kamu melacak keberadaan orang yang akan saya kirim nomornya. Siapkan semua anggota. Saya akan meminta Devano untuk mendampingi kalian.


📱:Baik, Tuan. Siap laksanakan


Setelah mengatakan hal itu, Wardana langsung memutuskan sambungan telponnya. Pria paruh baya itu mencari nomor ponsel Firman dan mengirimkan pesan singkat padanya.


[ Saya minta lumpuhkan total PT JM sekarang juga ] kirim


Dttt,,,Dtttt,,,,,Dtttt

__ADS_1


[ Baik, Tuan. ]


__ADS_2