Terjerat Cinta Penguntit Cantik

Terjerat Cinta Penguntit Cantik
Balasan pesan untuk Devano


__ADS_3

Apa yang Fadil katakan seketika membuat Ratna bungkam. Lidahnya seakan kelu untuk sekedar menjawab apa yang baru saja dia dengar dari Fadil. Kejadian beberapa tahun yang lalu kembali melintas begitu saja, Teringat akan hal itu membuat kedua matanya memanas, Dadanya mendadak sesak seakan pasokan oksigen itu susah untuk sekedar masuk pada rongga paru-parunya.


"Mulai malam ini kamu tinggal sama papa, Ratna. Karna mama akan pergi jauh dari kota ini" kata mama Ratna sambil memasukkan pakaiannya ke dalam koper.


"Ma, Mama mau kemana? Jangan tinggalkan Ratna, Ma. Ratna masih sangat membutuhkan Ratna" balas Ratna di sela isak tangisnya. .


"Di sini sudah bukan tempat mama. Mama pergi, Kamu tetap di sini bersama dengan papamu yang Brengsek itu" kata mamanya Ratna lagi dan langsung keluar dari dalam kamarnya. Meninggalkan Ratna yang sudah sangat terisak.


"Jangan pergi, Ma. Jangan tinggalkan Ratna" kata Ratna lagi, Namun sang mama sama sekali tak menggubris perkataannya.


Saat Ratna ikut mengekor di belakang sang mama, Tiba-tiba saja dia melihat sang papa sudah membawa wanita lain masuk ke dalam rumahnya. "Ratna. Mulai malam ini, Tante Ratih akan tinggal di sini, Suka atau gak suka, Kamu harus bisa menerimanya" Selepas mengatakan itu, Ayah Ratna langsung berlalu meninggalkan Ratna yang sudah mematung di sana.


Ratna terlahir dari keluarga yang bisa di bilang kaya raya. Bahkan kedua orang tuanya adalah salah satu orang yang paling di senangi di kotanya. Namun setelah kabar perselingkuhan papanya serta kabar perceraian yang terjadi pada kedua orang tuanya, Semuanya hancur, Hidupnya yang dulu bisaa di bilang sempurna sirna dalam sekejap. Hidupnya benar-benar hancur setelah kejadian malam itu.


Ratna yang baru saja lulus sekolah menengah atas menjadi sedikit liar, Ratna sering menghabiskan waktunya di dunia malam. Bahkan keluar masuk club sudah menjadi kebiasaannya. Sehingga tanpa sadar, Dia sudah menghabiskan malam bersama dengan pria yang awalnya sama sekali tidak di kenalnya.


Ratna membelalakkan kedua matanya saat melihat bercak darah di atas ranjang hotel itu, Dia menolah ke sekeliling kamar namun tidak menemukan siapapun di sana, Ratna hanya menemukan secarik kertas serta kartu nama di sana.


'Temui saya jika kamu mau minya pertanggung jawaban atas apa yang sudah kita lakukan malam tadi. Terimakasih sudah mau menemani saya'


2 bulan berlalu, Ratna di nyatakan hamil oleh dokter, Namun saat dia ingin menemui pria yang menjadi ayah dari anaknya, Dia melihat pria itu sudah bersanding dengan wanita lain.


"Ternyata aku datang di saat yang tidak tepat" ucapnya dan langsung berlalu dari sana.


"Hidupku hancur gara-gara papa" ucap Ratna sambil mengepalkan kuat kedua tangannya.


*

__ADS_1


*


3 jam sudah berlalu, Devano yang baru saja selesai melakukan meeting online langsung pamit kepada Sekertaris daddy nya. Karna habis ini masih harus ke kantor yang dia kelola sendiri.


"Gak nyangka deh, Ternyata direktur dari perusahaan Zein adalah kak Zein" ucapnya sambil melajukan mobilnya keluar dari halaman kantor cabang.


"Jadi perusahaannya akan mengadakan lelang akbar dua hari lagi. Apa aku sebaiknya datang ke sana ya, Sekalian aku datang ke tempat Daddy dan juga Mommy. Aku ingin mematikan bagaimana keadaan mommy. Aku masih takut jika apa yang aku pikirkan terjadi" gumamnya


Devano terus melajukan mobilnya menuju kantor pusat yang memang sudah di percayakan oleh sang Daddy pada dirinya. Tepat saat sudah sampai di perusahaan itu, Hal pertama yang tiba-tiba Devano rindukan adalah saat-saat bersama dengan Nadira. Saat saat perdebatannya, Pertengkarannya. Devano merindukan semua saat-saat itu.


"Tempat ini membuatku selalu teringat akan Nadira. Ternyata begitu banyak hal yang membuat aku selalu bergantung padanya" ucap Devan sambil duduk di kursi besarnya.


Devano mengambil ponselnya, Membuka galeri lalu menatap sebuah salah satu gambar yang masih tersimpan rapi di sana.


"Kamu sering membuat saya marah, Membuat saya kesal, Membuat saya emosi. Tapi entah kenapa saat ini saya merindukan semua yang dulu sangat saya tidak sukai. Saya merindukan kamu yang suka berisik, Suka mengganggu saya. Dan satu lagi, Saya sangat merindukan kata-kata kamu yang sering memanggil saya dengan sebutan bos menyebalkan!"


"Semoga aku masih bisa merasakan semua hal yang dulu pernah kita lalui Nadira"


*


*


Siang sudah berlalu, Devano mengambil nafas panjang sambil menatap setiap kendaraan yang berlalu lalang di bawah sana. Kejadian saat di taman masih terus terngiang-ngiang pada indra pendengarannya. Rasa tak terima dengan kata yang dia dengar dari Fadil juga Ratna membuat Devano benar-benar melakukan apa yang di saranin oleh Bella siang tadi.


"Semoga saja setelah ini kamu akan jera, Ratna. Karna segala hal tak seharusnya kamu manfaatkan" ucap Devano pelan.


Hatinya berdenyut nyeri merasakan apa yang sudah Ratna lakukan padanya. Setelah satu tahun berlalu, Devano baru sadar jika selama ini dirinya hanyalah di manfaatkan oleh sosok yang sempat menjadi orang spesial dalam hatinya.

__ADS_1


Devano mengambil ponselnya, Menghubungi asisten dari sang Deddy dan memintanya untuk menyiapkan tiket pesawat yang akan Devano gunakan besok malam.


Tak butuh waktu lama, Asisten papanya yang bernama Firma sudah menjawab panggilannya.


📱:Halo, Tuan muda. Ada yang bisa saya bantu?


📱:Om, Bisa tolong siapkan tiket pesawat untukku


📱:Untuk kapan, Tuan muda?


📱:Besok malam. Dengan tujuan Tokyo


📱:Baik, Tuan muda. Saya akan mengurus semuanya


Setelah itu, Devano memutuskan sambungan telponnya, Kembali menatap jalanan yang masih terlihat ramai di sana.


"Kenapa aku malah jadi merindukan Nadira, Apa mungkin saat di Tokyo nanti aku bisa bertemu dengannya" ucap Devano yang terdengar sangat lirih.


Devano Membuka aplikasi ig nya, Berharap ada balasan DM dari akun Nadira. Tapi ternyata masih tidak ada satupun balasan dari setiap pesan yang sudah Devano kirim kan pada Nadira. Sedetik kemudian, Ada satu notifikasi yang ternyata sebuah Dm dari akun Nadira.


Kedua matanya membulat"Apa aku salah liat" gumamnya sambil terus menatap layar ponselnya.


"Ternyata ini beneran akun Nadira. Nadira membalas DM ku" Dengan cepat Devano membuka isi DM itu, Kedua sudut bibirnya terangkat saat membaca isi dari pesan itu.


[ Yang lalu biarlah berlalu. Saya sudah memaafkan bapak Devano yang sangat menyebalkan ]


Singkat Namun berhasil membuat senyum Devano seketika terlihat. "Mimpi apa aku semalam. Nadira membalas pesanku" serunya sambil terus mengangkat kedua sudut bibirnya.

__ADS_1


__ADS_2