
"Apa itu semua ulah salah satu saingan bisnis Devano? Tapi apa untung nya mereka semua memberikan obat itu" Kata Reza dalam batinnya sambil memperhatikan wajah Risa yang terlihat begitu menikmati telur gulung miliknya.
Reza masih menerka-nerka siapa salang dari semua ini sebenarnya. Hingga Reza teringat jika di setiap sudut gedung itu sudah dia berikan CCTV. Karna memang kebetulan gedung yang tadi di gunakan untuk acara Party anniversary Wardana Grup adalah milik keluarga Reza sendiri.
Mengingat akan hal itu membuat Reza mengeluarkan ponselnya, Pria itu baru saja ingat jika dirinya memiliki akses untuk melihat rekaman cctv dari ponselnya.
Rekaman dari setiap ruangan sudah bisa Reza lihat. Hingga tak berselang lama, Reza melihat ada keanehan dari salah satu rekanan video di sana. Dengan cepat Reza langsung memperdekat rekaman itu. Dan betapa terkejutnya Reza saat melihat papanya Riss sedang bersama dengan beberapa orang yang sudah merusak pesta malam ini.
"Loh, Ini kah papa nya Risa. Jangan bilang kalau dia adalah dalang dari semuanya. Tapi Wait, Bukan kah om Adam adalah adiknya om Wardana. Lalu apa masudnya melakukan semua itu" Kata Reza sambil terus memperhatikan rekaman cctv di layar ponselnya.
Risa yang merasakan raut wajah Reza dengan kening yang sedikit mengerut, Membuatnya meletakkan telur gulung di tangannya"Kenapa telur gulungnya gak di makan?" tanya Risa sambil menatap Reza.
Mendengar itu membuat Reza cukup terkejut. Reza langsung mematikan ponselnya dan memasukkan kembali ponsel itu pada saku bajunya.
"Ahhh, Iya maaf, Risa. Tadi ada pesan dari asisten ku" kata Reza yang memang sengaja berbohong."Ohh, Aku pikir kenapa" balas Risa sambil tersenyum
Reza mengambil telur gulung itu kembali, Tatapannya sambil menatap pada Risa"Kasihan kamu, Risa. Ternyata apa yang kamu alami tadi adalah ulah ayahmu sendiri. Apa itu yang di namakan senjata makan tuan" batin Reza
*
*
*
*
Saat ini Devano dan Nadira masih mengobrol di ruang tengah. Setelah melihat siaran televisi tadi, Membuat mereka mengurungkan niatnya untuk bercinta malam ini. Kejadian tadi sudah menggagalkan keinginan Devano.
"Apa aku bilang, Oppa. Semua yang terjadi padi pasti sudah ada orang yang merencanakan. Apa kamu mencurigai seseorang?" tanya Nadira sambil menatap Devano
__ADS_1
Devano tak langsung menjawab. Pria itu masih menatap Nadira sambil mengambil nafas dalam. "Tanpa aku jawab, Sepertinya kamu tau siapa orangnya, Sayang" kata Devano setelah cukup lama terdiam.
"Memangnya siapa? Om Adam?" tebaknya. Nadira menatap Devano yang terlihat cukup pusing karna masalah ini. "Sepertinya, Iya. Karna sebelumnya Nathan sudah mengatakan jika aku harus hati-hati. Karna om Adam memiliki beberapa rencana cadangan untuk menghancurkan reputasi keluargaku" terangnya.
"Benarkah? Memangnya ada masalah apa? Bukan kah om Adam adalah adiknya papa?" tanya Nadira yang merasa cukup penasaran. Karna memang Nadira belum tau apa alasan yang sebenarnya.
"Entah, Aku pun tidak tau pasti apa yang menjadi penyebab utama kenapa om Adam terlihat begitu obsesi untuk menghancurkan keluargaku, Sayang. Tapi untuk saat ini, Aku tidak akan lagi tinggal diam. Aku akan membalas apa yang sudah om Adam lakukan malam ini" kata Devano
"Jangan gegabah. Memangnya kamu ada bukti jika yang melakukan semua itu adalah om Adam?"
Mendengar perkataan Nadira seketika membuat Devano menggeleng"Tidak" balasnya lirih.
"Kalau begitu, Kita perlu bukti untuk memastikan siapa pelaku yang sebenarnya. Jangan gegabah, Atau kamu akan menyesal nantinya" Nadira mencoba mengingatkan Devano"Kamu benar, Sayang. Sepertinya aku memang perlu bukti. Dan aku akan meminta Nathan untuk mencari bukti yang kuat"Kata Devano sambil menatap Nadira.
Mendengar nama Nathan membuat Nadira mengerutkan keningnya"Kenapa harus Nathan? Memangnya dia bisa di percaya?" kata Nadir pada Devano
"Tapi ingat, Jangan pernah gegabah. Jangan sampai menyulitkan dirimu sendiri, Oppa" kata Nadira dan langsung bangun dari duduknya. Karna mendengar suara dering ponselnya yang ada di dalam kamar.
Mendengar itu membuat Nadira melangkah cepat untuk mengambil ponselnya. Nadira mengerutkan keningnya saat melihat nomor yang tertera di layar ponselnya dengan tertulis nama "Kak Keenan"
Melihat nama itu membuat Nadira mengerutkan keningnya. Kenapa orang yang bernama Keenan tiba-tiba saja menelfon malam-malam seperti ini. Dengan cepat Nadira menjawab panggilan itu.
📱:Halo, Kak. Ada apa?
📱:Halo, Nadira. Ada hal penting yang harus kakak bicarakan. Ini mengenai Pamela, Kakakmu
📱:Ada apa dengan kam Mela, Kak? Apa ada sesuatu hal yang terjadi?
📱:Oh tidak, Kakak hanya mau mengatakan jika kondisi kakak kamu saat ini sudah sangat membaik. Tapi ada hal yang harus kamu tau
__ADS_1
📱:Apa itu, Kak?
📱:Kakak kamu amnesia. San yang bikin kakak bingung, Doa hanya mengingat satu orang
📱:Siapa?
📱:Pamela selalu menyebutkan nama Devano. Mungkin dia adalah orang yang sempat bersama dengan Pamela sebelum kecelakan 2 tahun yang lalu
Mendengar nama Devano membuat Nadira menoleh ke arahnya. Apa mungkin Devano yang di sebutkan oleh Pamela adalah Devano suaminya?
📱:Devano? Siapa dia, Kak? Apa kak Keenan mengenalnya?
📱:Mungkin saja dia adalah Devano teman kuliah kita dulu.
📱:Apa kak Keenan ada fotonya?
📱:Tidak, Tapi nanti akan kakak coba cari sosial medianya. Tapi yang pasti, Devano adalah salah satu anak dari seorang mafia terkuat di dunia hitam
📱:Aku tunggu, Kak. Oh ya, Masalah kak Mela, Tolong kakak rahasiakan dulu ya, Jangan sampai mama nya kak Mela tau jika dia masih hidup
📱:Baiklah. Akan kakak rahasiakan. Mela masih aman di tempat kakak
Setelah mengatakan hal itu, Keenan memutuskan sambungan telponnya. Apa yang baru saja Nadira dengar dari Keenan membuatnya terdiam. Masih berusaha berpikiran positif, Bukan kah nama Devano itu bukan hanya satu. Tidak mungkin jika orang yang di maksud oleh Keenan adalah Devano suaminya.
Pamela adalah kakak Nadira namun beda mama. Karna sebelum menikah dengan Cristy, Sky sudah pernah menikah dan memiliki satu anak dari pernikahan sebelumnya. Namun nasib Pamela tak seberuntung Nadira. Karna mama dari Pamela selalu memaksakan kehendaknya sendiri. Dan membuat Pamela harus kecelakaan dua tahun yang lalu. Hingga membuatnya koma selama itu.
Sedangkan Keenan. Setelah sambungan telponnya dengan Nadira terputus, Pria itu kembali masuk ke dalam kamarnya, Kamar yang di gunakan untuk merawat Pamela selama ini. Sky serta Nadira memang sengaja merahasiakan jika Pamela selamat dari kecelakaan itu, Agar mamanya yang jahat tidak lagi memperlakukan Pamela seperti kemauannya sendiri. Mereka berdua sudah memalsukan kematian Pamela dan mengubur jenazah orang lain untuk mengelabuhi sang mama.
"Sungguh malang nasibmu, Mel. Tapu kenapa, Setelah tidur panjang, Orang pertama yang kamu ingat adalah Devano. Kenapa bukan aku? Aku yang selama ini selalu setia menunggu kamu sadar kembali" ucap Keenan sambil menatap Pamela
__ADS_1