
"Mommy, Mommy kenapa?" tanya Devano sembari berjalan mendekat pada Lina yang sudah pura-pura lemas.
Cristy yang melihat kedatangan Devano membuatnya menatap Lina sambil mengedipkan sebelah matanya. Hal itu tentu saja membuat Lina paham dengan maksud kedipan Cristy. "Ini saatnya menjalankan misi. Akan aku pastikan semua rencana ini berjalan dengan lancar, Sesuai dengan keinginan kita semua" batin Lina sambil membalas kedipan Cristy.
"Mom. Mommy kenapa?" tanya Devano lagi dengan raut wajah yang terlihat khawatir. Melihat Devano seperti itu membuat Lin merasa tidak tega, Namun demi sebuh rencana besar, Lina memainkan perannya dengan sebaik mungkin.
"Dav. Kamu kemana saja nak? kenapa baru sampai?" ujar Lina dengan suara lemasnya
"Tadi Dev sama Nadira ketiduran di hotel mom"balas Devano yang tanpa sadar. Lina, Cristy juga Wardana yang mendengar itu tentu saja langsung mengerutkan keningnya. Apa yang mereka berdua lakukan di hotel sampai kembali malam.
Beberapa pertanyaan tentu saja langsung terbesit dalam benak mereka. Berbeda dengan Nadira, Saat mendengar perkataan Devano membuat wanita itu langsung mencubit pinggang Devano serta menginjak kakinya. Sehingga membuat Devano merasa kesakitan.
"Auuuuuu.. Apaan sih Nad. Kebiasaan banget ngubit sama nginjek. Apa tadi yang di hotel belum cukup?" ucap Devano lagi. Perkataan itu semakin membuat mereka bertiga bertanya-tanya. Sebenarnya apa yang Devano dan Nadir lakukan di hotel?
Nadira memberikan isyarat pada Devano dengan mengedipkan sebelah matanya. Wanita itu tidak mau jika Devano terus-terusan menyebutkan kata hotel. Namun ternyata Devano tidak peka.
"Apa pula itu mata kedip-kedip"
Nadira mengambil nafas panjang. Devano ini memang terkadang oon nya tidak ketulungan. Masa begitu saj tidak paham"Kelilipan!!' jawab Nadira yang terlihat kesal.
"Astaga, Masa begitu saja tidak paham. Mau bilang oon dia seorang ceo. Tapi mau bilang pinter juga dia oon" batin Nadira sambil menggelengkan kepalanya.
"Sorry, Nad. Saya memang sengaja pura-pura tidak mengerti agar kedua orang tua kita salah paham saat mendengar kata hotel" batin Devano sambil menatap Nadira yang sudah terlihat kesal.
"Sebentar, Sejak tadi Devano menyebutkan kata hotel, Memangnya kalian habis ngapain di hotel? Jujur" tanya Cristy yang sejak tadi memang merasa penasaran.
"Tidur tante" jawab Devano yang memang menjawab yang sejujur-jujurnya.
"Tidur. Jangan bilang kalian berdua-" perkataan Cristy terputus karn Lina menimpalinya.
__ADS_1
"Dev, Mommy tidak mau tau, Kamu harus menikahi Nadira. Jangan sampai hal ini merusak reputasi keluarga kita" ucap Lina sambil menatap Devano
Mendengar itu membuat Devano tertegun, Rasanya sangat bahagia saat mendengar perkataan sang mommy, Apa itu artinya dia sudah tidak perlu susah payah untuk mendapatkan Nadira dengan caranya yang sudah dia pikirkan.
"Tapi mom. Dev sama Nadira tidak ngapa-ngapain. Kita berdua hanya tidur aja, Gak lebih" jawab Devano yang masih pura-pura menolak. Padahal dalam hati ingin rasanya dia joget saat ini.
"Ya kali saya mau langsung bilang iya, Malu dong. Nanti yang ada Nadira bakal mikir yang aneh-aneh lagi" batin Devano sambil melirik pada Nadira.
"Iya tante, Sumpah kita berdua tidak ngapa-ngapain. Jadi kenapa harus nikah?" timpal Nadira.
"Nadira, Kamu liat tante. Tante minta tolong sayang, Menikahlah dengan Devano, Karna di sisa hidup tante, Tante hanya mau melihat Devano menikah. Tante mohon" Lina menatap Nadira dengan menampakkan wajah paling menyedihkan yang dia bisa. Dengan tujuan ingin mendapatkan rasa iba dari Nadira dan membuatnya mau menikah dengan Devano.
"Sudahlah Nadira. Lebih baik kamu turuti permintaan tante Lina. Memangnya kamu mau menyesal jika seandainya terjadi sesuatu sama tante Lina" timpal mamanya Nadira.
Nadira terdiam. Tak menjawab sepatah katapun dari perkataan sang mama. Begitu juga Devano. "Mom, Lebih baik saat ini mommy fokus untuk sembuh dulu. Kita ke rumah sakit sekarang ya" kata Devano sambil bangun dari duduknya.
"No, Dav. Yang bisa buat mommy sembuh hanya melihat kamu menikah" ujar Lina"Sama Nadira" sambungnya lagi.
Cukup lama Devano dan Nadira terdiam. Mereka berdua hanya saling pandang dengan pikirannya masing-masing.
"Tidak perlu banyak mikir. Mau sampai kapan kalian mikir" timpal Sky yang ikut berkomentar
"Mungkin mereka mau nunggu sampai aku tiada mas" kata Lina yang memang sengaja ingin menekan menekan Devano
"Baiklah, Devano mau menikah dengan Nadira" jawab Devano pada akhirnya. Walaupun sebenarnya dia ingin mengatakan iya sejak tadi
"Nadira juga mau kan sayang?" tanya Lina pada Nadira
"Baiklah tante. Demi tante Nadira mau"
__ADS_1
"Alhamdulillah" ucap mereka secara bersamaan.
*
*
*
Malam sudah berlalu. Pagi ini adalah hal yang di tunggu-tunggu. Setelah di putuskan malam tadi, Mereka akan menikahkan Nadira juga Devano siang ini di apartemen. Tidak banyak yang hadir, Hanya beberapa saksi saja. Karna mereka sudah memutuskan untuk membuat resepsi pernikahan mereka akhir bulan di jakarta.
"Akhirnya rencana kita berjalan sesuai dengan rencana ya Cris" ujar Lina saat mereka berdua sedang sibuk di dapur
"Iya, Lin. Kamu memang benar-benar bisa di andalkan. Akhirnya kita bisa jadi besan" jawab Cristy sambil tersenyum
Di dalam kamar
Devano berjalan mondar mandir di dalam kamarnya. Jantungnya berdetak sangat cepat saat mengingat jika siang ini dia akan melangsungkan pernikahan dengan sosok wanita masa kecilnya. Sosok Berlian yang menjadi cinta pertamanya.
"Duuuuuhhh, Bagaimana nanti ya. Kenapa rasanya deg degan seperti ini ya. Gak nyangka jika secepat ini akan menikah dengan Nadira" ucap Devano sambil terus mondar mandir tidak jelas.
Waktu terus berputar, Tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul 10:00. Ternyata sudah satu jam lagi acaranya.
Di kamar Nadira
"Dir, Kamu sudah siap kan?" tanya Christy sambil mendekat pada Nadira
Mendengar itu membuat Nadira menoleh ke arah pintu"Entahlah ma. Rasanya Nadira nervous. Gak nyangka kalau hari ini Nadira akan menikah dengan pak Devano lagi" balas Nadira sambil menoleh pada sang mama.
"Tidak perlu nervous, Sayang. Mama yakin jika Devano bisa menjadi suami yang baik. Kamu janji sama mama ya, Berusaha menerim dia, Walaupun mama tau kalian terkadang sering berdebat karna hal yang tidak penting"
__ADS_1
"Tentu saja aku akan berusaha menjadi istri yang baik, Ma. Karna tanpa kalian ketahui, Sebenarnya Nadira sangat bahagia bisa menikah dengan pak Devano. Sosok yang menurut Nadira hampir mendekati kata sempurna. Semoga semuanya di permudah dan ini akan menjadi pernikahan pertama dan terakhir dalam hidupku" batin Nadira sambil menoleh pada sang mama