Terjerat Cinta Penguntit Cantik

Terjerat Cinta Penguntit Cantik
Hanya karna baca novel


__ADS_3

"Bagaimana, Apa sudah ada kabar mengenai keberadaan mas, Adam?" tanya Wardana pada Sky.


Mendengar itu membuat Sky meletakkan ponselnya dalam saku jasanya"Belum, Untuk saat ini mereka belum bisa menemukan dimana keberadaan Adam. Sepertinya orang itu cukup licik, Sehingga para anak buahku cukup sulit untuk menjangkau keberadaannya" balas Sky pada Wardana.


Wardana mengambil nafas dalam, Biar bagaimanapun, tentunya Wardana tau bagaimana saudara tirinya. Adam memang sangat licik dalam hal apapun.


"Iya, Dia memang sangat licik. Bahkan kelicikannya melebihi apa yang kita bayangkan" balas Wardana.


"Sepertinya kita perlu hati-hati menghadapi orang sepertinya. Dan aku janji, Jika sampai Adam berhasil di temukan, Aku sendiri yang akan memberikannya pelajaran. Karna dia sudah sangat berani menjebak putriku, Putri kesayanganku" kata Sky dengan penuh penekanan.


Wardana hanya diam, Cukup paham bagaimana sifat Sky. Yabg Wardana tau, Sky memang akan melakukan apa saja kepada siapapun yang sudah berani mengusik hidupnya.


"Jangan sampai gegabah. Karna mas Adam punya begitu banyak akal licik"lanjut Wardana lagi.


"Tentu, Terimakasih sudah mau mengingatkan aku, Dana. Terima Kasih juga karna kamu sudah mau membantuku dalam hal ini. Padahal Adam adalah saudara mu sendiri" kata Sky pada Wardana.


Perkataan Sky membuat Wardana tertawa"Dia memang saudaraku, Sky. Tapi dia sama sekali tidak pernah memperlakukan ku seperti semestinya saudara. Bahkan dia selalu ingin menghancurkan keluargaku" balas Wardana lagi.


Tak lama kemudian, Cristy yang sejak tadi sedang pergi ke mini market akhirnya kembali dengan membawa barang-barang yang sudah dibelinya.


"Ayo, Pa. Mama sudah selesai belanja nya" Cristy membuka pintu belakang serta langsung memasukkan barang-barang yang sudah dia beli di sana.


"Tunggu sebentar, Mommy nya Devano masih ke kamar mandi"


Setelah memastikan semua kembali berkumpul, Mereka kembali masuk ke dalam mobil, Melanjutkan kembali perjalannya yang sempat tertunda.


*

__ADS_1


*


*


Di tempat yang berbeda. Nampak Keenan sedang berusaha meyakinkan Pamela agar mah di ajak pergi melakukan pengobatan ke luar negri sesuai dengan permintaan yang sudah di berikan oleh Sky.


Kemarin setelah Sky mencoba membujuk Pamela namun Pamela menolak, Sky meminta Keenan untuk membujuk Mela agar mau berobat ke Singapore. Bukan lagi ke paris.


"Mela, Apa kamu mau selamanya lupa ingatan?" tanya Keenan setelah duduk di samping Pamela.


Namun wanita itu tak menjawab, Pamela hanya fokus menatap pemandangan yang ada di hadapannya. Di samping rumah Keenan memang ada sebuah taman yang sengaja di desain indah. Bahkan di sana juga disediakan beberapa hewan agar terlihat seperti di kebun. Pasalnya memang selama ini Mela sangat suka berpetualang.


"Mela, Aku hanya ingin mengingatkan. Apa tidak sebaiknya kamu mau melakukan pengobatan ke liar negri. Jika kamu tidak mau ke paris, Minimal ke singapore. Karna mau bagaimanapun, Apa yang dikatakan oleh om Sky memang ada benarnya. Kamu harus mengingat semuanya. Bukan hanya Devano" kata Keenan sambil menatap Pamela yang masih saja terdiam.


"Aku harap kamu mau memikirkannya lagi, Mela. Semua ini juga demi kebaikan kamu sendiri. Jika kamu berubah pikiran, Kamu bisa langsung datang ke kamarku, Aku siap kapan saja menemani kamu ke sana" imbuh Keenan lagi.


Setelah mengatakan hal itu, Keenan bangun dari duduknya. Pria itu hendak pergi dari sana, Namun langkah nya terhenti saat suara Pamela tiba-tiba saja menerpa indra pendengarannya.


Wanita itu hanya memberi anggukan pelan"Iya, aku mau melakukan semua itu agar aku bisa mengingat semuanya." balas Pamela pada akhirnya.


"Good. Aku janji akan menemani kamu selama pengobatan di sana"


*


*


*

__ADS_1


Karna perjalanan dari jakarta ke jogja cukup lama, Devano memutuskan untuk mengerjakan pekerjannya yang belum selesai di sana. Devano mengeluarkan laptopnya dan langsung fokus dengan beberapa file di sana.


Sedangkan Nadira, Wanita itu memutuskan untuk membaca novel online seperti biasa. Setiap kali sedang ada waktu luang, Nadira memang selalu menggunakan waktunya untuk membaca novel favorite nya yang berjudul Antara Senja dan pelangi.


Novel itu mengisahkan tentang perjuangan serta pengorbanan yang di lakukan oleh Pelangi untuk Awan. Hanya saja semua yang di lakukan Pelangi sama sekali tidak pernah ada artinya di mata Awan. Karna yang ada dalam hati awan hanyalah Senja. Sosok yang selalu menjadi perioritas serta sosok yang selalu berhasil mendapatkan cinta dari Awan.


Kisah yang cukup tragis dan mampu membuat Nadira menjatuhkan air matanya. Setiap membaca novel itu, Nadira selalu terbawa perasaan. Nadira ikut merasakan bagaimana sakitnya menjadi Pelangi. Tidak pernah di hargai apalagi di harapkan.


Devano mengerutkan keningnya saat melihat Nadira menangis sampai sesenggukan. Hal itu membuat Devano tidak fokus dengan pekerjaannya.


"Kenapa kamu menangis, Sayang?"tanya Devano sambil menatap pada Nadira.


Nadira yang terlalu menghayati dalam membaca novelnya tidak menggubris pertanyaan Devano. Wanita itu masih terlalu fokus dengan novel yang masih dia baca.


"Huuuu huuuuu. Seharusnya kamu tidak memperlakukan pelangi seperti itu, Awan. Dasar pria tidak tau diri" ujar Nadira yang semakin membuat Devano merasa tidak paham.


Karna penasaran, Akhirnya Devano memperhatikan layar ponsel Nadira. Pria itu menepuk jidatnya saat mengetahui jika Nadira menangis hanya karna sebuah novel saja.


"Astaga, Jadi dia menangis hanya karna novel" gumam Devano sambil menggelengkan kepalanya. Membuat pria yang saat ini menjadi supir mereka ikut mengulum bibirnya.


"Tinggalkan saja laki-laki yang tidak tau diri seperti Awan, Pelangi. Masih ada Samudra yang begitu mengharapkan mu. Karna kamu akan lebih berharga di mata Samudra dari pada Awan" lagi-lagi Nadira hanya berkomentar pada novel yang dia baca saat ini.


Setelah mendengar itu, Devano memutuskan untuk kembali fokus pada laptopnya. Namun lagi-lagi fokus Devano terpecahkan karna ulah Nadira lagi.


"Astaga, Kenapa sudah sampai bab akhir sih. Padahal sudah satu minggu lebih aku tumpuk dan gak langsung baca saat ada bab baru, Tapi kenapa aku masih saja merasa kurang. Ahhh ini cerita benar-benar mengurai air mata. Aku harus memberikan semangat pada penulisnya, Kali aja nanti penulisnya update banyak" kata Nadira lagi.


Devano mengambil nafas dalam, Pria itu memutuskan untuk menutup laptopnya karna udah tidak bisa fokus lagi.

__ADS_1


Nadira yang melihat Devano menutup laptopnya membuat Nadira menoleh pada pria itu"Loh, Kenapa kamu malah tutup laptopnya, Oppa. Katanya mau lanjutin kerja?" tanya Nadira pada Devano.


"Sudah tidak fokus karna kamu"


__ADS_2