
"Maafkan sayang, Nadira. Saya terpaksa mengirim gambar orang lain" kata Keenan setelah mengirim pesan pada Nadira.
Bukan tanpa alasan Keenan melakukan hal itu, Karna setelah dia menemukan akun Devano, Keenan melihat sebuah postingan yang baru beberapa hari di posting. Sebuah gambar Devano bersama dengan wanita dengan caption. "My Wife my everything"
Setelah melihat postingan itu, Keenan tidak ingin mengatakan hal yang sebenarnya pada Nadira. Karna Keenan ingin menjaga perasaan Nadira sebagai istri Devano saat ini. Apalagi saat teringat bagaimana hubungan Mela dengan Nadira dua tahun yang lalu.
"Semoga kamu memang sudah benar-benar melupakan Mela, Dev. Karna kalau sampai masih ada rasa yang tertinggal, Aku tidak tau bagaimana nanti hubungan pernikahan kamu dengan Nadira" kata Keenan lagi
Setelah itu, Keenan masuk ke dalam kamar Pamela. Memperhatikan Pamela yang ternyata sudah bangun.
"Selamat pagi" ujar Keenan sembari berjalan masuk ke dalam kamar itu
Mendengar suara Keenan, Mela membalikkan tubuhnya. "Keenan" ucap Mela sambil mengangkat kedua sudut bibirnya.
"Sudah bangun, Mel? Bagaimana keadaan kamu hari ini?" tanya Keenan setelah tiba di samping Pamela.
"Sudah, Keen. Aku bosan Keen. Boleh gak kalau hari ini aku jalan-jalan" pinta Pamela dengan raut wajah memohon pada Keenan. Karna memang setelah sadar dari koma, Keenan masih belum memperbolehkan Pamela keluar dari rumah.
Keenan masih terdiam, Pikirannya masih tidak terlalu fokus karna teringat akan Nadira. "Keen. Kenapa kamu diam saja. Aku hari ini boleh keluar, Kan. Aku bosan. Aku ingin pergi menemui Devano"
Mendengar nama Devano membuat Keenan membuka lebar kedua matanya. Bagaimana ini? Hal itu tentu saja membuat Keenan cukup bingung.
"Eemmm untuk saat ini Devano masih sangat sibuk. Kamu tau sendiri bukan, Devano adalah pewaris tunggal di keluarganya. Jadi untuk saat ini Devano masih belum bisa di temui, Lagi pula dia tidak ada di indonesia. Devano masih ada di Paris melanjutkan pendidikannya dalam bidak bisnis" terang Keenan yang sengaja berbohong. Beruntung karna Pamela percaya begitu saja.
"Eeuuummm begitu ya. Tapi pastinya kamu memiliki nomor ponsel Devano kan? Boleh gak kamu telepon kan dia, Aku ingin berbicara dengannya. Aku sangat merindukan Devano. Laki-laki yang begitu aku cintai" kata Pamela sambil menatap pada Keenan.
__ADS_1
Deg
Perkataan Pamela membuat Keenan mengambil nafas dalam, Hatinya berdenyut sangat nyeri saat mendengar jika wanita yang sudah dia cintai mengatakan cinta untuk laki-laki lain. Setelah dua tahun merawat Mela, Akhirnya Keenan yang dulu tidak pernah menyukai Pamela jatuh cinta begitu saja karna sudah terbiasa melalui hari-harinya bersama dengan Pamela. Gadis malang yang tak pernah jauh dari kata musibah.
DI TEMPAT LAIN
"Bagaimana, Ma. Apa sudah ada kabar tentang Risa?" tanya Adam pada Melati
"Belum, Pa. Sama sekali mama tidak mendapat petunjuk sedikitpun. Mama sudah menanyakan pada semua teman-teman Risa, Tapi tidak ada seorang pun yang tau di mana keberadaan Risa" balas Melati pada Adam
"Apa mama sudah menghubungi Reza? Bukan kah tadi malam anak itu yang bersama dengan Risa" kata Adam lagi
"Mama mana tau nomor ponsel Reza. Dia saja baru mama kenal semalam. Ini semua karna papa, Seandainya saja papa berhenti tidak lagi terobsesi untuk menghancurkan keluarga Wardana, Mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi. Karna ulah papa, Keluarga kita sendiri yang kena imbas dari apa yang papa rencanakan. Sekarang papa lihat, Anak kita yang menjadi korban" kata Melati dan langsung berlalu dari hadapan suaminya.
Adam keluar dari dalam mansionnya. Masuk ke dalam mobil lalu melajukan mobilnya keluar dari mansion itu. Setelah di perjalanan, Adam mengambil ponselnya, Menghubungi anak buahnya untuk mencari keberadaan Risa.
DI TEMPAT LAIN
"Aku berangkat dulu, Sayang. Jika kamu bosan, Kamu bisa pergi kemanapun yang kamu mau" kata Devano sambil mengecup pucuk kepala Nadira.
Wanita utu mengangguk cepat" Iya, Oppa. Ingat, Kembalilah buat aku. Jangan melakukan hal yang akan membuat keselamatan mu terancam" balas Nadira sambil tersenyum hangat.
"Tentu, Sayang. Aku akak jaga diri baik-baik dan kembali dengan selamat. Doakan aku semoga semuanya berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan" balas Devano lembut
Nadira tentu penasaran kemana Devano akan pergi hari ini. Wanita itu menatap Devano seakan minta penjelasan kemana Devano akan pergi menjalankan rencananya. Melihat Nadira seperti itu langsung membuat Devano paham. Pria itu mengusap rambut Nadira.
__ADS_1
"Bertanyalah jika kamu ingin tau. Jangan hanya diam saja dan membiarkan dirimu penasaran" Devano menatap pada Nadira yang sudah tersenyum.
"Oppa tau aja kalau aku penasaran. Kalau boleh tau, Sebenarnya oppa mau kemana? Kenapa sampai memutuskan untuk tidak pergi ke kantor hari ini. Padahal aku tau sendiri bagaimana jadwal oppa hari ini" kata Nadira
"Sebenarnya hari ini aku ada sebuah misi bersama dengan anak buah papa dan juga Nathan serta ayahnya"
Mendengar nama Nathan dan ayahnya, Membuat Nadira mengerutkan kecil keningnya. Untuk apa Devano melakukan misi bersama mereka berdua? Karna memang Nadira belum tau jika mamanya Nathan sudah menjadi sandra Adam selama satu tahun terakhir.
"Kenapa Oppa mau melakukan misi bersama dengan mereka berdua? Memangnya mereka berdua tidak berbahaya?" tanya Nadira dengan raut wajah yang cukup bingung.
"Tidak, Sayang. Kamu tenang saja, Aku melakukan ini juga karna ingin membalas budi pada mereka yang sudah membantu aku bisa bertemu dengan kak Farah lagi. Kalau bukan karna bantuan mereka berdua, Mungkin sampai saat ini aku sama kak Farah belum bisa bersama"
"Yasudah, Jaga diri baik-baik. Karna aku menunggu kepulanganmu, Oppa" kata Nadira sambil menatap Devano
Setelah itu, Devano keluar dari dalam Apartemennya, Berjalan sedikit cepat agar bisa segera sampai di bawah. Karna di sana ternyata sudah ada Nathan dan juga Antonio yang sedang menunggu.
"Apa lho sudah tau di mana tempat mama di sandra oleh Adam?" tanya Nathan pada Devano
"Hmm, Gue sudah meminta anak buah Daddy untuk melakukan pencarian sejak beberapa hari yang lalu. Dan sekarang mereka sedang memantau di sekitar rumah kosong yang sudah di jadikan tempat untuk menyekap mama lho" balas Devano sambil menoleh pada Nathan
"Kalian ikutin mobil gue. Kita langsung ke kempat penyekapan" Ujar Devano dan langsung masuk ke dalam mobilnya. Namun langkahnya terhenti saat suara Nathan menerpa indra pendengarannya.
"Terimakasih karna sudah mau membantu kami untuk membebaskan mama dari Adam. Gue janji, Setelah hari ini berhasil, Gue akan selalu ada untuk membatu lo dalam hal apapun" kata Nathan pada Devano
"Hmm, Gue hanya melakukan hal yang seharusnya gue lakukan" balasnya
__ADS_1