
"Kakak, Aku sangat merindukan mu" ujar Nadira sambil memeluk Pamela dengan sangat erat. Karna memang jujur saja Nadira begitu merindukan sosok yang saat ini ada di hadapannya.
Namun Pamela hanya diam tak bergeming, Apalagi membalas pelukan rindu yang Nadira berikan untuk nya.
"Lepaskan! Siapa kau? Aku tidak mengenalmu, Jadi jangan sok akrab seperti ini. Aku tidak biasa di peluk oleh orang asing yang sama sekali tidak aku kenal. Maaf" kata Pamela sambil berusaha melepaskan pelukan yang Nadira berikan untuk nya.
Nadira yang mendengar itu mengambil nafas dalam. Awalnya Nadira berpikir Pamela sudah mengingatnya saat melihat dia datang ke tempat ini, Tapi kenapa justru Pamela sama sekali tidak mengingat jika Nadira adalah adiknya. Lalu untuk apa wanita itu datang ke tempat ini?
Nadira menatap Pamela yang sejak tadi memperhatikan mobil Devano. Hal itu kembali membuatnya teringat akan laki-laki yang bernama Devano. Tapi bukan kah foto yang keenan kirimkan waktu itu bukan Devano suaminya. Lalu ini apa.
Melihat itu tentu saja sejuta pertanyaan mulai terbesit dalam benak Nadira. Rasa takut itu perlahan mulai mengusiknya kembali.
"Apa jangan-jangan kak Mela datang ke sini untuk menemui suamiku? Tapi bukan kah pria yang bernama Devano yang di kirim oleh kak Keenan bukan gambar suamiku" batin Nadira sambil terus memperhatikan Pamela.
Devano turun dari dalam mobilnya setelah memarkirkan mobilnya di garasi rumah. Pria itu berjalan pelan sambil sibuk dengan ponselnya, Karna memang tiba-tiba saja ada sebuah pesan masuk yang ternyata dari om Firman. Om Firman mengabarkan perihal dekorasi yang Devano inginkan.
Pria itu tak membalas pesan om Firman, Melainkan langsung menelfon nya agar bisa lebih jelas mengenai dekorasi resepsi. Karna Devano menginginkan dekorasi yang sederhana, Namun mewah juga elegan. Sesuai permintaan dari Nadira tadi saat di jalan.
Tak butuh waktu lama, Om Firman sudah menjawab panggilannya.
📲:Halo, Om. Untuk dekorasi, Saya mau yang simple, Terlihat sederhana namun elegan. Bisa kan om?
📲:Tentu, Tuan muda. Apalagi yang harus saya lakukan selain masalah dekorasi?
📲:Saya juga mau om menghadirkan Rizki febian dalam acara resepsi itu. Karna kebetulan istri saya sangat menyukai semua lagunya. Pastikan saat acara berlangsung dia membawakan lagu semata karena mu.
📲:Baik, Tuan muda. Saya akan mengusahakan semuanya.
__ADS_1
📲:Sudah itu saja yang saya mau. Terima kasih, Om
Setelah itu Devano langsung memutuskan sambungan telponnya, Wajahnya masih menunduk karna Devano masih berbalas pesan dengan Zein. Mereka berdua berencana untuk makan malam bersama nanti disebuah restoran yang baru saja buka. Di sana menyediakan beberapa menu makanan Korea.
"Boo" Panggilan itu membuat Devano yang sejak tadi sibuk dengan ponselnya seketika mengangkat wajahnya. Panggilan serta suara yang begitu Familiar kembali dia dengar.
"Boo, Aku sangat merindukanmu" kata Pamela dan langsung mendekat lalu memeluk Devano sangat erat. Melepaskan rasa rindu yang sudah sejak kemarin dia tahan.
Devano terdiam, Panggilan serta suara ini sudah sangat lama tidak di dengarnya. Tapi bukan kah Pamela sudah meninggal 2 tahun yang lalu, Lalu siapa wanita yang saat ini berdiri di hadapannya dengan pelukan eratnya.
"Kenapa kamu diam saja, Boo. Apa kamu tidak merindukan ku?" Ujar Pamela sambil menatap kedua bola mata Devano. Kedua bola mata yang selalu mampu membuat jantungnya berdetak kencang seperti biasanya.
"Siapa kamu? Lepaskan, Jangan memelukku di depan istriku seperti ini" balas Devano sambil mencoba melepaskan pelukan Pamela yang begitu erat.
Pamela menatap Devano, Seakan tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar. "Apa maksudmu, Boo? Tidak mungkin kamu tidak mengenalku. Ini aku, Mela" balas Mela dengan raut wajah sendunya.
Devano diam, Menatap wajah Pamela yang sama sekali tidak ada perubahan. Wajahnya masih sangat cantik, Masih terlihat seperti 2 tahun yang lalu.
"Apa yang kamu katakan Boo. Aku masih hidup, Dan hari ini aku berada tepat di hadapanmu" kata Pamela lagi
Nadira tertegun saat mendengar panggilan kakaknya terhadap suaminya. Apa ini? Bukan kah waktu itu gambar laki-laki yang bernama Devano yang telah di kirim oleh Keenan bukan suaminya. Lalu apa ini.
"Jangan bercanda. Ini sungguh tidak lucu. Lalu siapa wanita yang hari itu di makamkan?" kata Devano yang terlihat sangat penasaran.
"Di makamkan? Maksudnya?" tanya Pamela
"Ya, Waktu kejadian kecelakaan dua tahun yang lalu, Kamu sudah di nyatakan meninggal. Lalu kenapa kamu bisa ada di sini sekarang? Kemana saja selama 2 tahun ini?" tanya Devano dengan raut wajah dinginnya.
__ADS_1
Ingatannya kembali pada kejadian malam itu, Malam di mana Devano dan Pamela bertemu. Saat itu tanpa sengaja Devano melihat Pamela bersama dengan pria lain.
"Apa maksud dari semua ini, Oppa? Bisa oppa jelaskan padaku" ucap Nadira sambil mendekat pada Devano.
"Hei anak kecil. Kenapa kau masih bertanya, Apa kau tidak mendengar panggilan ku. Bukan kah sudah sangat jelas jika dia adalah kekasihku. Lalu siapa kau? Kenapa memanggilnya dengan sebutan oppa? Ahhhh aku tau, Mungkin kamu adalah adik nya yang kebetulan tidak pernah aku dengar. Benar begitu?" ujar Pamela sambil menatap Nadira.
Mendengar itu membuat dada Nadira mendadak menjadi sangat sesak. Kedua matanya berkaca-kaca. pasokan oksigen itu seakan sangat susah untuk masuk pada rongga nya.
Nadira mengambil nafas dalam. Masih berusaha menganggap jika apa yang baru saja dia dengar hanyalah sebuah mimpi terburuk yang singgah dalam tidurnya.
Ya, Ini semua pasti hanyalah sebuah mimpi buruk yang sebatas singgah dalam tidurku. Pikirnya.
Nadira masih terdiam sambil terus memperhatikan Devano dan juga Pamela. "Ya allah, Jika ini hanyalah mimpi buruk, Tolong bangunkan aku dari tidurku." batin Nadira sambil memejamkan sejenak kedua matanya.
Hatinya terasa berdenyut nyeri. Sakit sudah tentu iya. Fakta apa ini? Kenapa terjadi bagaikan mimpi terburuk dalam hidup Nadira. Jadi suaminya adalah mantan kekasih kakaknya sendiri. Bagaimana bisa semua ini bisa terjadi. Lalu siapa foto laki-laki yang hari itu di kirim oleh Keenan? Pertanyaan itu mulai terbesit dalam benaknya.
"Dia adalah istriku" kata Devano setelah cukup lama terdiam.
Betapa terkejutnya Pamela mendengar apa yang baru saja terlontar dari Devano. "A-apa? Istri? Jangan bercanda, Dev. Bahkan kita sudah merencanakan pernikahan di Bali. Apa kamu lupa? Apa kamu sudah melupakan semuanya?" tanya Pamela yang terdengar sangat lirih.
Devano tak menjawab, Saat melihat raut wajah sendu Nadira membuatnya menarik tangan wanita itu lalu membawanya masuk ke dalam mansion. Meninggalkan Pamela yang sudah terdiam mematung di sana. Fakta apa yang hari ini dia ketahui. Apa takdir sedang ingin bermain-main dengannya.
Nadira hanya terdiam sambil mengekor di belakang Devano. Tatapannya masih fokus pada Mela yang sudah mematung tanpa mengatakan sepatah katapun.
Namun langkah mereka terhenti saat suara Pamela tiba-tiba saja kembali menerpa indra pendengarannya.
"Tolong berikan aku satu alasan Dev. Kenapa kamu melakukan semua ini? Kenapa kamu mengkhianati hubungan kita dengan wanita ini" kata Pamela yang tentu langsung berhasil menghentikan langkah Devano.
__ADS_1
"Karna aku mencintainya. Hubungan kita juga sudah menjadi kenangan masa lalu. Tolong jangan datang lagi" balas Devano tanpa menoleh pada Pamela.
"Apa ini!"