Terjerat Cinta Penguntit Cantik

Terjerat Cinta Penguntit Cantik
Rasa takut Nadira


__ADS_3

📱:Baiklah, Memang ada hal yang membuat om Adam menaruh rasa tidak suka terhadap keluarga kita.


📱:Apa itu, Dad?


📱:Semua hanya tentang masalalu. Ceritanya sangat panjang. Nanti akan Daddy ceritakan setelah Daddy tiba di jakarta


📱:Baiklah,


Setelah itu, Sambungan telponnya terputus. Devano mengambil nafas Dalam. Merasa sangat penasaran dengan apa yang akan di ceritakan oleh Daddy nya nanti.


"Entah ada masalah apa sebenarnya di masalalu. Tapi yang pasti, Aku tidak akan pernah membiarkan siapapun menghancurkan keluargaku. Termasuk om Adam sendiri. Kita lihat saja besok, Om. Apa yang bisa Dev lakukan" kata Devano pelan


Devano mulai mengerjakan semua pekerjaan kantornya malam ini. Hingga tanpa Devano sadari, Jam sudah menunjukkan pukul 01:30 dini hari. Pria itu beberapa kali menguap, Merenggangkan otot-otot tangannya yang mulai terasa lelah.


"Lelah sekali" ujarnya sambil meneguk habis sisa kopi yang dis buat sendiri beberapa saat yang lalu.


Devano menutup laptopnya setelah mengecek kembali data-data yang sudah dia selesaikan."Akhirnya selesai. Sepertinya masih ada waktu untuk tidur, Sambil menunggu hari esok, Lebih baik aku istirahat sejenak" ujarnya sambil mengambil ponselnya lalu keluar dari ruangan kerjanya.


Setelah tiba di dalam kamarnya, Devano langsung merebahkan tubuhnya tanpa mengganti pakaiannya dengan piyama. Pria itu memeluk Nadira dari belakang seperti malam-malam sebelumnya.


Tanpa terasa malam sudah berlalu, Nadira menggeliat pelan saat mendengar suara alarm sudah mengusik tidurnya. Nadira mengambil ponselnya lalu mematikan alarm yang memang sudah biasa Nadira pasang di sana.

__ADS_1


Nadira mengerjab untuk beberapa saat. Mencoba menyesuaikan pencahayaan yang sudah mulai masuk pada indra penglihatannya. Wanita itu menoleh ke samping kiri. Di mana di sana sudah menampakkan seorang pria tampan yang masih terlihat lelap dan damai dalam tidurnya.


Tiba-tiba saja Nadira memejamkan kedua matanya. Perkataan Keenan masih mengganggu pikirannya"Bagaimana jika Devano yang di maksud oleh kak Keenan adalah kamu, Oppa. Lalu ada hubungan apa antara kamu dan juga kak Mela? Apa kalian pernah memiliki hubungan spesial di masa lalu? Aku tidak tau itu. Tapi yang pasti, Untuk saat ini satu hal yang ingin selalu rasakan. Yaitu, Melihat kamu sebelum memejamkan kedua mataku, Dan kembali melihat kamu setelah aku membuka kembali mata ini. Karna tanpa aku sadari, Kamu sudah sangat berpengaruh dalam hidupku. Kamu satu-satu hal yang selalu mampu membuatku tersenyum ketika kamu ada ataupun ketika kamu tak di sampingku" kata Nadira sambil menatap wajah Devano..


"Bagaimana jika seandainya memang kamu memiliki hubungan dengan kak Mela. Kenapa satu-satunya orang yang dia ingat adalah kamu? Apa yang harus aku lakukan" kata Nadira lagi. Hingga tanpa sadar, Butiran bening itu berhasil lolos begitu saja. Nadira tidak bisa membayangkan jika apa yang dia takutkan benar-benar hal yang akan menjadi kenyataan.


Nadira masih menatap wajah Devano. Masih enggan untuk dari dari posisi itu. Nadira takut jika suatu saat nanti tidak bisa memandang wajah ini lagi. ". I Love You, Oppa" ujarnya sambil mengusap pipi Devano


Siapa sangka jika Devano akan membalas ucapan itu"I Love You too, Sayang" balas Devano serta langsung membuka kedua matanya dengan kedua sudut bibir yang terangkat sempurna.


Devano mengerutkan keningnya saat melihat kedua mata Nadira yang terlihat basah"Kamu nangis, Sayang? Ada apa? Apa yang membuat air matamu ini terjatuh" tanya Devano sambil mengusap sisa air mata itu


"Aahh tidak kok, Oppa. Hanya saja tadi aku kelilipan" balasnya yang sengaja berbohong.


"Beneran, Oppa. Aku tidak berbohong. Hanya saja tadi aku mimpi buruk"


"Mimpi buruk? Memangnya mimpi buruk apa yang sudah mengganggu tidurmu, Sayang?"


"Aku mimpi kamu bersama dengan wanita lain" gumam Nadira lirih


Mendengar itu membuat Devano mendekap Nadira sangat erat"Mimpi yang ngaco. Karna sampai kapan pun, Aku tidak akan pernah meninggalkan kamu, Sayang. Kamu yang akan menemaniku hingga akhir" kata Devano yang terdengar sangat lembut menerpa indra pendengaran Nadira.

__ADS_1


Tapi aku takut kamu adalah orang yang di maksud oleh kak Keenan, Oppa. Tanpa aku sadari, Ternyata perasaanku sudah sebesar itu. Rasa takut kehilangan ini berhasil menghantui pikiranku


Nadira membatin sambil berusaha menahan agar air matanya tak lagi tumpah di depan Devano. "Sudah jangan berpikiran yang tidak-tidak. Itu hanyalah sebuah mimpi, Kamu tau bukan, Jika mimpi itu hanyalah bagian dari bunga tidur." Kata Devano lagi


Sepertinya aku harus ke rumahnya kak Keenan, Aku benar-benar tidak tenang jika belum melihat seperti apa wajah orang yang bernama Devano. Laki-laki yang di maksud oleh kak Mela.


Lagi-lagi Nadira hanya membatin. Apa yang dia takutkan sudah benar-benar mengganggu pikirannya. "Oh iya, Sayang. Hari ini aku ada urusan. Kamu kalau bosan bisa pergi ke mall atau ke rumah Bella ya. Kuliah kamu juga masih cuti kan?" kata Devano sambil menatap wajah Nadira


"Iya, Oppa. Ingat pesan aku semalam ya, Jangan melakukan hal yang akan membuatmu bahaya. Karna aku benar-benar takut kehilangan kamu, Oppa"


"Iya, Sayang. Ya sudah, Aku mandi dulu ya" Devano bergegas bangun dari tempat tidurnya. Berjalan ke arah kamar mandi. Meninggalkan Nadira yang masih terdiam di sana. Nadira menatap punggung Devano yang sudah menghilang di balik pintu.


"Entah kenapa tiba-tiba saja aku takut kehilangan kamu, Pak Dev. Apa mungkin karna aku sudah terlanjur mencintaimu" pekiknya sambil mengambil nafas dalam.


Nadira keluar dari dalam kamarnya. Berjalan ke arah kulkas mengambil beberapa bahan makanan di sana. Kali ini Nadira akan membuatkan Spaghetti untuk sarapan Devano. Karna memang Devano sangat menyukai makanan itu, Terlebih lagi spaghetti yang di masak oleh Nadira.


Di saat Nadira sudah selesai memasak spaghetti, Tiba-tiba saja dia mendengar suara ponselnya yang berdering. Sepertinya ada pesan masuk di sana. Dengan langkah cepat Nadira kembali masuk ke dalam kamarnya, Karna memang wanita itu sedang menunggu pesan dari Keenan. Dan ternyata memang benar, Ada sebuah pesan masuk dari nomor Keenan. Betapa terkejutnya Nadira saat melihat pesan yang dikirim oleh Keenan.


"Astaga, Jadi dia laki-laki yang di ingat oleh kak Mela" kata Nadira sambil terus menatap gambar di layar ponselnya.


"Tapi syukurlah, Setidaknya dia hanya memiliki nama yang sama dengan suamiku. Sekarang aku bisa bernafas lega, Ternyata laki-laki yang di maksud kak Keenan bukan Devano suamiku" batin Nadira sambil mengangkat kedua sudut bibirnya

__ADS_1


Di Tempat Lain


"Maafkan saya, Nadira. Saya terpaksa mengirimkan gambar orang lain" kata Keenan setelah mengirimkan pesan pada Nadira


__ADS_2