
"Sayang, Kenapa malah diam saja. Kamu pasti punya Lingerie kan?" tanya Devano lagi saat melihat Nadira masih diam tak menjawab sepatah katapun. Jantungnya berdegup sangat cepat, Bahkan Devano bisa mendengar suara detaknya.
"Duh, Bagaimana ini. Apa iya aku harus menggunakan pakaian kurang bahan itu. Kan aku malu sama pak Devan, Eh oppa. Aku harus bagaimana" ujar Nadira dalam batinnya.
Wanita itu mengambil nafas dalam lalu membuangnya pelan"Lingerie?" ujarnya dengan wajah merah bak kepiting rebus. .
"Iya sayang, Lingerie. Kamu pasti memilikinya kan?" ucap Devano sembari menatap kedua mata Nadira.
Nadira mengangguk"Iya. Pemberian Bella tadi siang" balasnya pelan dengan wajah yang masih merona.
"Yasudah. Kamu pakai untuk malam ini, Karna ini malam pertama kita, Aku ingin semuanya istimewa" ucap Devano lembut pada Nadira
"Tapi aku malu"
Mendengar ucapan Nadira membuat Devano mengerutkan keningnya"Malu? Malu kenapa?" tanya nya "Kok oppa masih tanya. Ya malu karna bajunya sangat tipis dan kurang bahan" jawabnya malu-malu
Devano terkekeh"Kamu lupa saat kita di bali. Kamu kan tanpa sadar tidur tanpa menggunakan baju, Hari itu tanpa sengaja aku sudah melihat semuanya" Perkataan Devano membuat Nadira membuka lebar kedua matanya.
"Hah! Oppa melihat semuanya. Maksudnya oppa liat-" perkataan Nadira terputus saat Devano cepat menimpalinya.
"Iya, Sayang. Waktu itu aku yang masih enak-enak tidur tanpa sengaja melihat kamu membuka semua pakaianmu dan hanya menyisakan ****** ***** saja"
"Apa!! Tapi kenapa saat pagi aku sudah menggunakan celana pendek?"
"Ya aku takut khilaf, Makanya aku yang pasangin celana pendek juga tank top kamu. Biar bagaimanapun aku adalah pria normal yang bisa khilap saat melihat barang bagus di depan mata" ujar Devano sambil mengulum bibirnya.
Nadira yang mendengar itu sontak langsung mencubit perut Devano seperti biasa"Dasar tukang mencari kesempatan dalam kesempitan" ujar Nadira sambil mengangkat sebelah sudut bibirnya.
__ADS_1
"Makanya kalau tidur itu jangan gitu, Untung saja aku bukan pria yang suka aneh-aneh. Coba kalo pria lain, Mungkin malam itu sudah terjadi hal yang tidak seharusnya terjadi" ucap Devano
"Sudah lebih baik sekarang kamu ganti bajunya dengan Lingerie"
Mendengar kata Lingerie membuat Nadira kembali terdiam, Apakah malam ini benar-benar akan menjadi malam istimewa buat mereka berdua.
"Baiklah, Tapi aku gantinya di kamar mandi ya" jawab Nadira yang pada akhirnya mengiyakan permintaan Devano.
"Kenapa harus di kamar mandi, Sayang. Di sini kan bisa"
"Gak mau! Aku maunya di kamar mandi, Oppa"
"Yasudah. Jangan lupa dandan yang cantik, Aku keluar dulu sebentar" ucapnya sambil mengedipkan satu matanya.
Nadira berjalan ke arah lemari lalu mengambil satu Lingerie berwarna merah cerah yang ada di paperbag di dalam lemari itu. Jantungnya kembali berdetak sangat cepat.
Setelah itu, Nadira masuk ke dalam kamar mandi. Mengganti pakaiannya dengan Lingerie itu di sana.
Di Luar
Saat Devano keluar dari dalam kamarnya, Awalnya dia pikir semua orang sudah tidur, Tapi ternyata dia salah. Karna di sana masih ada mereka semua yang sedang mengobrol santai sambil menonton siaran televisi. Padahal jam sudah menunjukkan pukul 22:00.
Devano yang melihat itu langsung menghentikan langkahnya"Astaga. Kenapa mereka semua masih di sana. Bukankah tadi sudah pada bilang mau tidur, Hingga mau tidak mau aku dan juga Nadira harus ikut masuk ke dalam kamar" ucap Devano pelan sambil memperhatikan mereka yang sedang tertawa di sana. Entah apa yang sebenarnya mereka tertawakan. Tapi yang pasti Devano sempat mendengar Bella menyebut namanya dan juga Nadira.
"Hahahhah, Tante bisa saja idenya. Itu benar-benar ide yang sangat bagus tante. Good idea" ujar Bella di sela tawanya.
"Iya dong. Saat tante tau jika mantan asisten Devano itu anaknya tante Cristy, Teman masa kecil Devano, Kami berdua langsung membuat rencananya dong. Karna memang tante masih ingat jika dulu Devano pernah mengatakan jika dia ingin menikahi Berlian nya saat sudah dewasa nanti. Dan tante hanya membantu mewujudkannya. Iya kan Crist" Terang Lina sambil menoleh pad Bella dan juga Cristy secara bergantian.
__ADS_1
"Iya kamu benar, Lin. Dan untung saja kemarin itu mereka pulangnya telat, Sehingga membuat kita bisa langsung menjalankan misi, Iya kan mas"
Wardana hanya mengangguk, Ikut menyimak pembicaraan para wanita-wanita yang ada di sana. Devano yang mendengar itu mengerutkan keningnya"Menjalankan misi, Memangnya misi apa yang mommy lakukan" ucapnya pelan.
Devano yang penasaran masih saja diam di sana, Karna kebetulan tidak ada yang menyadari keberadaan Devano, Semua pada sibuk dengan pembicaraannya.
"Iya. Asal kamu tau ya, Bella. Tante Lina sama tante Cristy itu niat banget menjalani perannya, Bahkan aktingnya melebihi artis papan atas. Benar-benar top" timpal Wardana
"Iya benar kamu mas. Aku saja sampai di buat geleng kepala saat melihat akting Lina. Benar-benar seperti real. Padahal semua itu kan hanya rencana kita saja, Rencana biar Devano dan Nadira mau menikah" lanjut Cristy
Mendengar itu membuat Devano mengambil nafas pelan"Astaga. Ternyata semua itu hanya rekayasa mommy saja. Mommy sama mama Cristy benar-benar ahli dalam bidang ini" ucap Devano sambil terus menatap mereka dari tempatnya.
Tak berselang lama, Dion yang sejak tadi fokus pada ponselnya tanpa sengaja menoleh ke arah tangga dan menemukan keberadaan Devano disana. Devano yang merasa Dion melihatnya langsung membalikkan tubuhnya ingin kembali masuk ke dalam kamarnya, Namun langkahnya terhenti saat suara Dion menerpa indra pendengarannya.
"Hei pengantin baru, Ngapain berdiri di sana. Sini dulu" panggil Dion yang membuat semua orang menoleh ke arah tangga.
"Ngapain berdiri di sana. Apa pengantin baru belum tidur?" ujar Dion sambil terkekeh.
"Eh Dev, Sejak kapan kamu di sana, Dev. Kenapa belum tidur?" tanya Lina pada Devano.
Devano tersenyum sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal"Tidak bisa tidur, Mom" ucapnya sembari melangkahkan kakinya menuju ruang tengah.
"Aiisss. Kenapa pengantin baru tidak bisa tidur, Jangan bilang sejak tadi kalian sibuk-" perkataan Dion terpotong saat Devano menimpalinya.
"Sibuk apa? Kalo punya otak jangan terlalu suka traveling" balas Devano sambil menendang kaki Dion
"Sakit monyet" umpatnya yang memang merasa kesakitan.
__ADS_1
JANGAN PERNAH BOSEN BACA YA. TINGGALKAN JEJAK LIKE SAMA KOMEN BIAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT NGEHALUNYA. JANGAN LUPA RATE BINTANG 5 NYA🥰