Terjerat Cinta Penguntit Cantik

Terjerat Cinta Penguntit Cantik
Sebuah pilihan


__ADS_3

"Jangan-jangan ini adalah ulah mereka" ucap Mahendra yang sudah mulai menerka-nerka siapa dalang dari kejadian ini.


"Maksud papa? Mereka siapa?" tanya Isma yang sudah mulai penasaran dengan apa yang baru saja di katakan oleh suaminya.


"Antonio. Seperti yang sudah kita ketahui, Bukan kah hanya orang itu yang selama ini selalu merasa tersaingi oleh WARDANA GRUP"


"Papa benar, Bisa jadi ini memang ulah orang-orang suruhannya"


Tak berselang lama, Ponsel Isma berdering, Ada sebuah panggilan masuk dari nomor Johan. Melihat itu membuat Isma dengan cepat mengucap tombol hijau itu.


📲:Halo, Johan. Bagaimana? Apa kamu sudah menemukan di mana keberadaan menantu saya Farah?


📲:Begini, Nyonya. Saya sudah melacak dimana keberadaan nona Farah


📲:Dimana?


📲:Menurut GPS yang saya pasang di ponselnya, Saat ini nona Farah sedang ada di Jakarta. Lebih tepat nya di sebuah mension mewah


📲:Apa! Lalu apa kamu tau siapa pemilik mansion itu?


📲:Tuan Antonio, Nyonya


📲:Hah, Pemilik mansion itu Antoni? Lalu kenapa Farah bisa ada di sana? Saya tidak mau tau, Kamu cari tau kenapa Farah bisa ada di tempat itu,


📲:Baik, Nyonya


Setelah itu, Sambungan telponnya terputus. Isma mengambil nafas dalam sejenak sambil menoleh pada Mahendra, "Ada apa, Ma. Kenapa wajah mama terlihat gelisah seperti itu? " tanya Mahendra pada Isma


"Ini soal menantu kita, Pa. tadi Johan mengabarkan jika Farah terlacak ada di sebuah mansion mewah. Dan apa papa tau siapa pemilik mansion itu?" pekik Isma sambil terus menatap suaminya.


"Tidaklah, Ma. Kan mama belum mengatakan sama papa. Memangnya mansion siapa?" tanya Mahendra sambil menatap Isma dengan raut wajah penasaran


"Antonio"


Mendengar nama Antonio membuat Mahendra semakin merasa ada yang sedang tidak beres"Untuk apa orang itu membawa menantu kita ke sana, Apa dia sedang ingin bermain-main dengan keluarga kita"ucapnya sambil menatap istrinya.


"Entahlah, Pa. Tapi kalau sampai Farah kenapa-napa, Dia akan tau bagaimana akibatnya" balas Isma


*


*


*


Setelah keluar dari dalam kamar yang di tempati Dion, Devano kembali masuk ke dalam kamarnya, Pria itu mengambil kopernya dan memasukkan barang-barangnya di sana.


"Pak, Apa pak Devan sudah mengatakan hal ini sama om dan juga Tante?" tanya Nadira setelah keluar dari dalam kamar mandi.

__ADS_1


"Belum, Nanti aku bilang kalau kita sudah mau berangkat ke bandara, Sayang" balas Devano yang masih terus sibuk dengan koper di depannya.


Nadira semakin berjalan mendekat pada Devano"Oppa, Sebaiknya kamu bilang sekarang, Om Dana berhak tau tentang masalah ini"ujar Nadira lagi


"Baiklah, Sayang. Kamu tolong lanjut packing kan barang-barang ku ya"


"Iya, Oppa"


Devano memberikan baju-baju yang masih di tangannya pada Nadira dan langsung keluar dari dalam kamar itu. Saat sudah tiba di bawah, Ternyata di sana sudah ada kedua orang tuanya dan juga orang tua Nadira yang sedang menikmati kopi sambil berbincang di meja makan.


Melihat kedatangan Devano, Mereka semua menoleh pada Devano yang masih berjalan dari atas tangga.


"Daddy, Devano mau ngomong hal penting" ujar Devano setelah tiba di sana


Mendengar perkataan Devano membuat Wardana mengerutkan kening, "Hal penting? Hal penting apa, Dev?" tanya nya penasaran.


"Ini soal proyek panthouse yang ada di jakarta pusat, Dad"


"Ada apa dengan proyek itu? Semuanya berjalan dengan baik kan, Dev?"


"No, Dad. Sebagian bangunan panthouse itu ada yang roboh" terang Devano


"Apa! Kenapa bisa begitu, Devano?"


"Dev juga tidak paham, Dad. Tapi Devano sudah meminta on Firman untuk menyelidiki tentang hal ini. Devano merasa ada kejanggalan dengan hal itu, Dad"


Mendengar perkataan Devano semakin membuat Wardana tidak paham. Bukan hanya Wardana, Lina dan juga Cristy serta Sky yang mendengar itu ikut menoleh pada Devano.


"Iya, Dad. Devano curiga jika semua ini adalah ulah-" Belum sempat Devano menyelesaikan perkataan nya, Ada sebuah panggil masuk pada ponsel Wardana. Hal itu membuat perkataan Devano terhenti.


"Kenapa gak di angkat, Dad. Siapa yang telfon?" Tanya Lina karna Wardana hanya menatap layar ponselnya.


"Daddy juga tidak tau, Mom. Nomornya tidak di kenal" jawabnya sambil terus menatap layar ponselnya.


"Angkat saja, Dad. Siapa tau saja penting" gumam Lina karna nomor itu terus saja menelfon dan sangat mengganggu pembicaraan pagi ini.


"Tapi Daddy tidak kenal nomornya, Mom. Biarkan saja lah Palingan juga orang iseng. Nanti bakal berhenti sendiri kalau sudah lelah" jawab Wardana dan kembali meletakkan ponselnya


Namun lagi-lagi ponsel itu berdering"Lebih baik mas Dana angkat saja. Siapa tau saja apa yang di katakan Lina memang benar, Takut saja penting " timpal Cristy


Akhirnya Wardana kembali mengambil ponselnya dan mengusap layar hijau itu.


📲:Halo, Siapa?


📲:Akhirnya anda menjawab telfon saya, Tuan Wardana yang terhormat


Mendengar suara itu membuat Wardana menatap layar ponselnya, Suara ini cukup Familiar.

__ADS_1


📲:Antonio, Untuk apa anda menghubungi saya?


📲:Kalau saya menghubungi anda, Itu artinya ada hal penting yang harus anda tau.


📲:Tidak perlu ganggu saya, Saya sibuk!


📲:Tunggu dulu, Tuan Wardana. Jangan main matikan telfon ini. Karna ini adalah hal yang sangat penting yang perlu anda tau


📲:Jangan terbelit-belit, Katakan apa yang mau anda katakan. Karna saya tidak punya banyak waktu untuk meladeni orang yang tidak tau diri seperti anda!


📲:Oh ya.


Setelah mengatakan itu, Antonio mengubah setelan panggilan nya dengan video call. "Kenapa dia malah video call" ucap Wardana yang merasa cukup heran.


"Sudah Terima saja, Mas. Siapa tau saja ada yang penting"


Wardana hanya mengangguk dan langsung menerima panggilan video itu. Keningnya mengerut saat di layar ponselnya sedang menampakkan sosok gadis cantik yang sedang tertidur.


📲:Anda lihat, Siapa wanita yang saat ini ada di tempat saya


📲:Saya tidak mengenalnya. Lalu apa tujuan anda menunjukkan wanita itu?


📲:Siapa bilang anda tidak mengenalnya, Justru anda sangat mengenalnya. Namanya Dania Wilona Wardana


Deg!


Nama itu membuat Wardana terdiam sesaat. Sedangkan Lina dan Devano yang mendengar kata Dania Wilona Wardana langsung ikut menatap ke layar ponsel itu.


"Kak Farah" ujar Devano setelah melihat layar ponsel milik Daddy nya.


"Kamu mengenalnya, Dav? " tanya Lina sambil melirik Devano"Iya, Mom, Dia orang yang pernah Devano tolong waktu di bali. Dia juga salah satu karyawan di perusahaan cabang"Terang Devano


"Tunggu. Kenapa tadi orang itu menyebutkan nama Dania, Apa maksud nya?" kata Lina penasaran


📲:Apa maksud anda?


📲:Masih tanya, Dia adalah anak anda yang bilang 20 tahun yang lalu, Tuan Wardana yang terhormat


📲:Jangan mengada-ngada. Saya tidak percaya


Antonio tersenyum saat mendengar perkataan Wardana. Pria itu mengarahkan kameranya pada tangan Farah, di mana di sana ada sebuah tanda lahir yang memang di miliki oleh Dania, Anak pertama Wardana dan Lina


📲:Anda pasti masih ingat tanda ini, Bukan. Masih tidak percaya jika dia anak anda.


📲:Saya minta anda menyuruh Devano untuk berpisah dengan wanita yang bernama Nadira. Kalau tidak, Saya tidak akan segan-segan untuk membunuh putrimu ini. Saya kasih waktu satu minggu. Silahkan anda pilih, Nadira atau Dania


📲:Be

__ADS_1


Tut.... Tut.... Tut...


Sambungan telpon itu langsung terputus begitu saja.


__ADS_2