
Sudah seperti biasa. Setiap hari Alex memang akan stay di sekitar mansion Wardana. Untuk memperhatikan Farah dari arah kejauhan. Karna hingga detik ini, Pria itu masih berusaha mencari cara agar bisa bersama dengan Farah kembali. Ingin memperbaiki semuanya yang sudah pernah dia lakukan di masa lalu.
Setelah melihat apa yang sudah Vanya lakukan bersama Adit, Membuat Alex sadar, Jika tak seharusnya dia menyia-nyiakan wanita sebaik dan setulus Farah. Yang tak pernah mengeluh atas apa yang sudah dia perbuat.
Saat melihat Farah keluar dari dalam mansion nya, Alex menyalakan mesin mobilnya serta langsung melajukan mobil itu mengekor di belakang mobil yabg di gunakan oleh Farah saat ini. Entah kemana Farah akan pergi, Tapi jika di lihat dari rute perjalanan, Sepertinya mobil Farah sedang berjalan menuju rumah sakit.
Dan ternyata memang benar, Mobil itu benar-benar berhenti setelah sampai di depan sebuah rumah sakit besar yang letaknya cukup dekat dari tempat tinggal Farah.
Dari dalam mobil, Alex bisa melihat Farah yabg keluar dari dalam mobilnya sambil sesekali mengusap perutnya yang masih terlihat datar, Karna usia kandungannya baru masuk di trimester pertama.
Disana, Alex bisa melihat siapa yang sedang menunggu Farah di depan rumah sakit"Dokter Alan" gumamnya.
Ya, Pria yang sedang menunggu kedatangan Farah adalah Alan. Salah satu dokter yang sempat Alex katakan sebagai selingkuhan Farah saat di bali. Dan hari ini, Alan memang sudah pindah praktek ke rumah sakit di jakarta. Selain menjadi dokter, Di sana Alen juga menjabat sebagai dokter kepala, Karna memang kebetulan rumah sakit itu adalah cabang dari rumah sakit AKR yang di bali.
Melihat keberadaan Alan di sana yang sudah menunggu Farah, Membuat Alex cepat keluar dari dalam mobilnya. Alex ingin mendengar apa yang sedang mereka bicarakan saat ini.
Pria itu mengikuti Farah dan Alan yang sedang berjalan menyusuri setiap koridor di rumah sakit itu. Mengekor di jarak yang cukup lama agar Farah atau pun Alan tidak merasakan keberadaannya Alex yang sedang mengikuti langkah mereka.
"Bagaimana keadaanmu, Fara" tanya Alan di sela langkahnya
__ADS_1
"Alhamdulillah keadaanku baik, Alan. Dan sekarang aku sudah bertemu dengan keluarga kandungku. Bahkan aku sudah mengingat semuanya" kata Farah sambil menoleh pada Alan.
Mendengar itu membuat Alan menghentikan langkahnya"Oh ya? Jadi kamu sudah bertemu dengan keluarga kandungmu. Syukurlah, Semoga setelah ini hidupmu akan baik-baik saja. Semoga semua luka yang pernah kamu rasakan di masa lalu bisa tergantikan dengan kebahagiaan yang sempat hilang," balas Alan sambil menatap Farah.
Farah tersenyum kaku. Perkataan Alan membuatnya teringat akan Alex. Entah kenapa tiba-tiba saja bayangan Alex melintas dalam benaknya"Semoga saja, Alan" kata Farah sambil menundukkan wajahnya.
Raut wajah Farah membuat Alan mengerutkan keningnya"Kamu kenapa? Kok mukanya sedih begitu. Are you oke?" tanya Alan saat melihat raut wajah Farah yang terlihat cukup di tekuk.
Farah mengambil nafas sejenak lalu membuangnya kasar"Entahlah, Aku tidak paham dengan perasaanku sendiri. Di satu sisi, Tentu aku bahagia karna bisa kembali mengetahui siapa orang tua kandungku. Tapi di sisi lain, Selalu ada hal yang terasa sangat menggangu pikiranku" balas Farah pada Alan.
"Memangnya hal apa yang sudah mengganggu pikiranmu?"
Karna jujur saja, Hingga detik ini perasaan Farah terhadap Alex masih sebesar itu. Alex masih menjadi pemiliknya seutuhnya.
Jawaban Farah membuat Alan menatapnya"Jangan terlalu banyak pikiran. Ingat, Saat ini kamu hamil. Dan pada trimester pertama sangat rentan dengan keguguran yang di sebabkan oleh pola pikir. Saranku, Lebih baik untuk saat ini kamu lebih fokus lagi sama kehamilan ini. Jangan sampai janin dalam kandungan kamu kenapa-napa" balas Alan sambil menatap Farah.
Farah tak menjawab, Wanita itu hanya diam sambil menundukkan wajahnya"Mungkin memang benar apa yang di katakan oleh Alan. Lebih baik untuk saat ini aku fokus pada kandunganku dulu. Tapi bagaimana bisa, Wajah mas Alex selalu datang dan menghantui ku. Apa aku sanggup melupakannya, Membuang semua rasa yang masih menjadi miliknya" batin Farah sambil mengambil nafas dalam.
"Iya, Alan. Terimakasih atas sarannya" balas Farah sambil mengangkat kedua sudut bibirnya.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari, Sejak tadi ada Alex yang mendengarkan apa yang mereka bicarakan. Perkataan Alan seakan menampar hati Alex, Seketika Alex teringat apa yang sudah dia lakukan pada Farah di masa lalu.
"Maafkan saya yang sudah begitu banyak menanamkan luka di hati kamu, Farah. Bahkan bukan hanya luka batin yang aku berikan, Luka fisik yang sering aku perbuat dan membuat kamu menangis karna ulahku. Sekarang aku sadar, Seberapa besar perasaanmu, Seberapa tulus cinta yang kamu punya, Tapi dengan bodohnya, Saya menyia-nyiakan wanita seperti mu hanya karna Vanya yang tidak tau diri" ujarnya. Kedua tangan Alex mengepal setelah mengingat apa yang sudah Vanya dan Adit lakukan di belakangnya. Bahkan Alex terlihat seperti orang bodoh yang tidak tau apa-apa.
Alex memperhatikan punggung Farah yang sudah semakin menjauh. Rasa bersalah itu membuatnya sadar jika dia begitu tidak pantas untuk seorang wanita yang memiliki hati begitu tulus seperti Farah. Hingga tiba-tiba saja apa yang pernah Devano katakan berhasil melintas begitu saja.
"Jangan pernah berharap bisa kembali pada kak Farah, Karna saya tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi. Anda hanyalah masa lalu kelam yang tidak akan pernah saya biarkan kembali mengusik kehidupan kak Farah. Anda laki-laki yang tidak pantas menjadi bagian dalam hidupnya lagi. Lupakan kak Farah, Karna di luar sana masih begitu banyak laki-laki baik yang bisa memperlakukan kakak saya dengan semestinya. Yang bisa mengayomi, Bukan mendzolimi seperti anda!"
Kata-kata itu kembali terngiang. Membuat Alex ingin menyerah untuk mendapatkan Farah kembali. Tapi saat teringat akan janin yang ada dalam kandungan Farah, Membuatnya ingin terus maju, Melalui semua rintangan serta tantangan yang sudah menjadi sebuah konsekuensi atas apa yang sudah Alex lakukan di masa lalu.
"Demi anak kita, Aku akan berjuang untuk mendapatkan kamu kembali, Farah. Tidak perduli apa yang akan aku rasakan. penolakan dan larangan seperti apapun akan aku tepis. Demi kamu dan anak kita" ujar Alex sambil mengambil nafas dalam lalu membuangnya kasar.
Alex melangkahkan kakinya, Menyusul Farah yang sudah masuk ke ruangan periksa kandungan.
"Ibu hanya sendiri? Dimana suami anda?" tanya seorang dokter wanita pada Farah.
Mendengar itu membuat Farah menoleh pada Alan. "Emmm, Suami saya-" Farah masih berpikir jawaban yang tepat. Tapi belum sempat Farah melanjutkan perkataannya, Alan sudah lebih dulu menimpalinya.
"Saya suaminya, Dokter. Iya, Saya adalah suaminya" kata Alan sambil melirik pada Farah. Karna memang waktu di bali Farah sudah menceritakan semuanya tentang hidupnya serta rumah tangganya terhadap Alan. Hal itu yang membuat Alan minta pindah praktek ke jakarta, Tepatnya setelah mengetahui jika Farah ada di jakarta.
__ADS_1
Alex yang baru saja ingin masuk langsung menghentikan langkahnya saat mendengar apa yang baru saja Alan katakan"Apa-apaan. Dia mengaku sebagai suaminya Farah," gumamnya pela.