Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi

Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi
SEASON 2 ~ Bab 15


__ADS_3

"Apa boleh?" tanya Usan meminta izin.


"Pelan-pelan," jawab Asha mengizinkan, membuat Usan tersenyum kecil. Setelah itu, Usan mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Asha, menempelkan bibirnya cukup lama di bibir kenyal Asha, karena menikmati kehangatan yang menjadi candu baginya itu.


Berbeda dengan sebelumnya, kali ini Usan benar-benar menepati janjinya, yaitu menyentuh Asha dengan penuh kelembutan tanpa terburu-buru apalagi kekerasan. Hal itu terlihat dari raut wajah Asha yang kini memejamkan matanya, benar-benar menikmati kecupan demi kecupan lembut yang Usan daratnya di bibir sensualnya.


Beberapa detik kemudian, Asha tak lagi hanya menikmati. Namum, Asha memberanikan diri untuk aktip dalam pertautan kali ini. Sejenak Asha ingin belajar melupakan masa lalu, keputusan itu Asha ambil ketika sadar akan perasaan cinta, yang dia miliki untuk pria yang telah memberikannya seorang buat hati yang begitu tampan. Malaikat kecil, pria imut sejuta pesona yang dia beri nama Diyan Lewis Talsen Baldev.


Asha sengaja membuka mulutnya, membuat Usan langsung beraksi tetapi tetap dengan penuh kelembutan seperti janjinya di awal. Kali ini tak hanya Usan yang memimpin dalam pertautan panas nan lembut itu.

__ADS_1


Tapi, Asha juga tak kalah pandai dalam hal berciuman. Hal itu terjadi lantaran Usan mengajarinya dengan baik. Sebenarnya, Asha memang adalah perempuan yang cerdas. Hingga tak butuh waktu lama untuknya mempelajari sesuatu hingga sudah menjadi handal menerima dan membalas.


Usan semakin menekan perlahan kepala Asha, memperdalam luma tan yang terasa semakin menggelora, membuat keduanya sama-sama mendapatkan kenikmatan yang tiada tara.


"Hemm ..." rintih Asha ketika permainan lidah Usan mulai turun semakin ke bawah, dan berhenti tepat di ceruk lehernya yang jenjang. Usan bermain di sana, memberikan begitu banyak tanda kepemilikan, membuat Asha tak sanggup menahan erangannya. Erangan yang mampu membuat nafsu Usan kian memuncak seakan ingin meledak saat itu juga.


Usan tak henti bermain di kehangatan ceruk leher Asha, kenikmatan itu membuatnya ingin menggila. Bermain di bibir dan leher sudah membuatnya ingin menyerah. Sanggupkah Usan kembali bermain di pusat inti milik Asha. Oh Tuhan! Membayangkannya saja Usan merasa ingin mati saat itu juga.


Melihat begitu banyak keringat yang mengalir di wajah Sang Istri, Usan segera menyekanya. Kemudian, kembali melu mat, men yesap, meng ulum, dan meng gigit lembut bibir Asha. Bermain-main di rongga mulut Asha, membuat Usan tak kunjung merasa puas.

__ADS_1


Usan tetap bermain lembut sambil menurunkan resleting gaun pengantin yang masih melekat di tubuh seksi Asha. Setelah itu, perlahan Usan menurunkannya ke bawah, hingga kini hanya bra dan juga cd yang melekat di tubuh Asha. Usan menelan saliva kasar, tidak menyangka kalau tubuh Asha tetap sama kencang, sintal, dan indah seperti dulu. Tidak, jelas ukurannya sedikit lebih besar daripada dulu.


Lagi dan lagi Usan dibuat kagum dengan lekukan indah itu. Boddy Asha benar-benar goal sempurna. Dengan dua gundukan dan bo kong yang memiliki ukuran tak biasa. Meksi kedua benda itu besar, padat dan sintal. Tetapi pinggang Asha tetap ramping. Bahkan tak ada lemak berlebihan pada paha, betis maupun lengannya. Semuanya, memiliki porsi yang begitu sempurna. Hampir Usan mengira kalau Asha bukalah manusia, melainkan manekin yang diciptakan sesempurna mungkin.


"Ahhh U-usan!" erang Asha terdengar begitu erotis di telinga Usan, membuatnya ingin memberikan kepuasan lebih untuk Asha. Usan pun bermain di setiap bagian sensitif di tubuh Asha. Membuat Asha terus merintih sambil mengangkat tubuhnya tinggi kala Usan berhasil membuatnya mendapatkan pelepasan pertama.


Usan membiarkan Asha menarik napas lebih dulu, sedangkan dirinya mulai melepaskan celananya, mengeluarkan senjata pusakanya yang juga memiliki ukuran tak biasa. Lihatlah bagaiamana wajah Asha pucat seketika, kala tak sengaja menatap benda yang membuatnya bergidik ngeri itu.


"Sayang, langsung saja, ya? Aku benar-benar sudah tidak sanggup lagi menahannya. Tapi, aku berjanji akan melakukannya perlahan," terang Usan mulai memposisikan diri.

__ADS_1


Sementara Asha langsung mengigit bibirnya antara mau lanjut atau tidak. Sedangkan napasnya masih terus memburu, tetapi hasratnya tidak dapat dibohongi. Tubuhnya juga menginginkan apa yang kini juga Usan idamkan. Pada akhirnya, Asha pun mengangguk setuju. Mendapatkan izin dari Sang Istri, Usan pun langsung bertindak. Mengarahkan senjatanya tepat di inti milik Asha.


"Aaakkhh! ....


__ADS_2