Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi

Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi
SEASON 2 ~ Bab 30


__ADS_3

Hanya beberapa menit perjalanan, Usan dan Asha sudah memasuki Mansion utama milik Mommy Ziva dan Daddy Lolan. Seperti biasa, keduanya langsung menuju ruang keluarga yang sudah ada Daddy Lolan, Mommy Ziva, Simone dan juga Arra. Semuanya tampak berbincang diselingi tawa masing-masing. Keluarga yang terlihat begitu harmonis, membuat Asha merasa damai dan tentram kala menyaksikannya.


"Akhirnya Kak Usan dan Kak Asha datang juga," seru Arra yang tampak sudah tak sabar ingin melahap makanan enak yang wanginya sudah tercium oleh Indra penciumannya yang tajam.


"Dasar rakus," ledek Usan mengambil posisi duduk, tepat di sebelah ada Asha Sang Istri tercinta.


"Biarin rakus, yang penting tetap langsing, wlek ..." balas Arra tak terima.


"Sudah-sudah, daripada perdebatan kucing dan tikus semakin menjadi, lebih baik kita makan malam sekarang juga. Ayo Asha Sayang," ajak Mommy Ziva beralih menggandeng Asha, menantu tersayangnya. Sementara Arra masih harus digendong oleh Simone, lantaran kakinya belum bisa dipijakan.


"Mommy!" terdengar suara lantang seorang balita, semuanya pun reflek membalikkan badan menuju sumber suara.


"Ya Tuhan, Lewis Sayang!" teriak Asha seketika menepis ganggaman Mommy Ziva, lalu berlari menghampiri seorang balita yang juga berlari mengejarnya. Apa yang kini Asha dan balita itu lakukan, membuat semua orang dibelakangnya tercengang dengan berbagai macam persepsi. Sedangkan Daddy Lolan yang sudah mengetahuinya tampak tersenyum lega.


"Mommy? Usan, apa sebelumnya Asha adalah seorang janda yang mempunyai seorang Putra?" tanya Mommy Ziva mengintrogasi Usan yang terdiam seribu bahasa.

__ADS_1


"Usan! Apa kamu mendengar Mommy!" bentak Mommy Ziva geram lantaran Usan masih tercengang melihat ke depan, dan masih mengabaikan pertanyaannya.


"Usan!" Mommy Ziva menepuk pundak Putranya, lamunan Usan pun seketika buyar.


"Putraku, Mom." sahut Usan reflek langsung berlari menyusul Asha yang telah memeluk Lewis dengan eratnya guna melepas rindu.


Penasaran akan ucapan Usan yang membuatnya bingung, Mommy Ziva pun juga menyusul ke depan sana. Daddy Lolan dan pasangan Simone dan Arra juga mendekat untuk menyaksikan kehadiran seorang balita yang memanggil Asha Mommy.


"Astaga, wajahnya sangat mirip dengan Usan ketika kecil. Jangan-jangan—" Mommy Ziva langsung membekap mulutnya, kala tak sanggup melanjutkan kalimat yang hampir membuatnya jantungan.


"Ya, tatapan tajam itu milik Usan. Astaga, aku sudah punya seorang Cucu," seru Mommy Ziva kagum melihat ketampanan Lewis bagaikan duplikat Usan sewaktu kecil.


Asha mulai berdiri sambil menggenggam sebelah tangan imut Putranya. Sedangkan Usan mulai berjongkok tepat di hadapan Lewis.


"Putraku," panggil Usan dengan suara yang bergetar. Usan mengulurkan tangannya, siap akan memeluk Putra tampannya yang terlihat begitu hebat.

__ADS_1


Bukannya menerima pelukan Sang Daddy yang selama ini membuatnya penasaran seperti apa rupanya. Tapi, apa yang kini Lewis lakukan membuat semua orang dibuat semakin terperangah. Dengan arogannya, Lewis menolak menerima pelukan Usan sambil bertanya kepada Sang Mommy.


"Apa benar dia Daddyku, Mommy?" tanya Lewis melipat kedua tangan, seraya memandang rendah Usan. Tak hanya Usan dan semua orang yang kaget ketika mendengar pertanyaan Lewis. Tetapi, Asha sendiri pun dibuat kaget dengan tingkah laku Putranya sendiri.


Asha kembali berjongkok mensejajarkan tingginya dengan Sang Putra, kemudian merangkul kedua bahu mini yang imut itu.


"Iya, Sayang. Dia adalah Daddy-mu. Daddy Usan. Maaf karena Mommy terlambat mempertemukan kamu dengan Daddy yang selalu kamu pertanyakan keberadaanya."


"Jadi benar dialah Daddy yang menelantarkan kita. Apa mereka semua juga menindas Mommy? Katakan kepadaku kalau iya, aku akan membidik mereka satu persatu."


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2