Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi

Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi
Bab 62 ~ Pengakuan Ny. Kiya


__ADS_3

Keesokan harinya, seperti biasa Asha telah siap dengan pakaian seksi berwarna kuning yang melekat sempurna di tubuh idealnya, ditambah heels berwarna senada yang membuatnya tampil begitu fresh.


Asha mengikat tinggi rambutnya, dengan full make up khas ala Asha seperti hari-hari biasa. Tubuh seksi dan wajah cantik maksimal, pria mana yang tidak tertarik dengannya.



Begitu merasa penampilannya sudah sempurna, barulah Asha keluar dari kamar dan berjalan santai menuju kamar Sang Ayah, tepatnya di kamar tamu.


Begitu masuk ke dalam kamar, ternyata sudah ada Lorix yang berbincang banyak hal bersama Tuan Riol. Tuan Riol tampak tersenyum bahagia kala melihat kedatangan Sang Putri.


"Kamu seksi sekali, Sayang," kata Tuan Riol sebenarnya tak suka dengan penampilan seksi Asha.


"Maaf, Ayah. Aku tidak percaya diri bila tidak begini," jawab Asha langsung menundukkan wajahnya dalam kala merasa bersalah.

__ADS_1


"Ayah mengerti, Sayang. Tidak apa-apa, yang terpenting adalah kamu bisa menjaga diri dengan baik," ujar Taun Riol mengerti akan perasaan Putrinya, yang dahulu selalu dirundung karena penampilannya yang culun.


Sebagai Ayah yang ingin Putrinya hidup bahagia, tentu Tuan Riol akan mengizinkan apa pun yang Putrinya lakukan, karena Tuan Riol percaya kepada Asha yang saat ini mengalami begitu banyak perubahan.


"Pesawat jet sudah siap di bandara, lebih baik kita ke sana sekarang karena sudah saatnya Ayahmu pergi ke Italia," ajak Lorix. Tuan Riol terpaksa harus ditangani lebih cepat, karena racun yang menumpuk di dalam tubuhnya sudah cukup banyak.


Tidak ingin terjadi hal buruk kepada Sang Ayah, pengobatan pun harus dilakukan secepat mungkin. Tuan Riol akan berobat di Italia, karena dari sanalah racun itu berasal, maka di sana pula-lah dia dapat disembuhkan. Hanya membutuhkan waktu sekitar lima belas menit perjalanan, mobil yang Lorix kendarai berhenti di bandara Oesteria-ria.


Asha sudah tak lagi asing dengan tempat yang dipenuhi banyak pria-pria kekar berpakaian serba hitam itu. Karena sebelumnya, Asha sudah sering mengunjungi markas itu bersama dengan Asisten Via. Ya, Asisten Via bukanlah wanita sembarang. Dia adalah salah satu anggota Mafia Girl yang dipercaya Lorix percaya untuk mendampingi Asha.


Lorix dan Asha masuk ke dalam sebuah ruangan sedikit gelap dengan pintu baja yang hanya dapat dibuka oleh orang-orang tertentu saja. Lorix membawa Asha masuk ke dalam ruangan itu, yang di dalamnya sudah ada Asisten Via dan beberapa anggota Gangster lainnya, yang tengah menyekap serta memberikan pelajaran kepada Nyonya Kiya yang berdiri tak berdaya dengan tubun dan wajah yang dipenuhi luka-luka penuh darah.


"Apa saja yang sudah dia katakan?" tanya Asha sambil melipat kedua lengan dengan gaya arogannya.

__ADS_1


"Dia sudah mengakui kalau memang dia yang telah membunuh Nyonya Disha, Ibu Nona." jawab Asisten Via membuat raut wajah Asha memerah seketika.


"Lalu, apalagi?" tanya Asha sambil mengepalkan tangan.


"Baru itu saja yang dia akui kepada kami, Nona." sambung anggota lainnya yang juga perempuan.


Mendengar itu, Asha mendekati Nyonya Kiya yang tampak memejamkan matanya kala sudah tak lagi sanggup menahan sakit di sekujur tubuhnya. Asha mengakar dagu wanita paruh baya itu dengan kasar. "Katakan kepadaku, kenapa kamu membunuh Ibuku?!" tanya Asha membentak.


"Asha Sayang, kalau aku jelaskan semuanya. Apa kamu akan menjamin untuk melepaskanku?" tanyanya pelan sesekali terbatuk yang mengeluarkan darah segar.


"Setidaknya, aku tidak akan membunuhmu," jawab Asha menyeringai mengerikan. Mendengar perkataan Asha yang memberikannya harapan untuk hidup, Nyonya Kiya pun langsung menjelaskan segalanya.


"Aku memang membunuh Disha. Tapi ....

__ADS_1


__ADS_2