
Dua hari telah berlalu, itu artinya hari ini adalah hari di mana acara pesta pernikahan Adik tiri Asha yaitu Laura akan segera dilangsungkan. Acara tersebut akan dilakukan di kapal pesiar mewah di laut indah kota Oesteria.
Malam itu, Asha berangkat sendiri bersama dengan Asisten Via tentunya, sedangkan Nyonya Kiya, Tuan Riol dan Laura sudah lebih dulu stay di kapal pesiar itu. Sementara Asha baru akan berangkat setelah selesai mengurusi butiknya.
Asha berangkat lebih awal bersama Asisten Via pada pukul tujuh malam, acara pesta pernikahan akan dilakukan pada pukul delapan malam. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih setengah jam, barulah Asha tiba di pelabuhan di mana kapal super mewah itu akan berlayar.
Asha keluar dari mobilnya bersama Asisten Via yang selalu setia berada di sisi kirinya. Ketika memasuki kapal dan menuju ruangan di mana pesta akan dilangsungkan, semua mata para tamu tak berkedip menatap Asha yang berpenampilan begitu cantik, berani sekaligus anggun pada malam itu.
Asha mengenakan gaun seksi berwarna merah yang begitu ketat hingga membentuk lekukan tubuhnya yang aduhai. Belahan dadanya menyembul dari balik gaun modis itu, terdapat tambahan pita cantik di bawah gundukannya yang menjuntai hingga menyentuh lantai.
Tak hanya gaun seksi yang memamerkan lekuk tubuh idealnya. Tapi, wajah cantik bak barbie hidup juga begitu mendukung penampilannya saat ini. Apalagi dengan rambut panjang di ikat asal yang semakin memperkuat kesan cantiknya yang alami.
__ADS_1
Tak ada satu pun pandang mata yang dapat berpaling dari Asha, kecantikan Asha bahkan mengalahkan kecantikan Sang bintang malam itu yaitu Laura. Lihatlah bagaimana Laura terus memanyunkan bibirnya kala tak suka dengan Asha yang terus menjadi pusat perhatian. Rasa irinya begitu dalam hingga membuatnya sulit mengendalikan eskpresi walau Sang Ibu terus memberinya isyarat agar tak melepaskan senyuman.
Asha tak peduli akan semua pandangan setiap mata yang terus mengintainya, semakin dikagumi, maka Asha akan semakin memancarkan aura kecantikannya, membuat semua orang semakin terpana. Tak hanya kaum laki-laki, tapi kaum perempuan juga terhipnotis oleh penampilan Asha malam itu. Selanjutnya, dapat dipastikan Asha akan kebanjiran order gaun seperti yang kini dipakainya.
Asha datang di waktu yang tepat, karena begitu dirinya duduk. Laura dan calon suaminya pun sudah mulai berjalan menuju altar. Suasana tampak begitu ceria, nyanyian lagu romantis membuat suasana kian terasa romantis. Tiba di Altar, kedua pengantin pun mulai mengucapkan janji suci.
Ketika semua mata tertuju pada kedua pengantin, saat itulah Asha bertindak. "Tayangkan video itu sekarang, Via," titah Asha.
"Tunggu," cegat Asha.
"Ada apa, Nona?" tanya Asisten Via tanggap.
__ADS_1
"Ayahku, apa sudah berhasil diamankan?"
"Sudah Nona, pengawal sudah berhasil membawa Tuan Riol pergi."
"Bagus, lanjutkan!" titan Asha lagi.
Tepat saat pembawa acara meminta diputarkan video masa kecil Laura dan kekasihnya, saat itulah semua orang tercengang kala melihat video yang diputar bukanlah video masa kecil Laura dan Suaminya. Melainkan Video seorang ja lang yang tengah melayani banyak pelayan dalam satu kamar.
Melihat videonya di layar sana, saat itulah Nyonya Kiya berteriak kepada pengawalnya untuk mematikan siaran video yang membuat Laura menanggung malu itu. Namun, Sayang karena semua sudah terlambat. Walau pengawal berhasil mematikan video itu, sayangnya semua tamu undangan sudah melihatnya dengan jelas. Bahkan, sebagian dari mereka telah merekam video memalukan itu.
Hanya butuh waktu beberapa detik, video pun menjadi tanding topik di sosial media. Nama seorang Nyonya Kiya pun hancur. Sementara semua para tamu mulai berbisik-bisik dengan praduga mereka masing-masing.
Hanya Asha yang tetap duduk manis sambil menatap kehancuran Ibu tirinya, tidak sulit baginya untuk menghancurkan wanita paruh baya yang haus akan harta itu. Sedangan Laura langsung pingsan seketika, beruntung dia menemukan pasangan yang baik hati, Suaminya terlihat menggendong Laura dan membawa Istrinya pergi.
__ADS_1
Sementara Nyonya Kiya menjadi pusat perhatian semua orang. Namum tiba-tiba .....
DOR!