Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi

Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi
Bab 56 ~ Rubah Pembunuh


__ADS_3

PLAK!


Satu tamparan keras yang berasal dari telapak tangan Mommy Ziva mendarat tepat di sebelah kanan pipi Usan, hingga meninggalkan bekas kemerahan di sana. Usan mengangkat tangannya, meraba pipi yang terasa panas setelah ditampar sekuat tenaga oleh Sang Mommy tercinta.


"Telapak tanganmu tidak apa-apa kan, Sayang?" tanya Daddy Lolan mengkhawatirkan kondisi tangan Sang Istri, daripada kondisi pipi Sang Putra. Mommy Ziva mengabaikan Daddy Lolan yang kini meniup telapak tangannya yang memerah dan terasa perih. Wanita cantik paruh baya itu tetap fokus menatap Usan penuh amarah.


"Mommy, apa salahku?" tanya Lolan menatap Mommy Ziva dengan ekspresi kecewanya.


"Sudah Mommy katakan berhenti berhubungan dengan Rubah pembunuh ini!" bentak Mommy Ziva sambil menunjukkan jari telunjuknya ke arah wajah Asha yang duduk sendirian dia sofa mewah itu.


Mommy Ziva benar-benar telah termakan berita buruk tentang Asha. Dan Asha sendiri tidak membantah berita itu sama sekali, bahkan dia sengaja membuat berita buruk tentangnya viral agar Mommy Ziva membencinya. Dengan begitu, hubungannya dan Usan tidak akan pernah bisa berjalan.


"Dan kau! Kau hampir saja membuatku kehilangan nyawa Putraku, dan kau berani datang kemari seakan tanpa dosa! Aku tidak akan membiarkan Putraku mendapatkan perempuan ja lang sepertimu!" bentak Mommy Ziva sambil terus menatap Asha yang juga menatapnya.


"Mommy, hentikan!" bentak Usan.

__ADS_1


"Beraninya kau membentak Istriku!" Daddy Lolan balik membentak Usan.


"Daddy, Mommy, tenanglah," bujuk Simone, sedangkan Arra hanya menonton, karena bingung harus berbuat apa. Arra sadar dan merasa bersalah pada Asha. Karena walau bagaimana pun, Arra-lah yang mengolok-olok Mommy Ziva agar membenci dan menganggap Asha sebagai wanita yang tidak benar.


"Tenang-tenang, semuanya harap tenang," seru Asha menengahi perdebatan antara anak dan orang tua itu. Asha langsung bangkit walau kesulitan, bahkan Asha menepis tangan Usan yang ingin membantunya berdiri.


Asha menggeser tubuh Usan, kemudian Asha berdiri tegap tepat di hadapan Mommy Ziva yang menatapnya dengan alis yang berkerut heran.


"Dengarkan pernyataanku baik-baik, Nyonya. Aku Dasha Drace sama sekali tidak menyukai Putramu yang arogan ini!" tegas Asha sambil menunjuk wajah Usan, tapi tatapannya tetap pada Mommy Ziva.


Setelah puas mengucapkan kalimatnya, Asha pun berjalan dengan menahan rasa sakit yang berusaha dia singkirkan agar tak terlihat lemah di depan semua orang yang membencinya.


Ketika berjalan melewati Simone, Asha mengentikan langkah kakinya, mengangkat wajah, kemudian menatap Simone dengan mata yang berbinar-binar serta bibir yang tiba-tiba mengembangkan senyumnya. Simone pun membalas senyuman Asha dengan senyuman manisnya.


Setelah itu, Asha menatap Arra yang juga menatapnya. Lalu Asha pun keluar dari Mansion TB Grup dengan menahan rasa sakit pada tubuhnya, hanya tubuh. Asha sudah kebal dengan hinaan dan sejenisnya.

__ADS_1


"Asha!" panggil Usan akan pergi menyusul Asha yang telah pergi. Namun, Mommy Ziva malah menahan Usan agar tak pergi ke mana-mana.


"Mommy, lepaskan aku! Sejak kapan Mommy tidak berperasaan seperti ini? Dia terluka Mommy," imbuh Usan.


"Tetap saja dia seorang kriminal, Mommy tidak akan membiarkan dia memanfaatkanmu," sahut Mommy Ziva.


"Mommy, Asha bukanlah wanita yang seperti Mommy pikirkan," terang Usan berusaha membujuk Sang Mommy.


"Sadarlah Usan, apa kamu tidak dengar apa yang dia katakan tadi? Dia tidak mencintaimu!"


"Aku tidak peduli, Mommy, aku tidak peduli. Bila sekarang dia belum mencintaimu, maka aku akan melakukan apa pun agar dia mencintaiku." balas Usan yakin.


"Ja lang itu—"


"Dia bukan ja lang, Mommy. Dia adalah ....

__ADS_1


__ADS_2