Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi

Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi
SEASON 2 ~ Bab 21


__ADS_3

"Tidakkah kamu ingin menanyakan sesuatu kepadaku?"


"Tidurlah, aku tidak akan bertanya apa pun padamu," Usan mengalah. Meski rasa penasarannya sangat menggebu-gebu, tetapi dia tak mungkin bertanya dengan kondisi Asha yang seperti saat ini. Usan tidak ingin membongkar luka lama Asha. Bagaimana pun, Usan mengerti betapa sulitnya kehidupan Asha di masa lalu.


"Namanya Lewis, aku memberinya nama Diyan Lewis. Tahun ini usianya menginjak tiga tahun, Lewis adalah anak laki-laki yang sangat tampan, mata, hidung, bibir, semuanya sangat mirip denganmu. Lewis juga sangat kuat, dia sulit dikalahkan. Tapi, dia banyak menangis semenjak tinggal bersama Neneknya," jelas Asha sambil membenamkan wajahnya ke dalam pelukan hangat Usan, yang dapat memberikan efek tenang dipikirannya.


Usan membalas pelukan Asha dengan erat. Perasaan aneh datang tiba-tiba, Usan sangat bahagia mendengar cerita tentang Putranya. Namun, ada begitu besar rintangan yang harus dirinya taklukan di depan sana. Siap tidak siap, Usan harus maju dan merebut kembali Putranya tercinta.


"Apa yang sebenarnya telah terjadi? Kenapa kamu bisa terjerat di keluarga itu?" tanya Usan dengan suara yang begitu lembut seakan tak ingin melukai perasaan Sang Istri.


"Terkadang tidak semua keinginan bisa didapat dengan kerja keras dan juga pengorbanan. Meski sudah mendapatkan uang sebesar dua ratus juta darimu, tapi ternyata perjalanan hidupku tetap tidak mulus seperti yang aku harapkan. Biaya hidup diluar negeri sangat tinggi. Nenekku memang kembali sembuh, tapi kuliahku di sana terhenti. Saat itu aku sedang mengandung, aku mencoba menjual tubuhku lagi, tetapi tidak bisa, lantaran aku selalu muntah-muntah setiap akan disentuh pria yang menggunakan jasaku. Hingga suatu hari, aku tak sengaja bertemu dengan Nenek Lore, aku bekerja sebagai pelayan di rumahnya, dia membiayai kuliahku bahkan membawaku memasuki pelatihan-pelatihan yang sangat berat." Asha berhenti senejak.


Sementara Usan semakin mengeratkan pelukannya. Penyesalannya sangat dalam, Usan sangat menyesal karena terlambat membawa Asha kala itu. Andai dirinya benar-benar membantu Asha, Usan yakin hidupnya akan sangat bahagia saat ini.

__ADS_1


"Setelah itu apa yang terjadi? Ceritakan lagi kepadaku, aku ingin mendengar semuanya," pinta Usan dengan tubuh yang mendadak terasa panas dingin. Mendengar permintaan Usan, Asha menengadah, menatap pria tampan dengan kedua mata yang kini berkaca-kaca. Asha tahu Usan tengah menahan tangisnya. Untuk itu, Asha melanjutkan kembali ceritanya.


"Aku sangat bahagia menemukan seseorang seperti Nenek Lore yang banyak membantuku, aku juga sangat bahagia karena aku mendapat semuanya tanpa harus menjual tubuhku. Usai melahirkan Lewis, Nenek Lore-lah yang membiaya hidupku, Nenekku dan juga Putraku. Selama ini aku mengira dia tulus membantuku, tapi ternyata semua tidak seindah yang aku bayangkan. Dia menjadikan aku tunangan Putra angkatnya. Bukan hanya itu saja, dia juga mengambil Putraku Lewis," penjelasan yang terakhir membuat Asha tak sanggup menahan tangisnya. Di dalam dekapan Usan, Asha tak lagi malu untuk meluapkan segala emosinya dengan menangis sejadi-jadinya hingga terisak-isak.


"Sudah, berhenti menangis. Bukan Asha namanya kalau lemah seperti ini," goda Usan berusaha mecairkan suasana agar tak membuat Asha merasa tak nyaman dan traumanya kumat.


"Aku membencimu," Asha memukul punggung Usan.


"Kamu percaya bukan kalau aku bisa merebut Putra kita kembali?" tanya Usan.


"Percayalah padaku, aku pasti bisa merebut Lewis kembali. Dia hanya seorang Nenek tua yang sudah tak lagi berdaya. Tanpa orang-orang dibelakangnya dia tidak akan sanggup melakukan apa pun." tegas Usan berusaha meyakinkan Asha.


"Melawan aku saja kamu kalah. Bagaiamana mungkin kamu sanggup mengalahkan orang-orang dibelakang Nenek Lore." Asha merendahkan.

__ADS_1


"Singa jantan ini baru terbangun dari tidurnya, dia belum melakukan apa pun. Selama ini, kedua tangan si singa jantan hanya sibuk mengusap mata dan menutup mulut yang menguap, dia melawan hanya dengan napasnya. Lihat saja nanti, lihat saja bagaimana si singa jantan ini menghabisi mereka semua." tutur Usan percaya diri.


"Apa kata-katamu bisa aku pegang? Katakan sesuatu yang dapat membuatku yakin padamu," pinta Asha yang rupanya masih ragu.


"Aku berjanji tidak akan menyentuhmu, sebelum aku berhasil merebut Lewis kembali."


*


*


*


Yakin kau, Usan?๐Ÿ™„

__ADS_1


"Ayo semangat Daddy, jemput aku. Kalau tidak, jangan harapkan kehadiran Adik perempuan."๐Ÿ˜Œ



__ADS_2