Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi

Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi
Bab 23 ~ Rencana licik


__ADS_3

"Astaga, Kak Simone," dr. Xean kaget melihat Simone yang berusaha memasang alat bantu napas yang ada di sampingnya, tepatnya dia atas nakas. Xean langsung bergerak cepat dan membantu Simone memasang alat bantu pernapasan yaitu alat nabulizer.


Kecelakaan cukup parah yang Simone alami tak hanya membuatnya menjadi pria lumpuh dalam beberapa bulan terakhir, tapi juga meninggalkan trauma yang cukup dalam baginya. Ketika ada sesuatu yang mengganjal di hatinya atau membuatnya kaget, maka dia akan mengalami sesak napas yang sulit disembuhkan.


Xean langsung memeriksa keadaan Simone, sementara Simone mulai merasa tenang kala napasnya mulai teratur dengan bantuan nabulazer.


"Xean, kamu sudah datang," sapa Mommy Ziva yang masuk ke dalam kamar dengan membawa meja dorong yang di atasnya tertata makan siang sehat untuk Simone Putranya. Di belakang Mommy Ziva, tak ketinggalan juga ada Arra pastinya.


"Iya, Mom. Baru saja sampai?," jawab Xean ramah.


"Astaga Simone kenapa?" Mommy Ziva pun juga kaget dengan keadaan Simone saat ini. Arra yang ada di sampingnya juga terlihat begitu mengkhawatirkan keadaan Sang Kakak. Simone hanya menggelengkan kepala sebagai jawaban bahwa dirinya tidak apa-apa, karena masker di wajahnya, membuatnya tak bisa bicara.


"Tidak apa-apa, Mom. Kondisi Kak Simone juga sudah membaik, kakinya juga sudah sembuh. Mulai hari ini Kak Simone sudah diperbolehkan berjalan-jalan santai, besok aku akan memastikannya lagi." jelas Xean kepada Mommy Ziva dan juga Arra. Kedua perempuan itu pun tampak bernapas lega sambil mengelus dada masing-masing. "Syukurlah," ucap Keduanya bersamaan.


***


Di Mansion Bredariol.


Tuan Riol, Nyonya Kiya, Laura dan calon Suaminya Cris serta kedua orangtuanya, tengah berkumpul di ruang makan untuk menikmati makan malam bersama, sekaligus membicarakan pesta pernikahan yang tinggal menghitung hari akan segera dilaksanakan.


"Jadi, hanya gaun pengantin untuk Laura saja yang belum siap?" tanya Ayah dari Cris.

__ADS_1


"Benar, Ayah," jawab Laura manja.


"Kamu tidak perlu khawatir, Sayang. Berapa pun harga gaun yang kamu inginkan pasti akan aku belikan," ujar Cris yang tahu kabar tentang Laura yang dikerjai oleh Kakaknya sendiri.


"Terima kasih, Sayang."


Setelah selesai makan malam bersama keluarga calon Suaminya. Laura dan Nyonya Kiya tengah membuka dan menghitung beberapa hadiah dan uang yang diberikan oleh keluarga Cris. Keduanya tampak bahagia kala menerima banyak barang-barang branded.


Tentu barang branded, karena Laura akan menikah dengan seorang pengusaha yang juga tak kalah kaya dari RL grup. Setelah menikah nanti, Laura akan tinggal bersama calon Suaminya.


"Kamu aman, Sayang. Setelah menikah nanti hidup kamu akan aman. Tidak perlu pikir-pikir lagi kalau mau beli sesuatu."


"Iya, Ibu. Tapi, gaunku bagaiamana? Bagaiamana kalau Kak Asha mengerjaiku?, bagaiamana kalau dia tidak membuatkan gaun untukku? Kita tidak punya banyak waktu lagi, Ibu," keluh Laura tak sabar.


"Kenapa Ibu tidak mengatakannya kepadaku?" kesal Laura.


"Masalah itu tidak penting, Sayang. Lebih baik kita pikirkan apa yang harus kita lakukan nanti saat di acara pernikahanmu."


"Melakukan apa, Ibu?" lanjut Laura tak mengerti.


"Apa lagi kalau bukan balas dendam. Kakakmu Asha pasti akan hadir dan pada saat itulah kita harus balas dendam dan mengerjainya. Kita juga harus membuatnya tinggal di rumah ini."

__ADS_1


"Ibu memang cerdas. Sepertinya aku punya ide bagus, ibu."


"Apa itu, Sayang?"


"Ibu tahu kedekatan Kak Asha dengan Dusan Atlemose dari keluarga Talsen Baldev yang super kaya raya itu?"


"Tentu saja Ibu tahu, berita itu sudah menyebar luas. Apa maksudmu, kita harus memisahkan mereka?"


"Iya, Ibu. Jangan sampai Kak Asha punya sokongan dibelakangnya, kalau dia benar-benar menjadi kekasih Dusan Atlemose, maka akan sulit bagi kita untuk melenyapkannya."


"Jadi, apa rencanamu?"


"Bagaimana kalau kita ....


*


*


*


Simone

__ADS_1



__ADS_2