
Sebelumnya, Lorix ingin membawa Asha ke rumahnya, yang letaknya tersembunyi agar Usan tak dapat menemukan Asha. Namun, Asha menolak keras lantaran ingin cepat pulang ke rumahnya karena mengkhawatirkan keadaan Sang Ayah, yang Asisten Via amankan di rumahnya.
Begitu mobil mewah itu terparkir di halaman rumahnya, Asha langsung keluar dari mobil kemudian berlari masuk ke dalam rumah, meninggalkan Lorix yang mengekor di belakangnya.
"Ayah," panggil Asha ketika sudah berada di dalam kamar.
"Asha," sahut Tuan Riol yang masih terbaring lemah di atas ranjang, dengan ditemani oleh seorang Dokter yang menangani kondisinya.
"Bagaiamana keadaan Ayah saat ini?" tanya Asha langsung duduk di pinggir ranjang.
"Kamu terluka, Sayang. Dokter, cepat periksa dan obati Putriku," titah Tuan Riol meminta Dokter untuk memeriksa keadaan Putrinya tercinta.
"Aku baik-baik saja, Ayah. Hanya sedikit lecet dan sudah diobati oleh Usan," jawab Asha jujur sambil menunjukkan senyuman manisnya.
"Di mana dia sekarang? Dia yang mengantarmu pulang, kan, Sayang?" Ayah Riol bertanya penasaran.
__ADS_1
"Tidak, Ayah. Aku pulang bersama—"
"Asha pulang bersama saya," potong Lorix yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar tamu di mana Ayah Riol tengah ditangani.
Melihat kemunculan seorang pria asing baginya, Tuan Riol langsung mengubah raut wajahnya. Dia menatap Lorix dari ujung kaki hingga ujung kepala lengkap dengan ekspresi herannya, seakan bertanya-tanya dalam hati, siapa pria tampan yang memiliki tatapan mematikan dengan tubuh kekar yang kini berdiri tegap di samping Putrinya.
"Kamu siapa?" tanya Tuan Riol penasaran.
"Saya Lorix," jawab Lorix dengan suara khasnya yang begitu berat dan berkelas, bila dijadikan seorang aktor, maka suaranya akan dibayar dengan harga fantastis. Walau Usan juga memiliki warna suara yang sama, tapi suara Usan tidak sematang suara Lorix.
Asha tak langsung menjawab pertanyaan Sang Ayah, Asha menatap Lorix untuk meminta izin sebelum menjelaskan, karena Asha paham betul tidak sembarang orang yang dapat mengetahui siapa Lorix sebenarnya.
Lorix menganggukan kepalanya, pria tampan itu mengizinkan Asha untuk memberitahukan siapa dirinya kepada Tuan Riol, Ayah kandung Asha. Asha menunggu Dokter selesai mengobati Ayahnya, begitu selesai dan Dokter telah pamit. Barulah Asha kembali duduk di pinggir ranjang tepatnya di samping Ayahnya.
"Jadi, siapa dia?" tanya Tuan Riol lagi.
__ADS_1
"Dia adalah Lorix Lore, Ayah."
"Lore!" sahut Tuan Riol membulatkan matanya sempurna dan mengangkat sedikit tubuhnya—kala kaget mendengar ada nama perusahaan terbesar di dunia yang berada di belakang nama pria tampan yang menunjukkan senyuman manis padanya.
"Dia adalah pewaris PT Lore yang melegenda di Italia?" tanya Tuan Riol menatap serius Lorix, Lorix pun menganggukkan kepala sebagai jawaban, membuat Tuan Riol merasakan tubuhnya sedikit bergetar.
"Benar, Ayah. Kak Lorix adalah pewaris tunggal PT Lore. Dia dan Neneknya-lah, yang selama tiga tahun belakangan membantu dan membuatku berubah hingga menjadi seperti sekarang ini," terang Asha membuat Tuan Riol tersenyum senang sambil memeluk erat Asha.
"Terima kasih Tuan Lorix, terima kasih banyak karena sudah melindungi Putri saya, Asha," tutur Tuan Riol berterima kasih dengan tulus.
"Tidak perlu sungkan, Ayah Mertua. Panggil aku dengan namaku saja, Lorix."
"Ayah Mertua?" kembali Tuan Riol bertanya bingung.
"iya, Ayah. Karena Kak Lorix adalah ....
__ADS_1