
"Apa kalian masih lama? Berapa lama lagi aku harus berjongkok?" tanya Usan yang masih pada posisinya ketika melamar Asha.
Ucapan Usan sukses membuyarkan suasana haru yang semula tercipta, membuat gelak tawa Tuan Riol dan Lorix pecah, sedangkan Asha hanya mengulum senyum sambil menyeka perlahan air mata yang mengalir.
Tawa juga ditambah ricuh ketika Mommy Ziva dan Daddy Lolan muncul seraya menggandeng anak mereka masing-masing. Arra digandeng Sang Daddy, sama seperti Asha, Arra juga tampil dengan mengenakan gaun pengantin yang tak kalah indah dari gaun yang Asha kenakan. Sementara Simone menggandeng Mommy Ziva yang tak kunjung berhenti menertawakan Usan.
Melihat penampilan Arra dan Simone, Asha pun kembali dibuat terperangah. "Kak Simone, Arra?" imbuh Asha kaget. Sedangkan Usan hanya dapat menghela napas kala harus terus berjongkok entah sampai kapan.
"Asha sayang, luka di perutku akan kumat kalau terlalu lama berjongkok," keluh Usan membuat Asha sadar dari keterkejutannya.
"Bangunlah, tidak ada yang melarangmu untuk bangkit," ketus Asha mencoba membantu Usan untuk berdiri. Tapi, Usan malah menolaknya, membuat Asha langsung menatap Usan kesal.
__ADS_1
"Jawab dulu. Apakah kamu mau menikah denganku? Setelah kamu menjawabnya baru aku akan berdiri," pinta Usan keukeuh. Asha menghela napas, lalu kembali memalingkan pandangannya kepada Sang Ayah dan Juga Lorix. Kedua pria baik hati itu mengangguk sebagai jawaban.
Setelah mendapat restu, raut wajah Asha terlihat begitu bahagia Kemudian barulah Asha menjawab. "Iya. Aku mau menikah denganmu, Usan." jawab Asha dan Usan langsung bangkit dari berjongkoknya, lalu mulai memasangkan cincin berlian berharga selangit itu, tepat di jari manis Asha. Setelah itu, keduanya saling memeluk dengan eratnya. Itu adalah cincin pertunangan dadakan untuk Asha. Sedangkan Simone dan Arra telah bertunangan secara diam-diam sebelumnya.
"Sekarang, saatnya kalian berempat berjalan menuju altar untuk pengucapan janji suci," kata Mommy Ziva langsung memposisikan Arra dan Simone untuk berdiri di belakang pasangan Usan dan Asha.
"Kamu siap, Sayang? Ke depannya mungkin memang tidak mudah. Tapi, percaya dan yakinlah padaku, bila kita berdua bersatu, maka kita pasti akan lebih kuat." bisik Usan di telinga Asha. Usan masih berusaha meyakinkan Asha, kala masih melihat keraguan dari raut wajah Asha, yang keningnya sedikit berkerut.
"Baiklah, aku percaya padamu. Aku harap kamu tidak mengingkari janjimu," balas Asha juga berbisik di telinga Usan.
"Lindungi Putra kita, Usan. Jangan khawatirkan aku karena yang terpenting bagiku adalah Putra kita," batin Asha kala kembali mengingat Lewis Sang Putra tercinta.
__ADS_1
Sungguh Asha sangat merindukan Lewis. Melihat wajah Usan sedikit banyak dapat mengobati kerinduannya kepada Sang Putra, lantaran wajah Lewis dan wajah Usan memiliki begitu banyak kemiripan.
Usan dan Asha, dan juga Simone dan Arra saling beriringan berjalan menuju altar. Kedua pasangan itu saling berdiri tegap, saling menatap pasangan masing-masing dengan perasaan haru yang sulit dijelaskan.
Senyuman terus mengembang di bibir mereka, jantung terus berdegub kencang dan sulit dikendalikan. Arra benar-benar telah terisak hingga mengucapkan jani suci dengan terbata-bata. Sementara Asha dan Usan mengucapkan jani suci dengan begitu lantangnya.
Setelan kedua pasangan berhasil mengucapkan janji suci, tepukan tangan dari Mommy Ziva, Daddy Lolan, Tuan Riol, dan Lorix pun terdengar. Itu adalah pertanda jika meraka telah sah menjadi pasangan Suami Istri.
"Saatnya lomba berc*uman! Siapa yang paling hebat, maka boleh masuk ke kamar lebih dulu!"
*
__ADS_1
*
"