Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi

Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi
Bab 78 ~ Jebakan Lorehot


__ADS_3

"Pulang ke rumah atau nginap di Mansion Kakak?" tanya Lorix sambil fokus pada kemudinya.


"Tidak perlu khawatir, Kak. Aku pulang ke rumahku saja. Oh iya, Kak. Pria misterius tadi, aku rasa dia adalah Edrik. Tapi, kalau benar Edrik, dia pasti akan melukaiku atau menangkapku," imbuh Asha. Jelas setelan pria itu sama persis dengan kostum yang biasa Edrik kenakan. Namun, Asha bingung untuk apa Edrik datang ke pesta ulang tahun Xean bila tidak membuat kekacauan.


"Itu memang dia, Asha." jawab Lorix membuat Asha begitu terkejut.


"Kakak sangat yakin, darimana Kakak tahu?" tanya Asha penasaran.


"Dengan alat pelacak yang Ayahmu tempelkan di tubuhnya. Tentu sangat mudah untuk menemukannya," jawab Lorix santai.


"Maksud Kakak? Tunggu, aku masih belum mengerti. Jadi, sekarang Kakak sudah tahu di mana lokasi Edrik saat ini?"


"Benar sekali."


"Di mana? Kita harus ke sana sekarang, Kak. Kita harus menangkapnya sekarang juga!" desak Asha.

__ADS_1


"Tidak sekarang, Asha. Kita tunggu saat yang tepat, saat ini Edrik juga masuk menjadi buronan polisi lantaran sudah membunuh Nyonya Kiya dan melukai Usan. Tunggulah beberapa hari lagi, setelah itu baru kita tangkap dia," tutur Lorix santai, namum sukses membuat Asha terbelalak kaget.


"Ibu tiriku meninggal dan Usan terluka? Maksud Kakak apa!?"


"Edrik datang ke pesta itu karena sebelumnya telah merancang rencana untuk melenyapkan kamu, Usan dan semua yang ada di Mansion, dengan memasang bom di setiap sudut Mansion Jonason. Namun, usahanya gagal, karena Lorehot berhasil menjinakkan bom. Namun, tanpa diketahui Edrik sadar kalau Nyonya Kiya bekerja sama dengan kita dan dia langsung membunuhnya saat itu juga," terang Lorix membuat Asha tercengang karena semua yang dilakukan Edrik maupun anggota Lorehot begitu rapi dan lembut hingga dirinya tidak menyadari apa pun.


"Jadi, benar-benar banyak hal terjadi selama pesta berlangsung. Tapi, aku sama sekali tidak menyadarinya. Lalu, Usan bagaimana, kak? Bagaimana kondisinya kini? Tunggu ... Dia terluka, terluka kenapa? Apakah parah?" tanya Asha dengan raut wajahnya yang tampak begitu mengkhawatirkan Usan.


"Kamu tidak sadar karena sibuk bermesraan dengan Usan. Sekarang pun masih mengkhawatirkannya," ungkap Lorix membuat Asha terdiam kaget.


"Dari mana Kakak tahu?" raut wajah Asha seketika memerah.


"Maaf," ucap Asha langsung menundukkan wajahnya dan tak lagi berani menanyakan keadaan Usan kepada Lorix.


"Sudah, itu tidak penting. Sekarang, kamu pergilah ke rumahmu dan istirahatkan dirimu, karena besok kita akan menyusun rencana untuk melenyapkan Edrik." tutur Lorix ketika mobil sudah berhenti di depan Mansion Asha. Asha baru sadar sudah sampai rumah dan langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah setelah berpamitan pada Lorix.

__ADS_1


Tiba di kamarnya, Asha bergegas membuka ponsel berniat akan menelpon Usan dan menanyakan tentang lukanya. Namun, niat itu terpaksa harus diurungkan setelah notifikasi berita tentang tragedi di Mansion Jonason menjadi tranding topik. Kematian Nyonya Kiya dan terlukanya Usan secara misterius membuat geger seisi kota.


Setelah puas membaca berita viral itu, Asha langsung mencoba menghubungi Usan. Asha kaget karena Usan langsung mengangkat panggilannya begitu cepat. "Ada apa? Apa kamu baik-baik saja?" tanya Usan mendesak, dari suaranya terdengar begitu khawatir.


"Aku baik-baik saja, bukankah kamu yang terluka?" tanya Asha heran.


"Ah iya, Sayang. Aw, aku terluka sangat parah hingga aku tidak bisa bergerak sedikit pun. Sekarang Dokter sedang menjahit lukaku, rasanya sakit sekali. Apa kamu tidak ingin menemaniku?"


"Di rumah sakit mana?


*


*


*

__ADS_1


Usan



__ADS_2