
"Jadi benar kamu membohongiku, Asha!?" sambung Usan yang tiba-tiba muncul dari balik pintu kamar. Tanpa Asha ketahui, Usan tidaklah langsung pergi, malainkan menguping dari balik pintu kamar lantaran merasa curiga ketika tak sengaja melihat jubah mandi Asha yang sedikit tersingkap yang mempertontonkan sedikit bagian perut indahnya.
Semula Usan memang dibuat terpesona dengan pemandangan indah itu. Namun, hal itu tidak lagi berlaku kala tak melihat sedikit pun bekas jahitan di perut Asha seperti yang dia lihat sebelumnya, dan saat itulah Usan menyadari kalau dirinya telah dibohongi oleh Asha tentang kehamilan tiga tahun lalu.
Asha terlihat begitu panik atas kehadiran Usan yang tiba-tiba, tapi bukan Asha namanya kalau tidak bisa mengontrol dirinya agar tetap tampak tenang. Usan berjalan semakin mendekat, sedangkan Asha tetap di tempat semula, dia tidak mundur maupun menghindar sama sekali.
Bahkan, Asha membiarkan dan tak menghentikan Usan ketika pria bertubuh kekar itu menyingkap jubah mandinya untuk memastikan bahwa sama sekali tidak ada bekas jahitan di sana.
"Jelaskan padaku!" bentak Usan malah membuat Asha tersenyum smirk. Asha tak menjawab pertanyaan Usan, Usan mengusap wajahnya kasar, berusaha menahan diri agar emosinya tak memuncak. Di dalam lubuk hati yang paling dalam, tentu saja Usan kecewa dan sangat kecewa.
Mendengar bahwa dirinya akan mempunyai seorang Putra, Usan begitu bahagia. Tidak disangka kebahagiaan itu tidaklah nyata karena dia tidak memiliki Putra sama sekali, dia telah dibohongi oleh Asha. Usan benar-benar tak menduga hal itu.
"Cepat jelaskan kepadaku, Asha!" bentak Usan, kali ini dia langsung mendorong kasar tubuh Asha hingga mendarat di atas ranjang dengan jubah mandi yang tersingkap, memperlihatkan bagian intinya yang hanya berbalut cd jaring-jaring yang begitu terbuka.
__ADS_1
Tak punya pilihan lain, Asha tak lagi punya kesempatan untuk melindungi tubuhnya. Hingga akhirnya Asha memilih untuk tidak menjadikan tubuhnya sebagai kelemahannya.
Walau dengan posisi yang begitu menguntungkan Usan, Asha tidak peduli. Bahkan Asha membiarkan bagian intinya yang terbuka terus dipandang penuh nafsu oleh Usan, hal itu Asha lakukan dengan sengaja, Asha sengaja menggunakan tubuhnya untuk menjerat Usan.
Itulah pilihannya saat ini, pilihan yang sama seperti tiga tahun lalu, Asha tak peduli mau dikatakan wanita murahan sekali pun. Imagenya di sini bukan lagi seorang gadis polos, lemah dan selalu berbuat baik. Di sini, Asha sudah berubah menjadi seorang rubah betina yang kuat, licik serta tak terkalahkan, sama seperti Cecilia, seorang tokoh wanita kuat di Novel Favoritnya yang berjudul Terjerat Nafsu CEO Miliarder.
Bagi Asha, apalagi yang bisa dia tutupi dari Usan. Laki-laki yang kini menatapnya tajam dengan urat-urat leher yang mengencang itu, bukan hanya pernah melihat tubuhnya, tapi pernah merasakannya. Asha tak ingin menjadikan kesucian tubuhnya sebagai kelemahannya.
Mendengar itu, Asha malah menyeringai, lalu menerjang sebelah kaki Usan hingga Usan pun terjatuh tepat ke atas tubuhnya. Beruntung Usan langsung menyanggah tubuhnya dengan kedua tangan kekarnya, hingga tubuhnya yang kekar tak menghimpit tubuh Asha yang kini berada di bawah kukungannya.
"Memangnya kenapa bila aku membohongimu?, bukanlah kita impas. Kenapa harus marah ketika tahu aku membohongimu?, bukankah aku tidak marah ketika kamu membohongiku soal dokumen itu. Apalagi yang dipermasalahkan?, kita sama-sama saling membohongi satu sama lain. Sekarang, mari kita saling memaafkan," tutur Asha seraya mengelus rahang lancip milik Usan, guna menenangkan pria menyeramkan itu.
"Kebohonganmu memberikanku harapan akan seorang keturunan!" tekan Usan dengan mata yang terpejam, kala menikmati sentuhan Asha yang membuat hasratnya menggelora.
__ADS_1
"Kamu sangat menginginkannya?" tanya Asha membuat Usan membuka matanya seketika.
"Karena kamu memberikanku harapan palsu, maka jangan salahkan aku bila langsung memujudkan harapan itu sekarang!" Usan langsung menerkam Asha.
"Aaaakh ....
*
*
*
Jangan lupa persembahannya, ya, Guys. Berupa like, komen, hadiah dan juga Vote agar Author semakin semangat updatenya😍. Terimakasih banyak atas dukungannya, Calangeo 🙏🏻😘😘
__ADS_1