Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi

Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi
SEASON 2 ~ Bab 28


__ADS_3

Setelah berhasil mendapat Lewis dari tangan Sang Nenek. Tanpa menunda-nunda waktu, Lorix langsung membawa Lewis menuju kota Oesteria dan akan segera menyerahkan Lewis kepada kedua orang tuanya yaitu Usan dan Asha pastinya.


Namun, ada satu hal yang kini Lorix pikirkan, yaitu tentang Sang Nenek yang memberikan Lewis kepadanya dengan begitu mudah. Tentu Lorix tahu ada sesuatu yang tidak beres dan rencana lain yang pastinya Neneknya sembunyikan.


Akan tetapi, alasan itu menjadi permasalahan selanjutnya yang akan Lorix pikirkan. Yang terpenting saat ini adalah dirinya harus mengamankan Lewis terlebih dahulu. (Untuk Misteri ini akan dipecahkan di kisah tentang Lewis, ya, Guys.šŸ¤—. Tapi, sabar menunggu, karena tamat ini, Othor akan publish kisah tentang Lorix dan Gyana lebih dulušŸ˜)


"Paman Lorix, berapa lama lagi kita akan sampai? Aku rindu Mommy," tanya Lewis dengan ekspresi yang begitu menggemaskan, membuat Lorix mendaratkan ciuman serta memeluknya gemas.



"Tidak lama lagi, Sayang. Sekarang kamu tidur saja lagi, ya. Kalau sampai nanti pasti akan Paman bangunkan," tutur Lorix yang tak tega melihat ada begitu banyak luka lebam di sekujur tubuh Lewis.


Luka-luka itu Lewis dapatkan ketika ditinggalkan seorang diri di dalam hutan, hal itu berguna untuk melatihnya agar menjadi pemberani. Meski tetap diawasi dan dipantau oleh pengawal, tetap saja Lewis mengalami banyak luka.


Karena bagaiamana pun dia terlalu dini untuk melakukan pelatih-pelatih berat itu. Akan tetapi, Lorix sudah mengalaminya lebih dulu, bahkan pelatihan untuknya lebih berat daripada yang kini Lewis alami.


"Paman harus bangunkan aku, ya. Kalau aku tidur di pangkuan Paman, boleh?"


"Tentu saja, Sayang. Kemarilah," Lewis naik ke atas pengakuan Lorix, merebahkan tubuh imutnya, kemudian terlelap dengan nyenyak.

__ADS_1



***


Setelah kepergian Sang Kakak, barulah Usan dapat beristirahat sejenak. Menyandarkan tubuh di punggung singasananya, dengan tangan kanan yang meraba mencari keberadaan ponselnya.


Derrt ....


Suara gtaran ponsel yang Usan dengar sayu-sayu. Usan bangkit dari posisi nyamannya, kemudian barulah dapat melihat ponselnya yang berada di atas meja di sofa. Usan langsung memutari meja kebesarannya, menuju sofa dan langsung mengangkat panggilan telpon yang terpampang nama My Wife di layarnya.


"Ada apa? Apa sudah sampai rumah?" Usan merebahkan tubuh kekarnya di sofa.


"Kamu di mana seka—"


Tutt!


Panggilan pun terputus. Usan bangkit sambil membuka tiga kancing kemeja bagian paling atas. Kemudian kembali menghubungi nomor Asha karena merasa khawatir.


Penasaran serta khawatir akan keadaan Asha, Usan pun memutuskan untuk menuju parkiran di bawah gedung sesuai permintaan Asha sebelumnya. Usan terus berlari hingga masuk ke dalam lift sambil terus menghubungi nomor Asha, tapi Asha tak kunjung mengangkatnya, membuat Usan semakin panik.

__ADS_1


Merasa tak berguna menghubungi Asha yang tak kunjung mengangkat panggilannya. Usan beralih menghubungi Sekretaris Evan.


"Ada yang bisa saya bantu, Tuan?" tanya Sekretaris Evan di seberang sana.


"Susul ke parkiran sekarang!" desak Usan, kemudian berlari menuju parkiran. Ketika sampai, benar saja apa yang Asha katakan. Di lantai itu sudah tergeletak tak berdaya beberapa pria bertubuh kekar yang kemungkinan mencoba untuk melukai Asha.


Sepertinya mereka tak tahu seberapa kuatnya Asha. Yang tangguh seperti Edrik saja bukan lawan Asha. Apalagi preman jalanan model mereka. Sambil merem saja sanggup Asha kalahkan.


"Tuan!" seru Sekretaris Evan yang baru saja tiba.


"Urus mereka semua, cari tahu siapa dalangnya!" seru Usan kemdian berlari menuju mobilnya, tancap gas menyusul Asha yang kemungkinan pulang ke Mansion.


Tiba di Mansion Asha, Usan mengusap dadanya lega—kala melihat mobil Asha yang sudah terparkir. Itu artinya, Asha pulang sampai ke rumah dengan selamat. Untuk memastikannya, Usan melangkahkan kakinya ke dalam Mansion Asha yang tampak sepi. Usan masuk ke dalam kamar Asha tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Aaakhh!"


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2