Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi

Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi
Bab 24 ~ Jejak Buah Dua Ratus Juta


__ADS_3

"Jangan mengujiku, Asha!" bentak Usan dengan amarah yang luar biasa besarnya. Cemburu membuatnya melupakan segalanya, termasuk luka di bagian belakang kepala Asha yang kini pasti kembali terbuka akibat benturan yang Usan lakukan.


"Kenapa?, Kakakmu juga tak kalah tampannya darimu. Apalagi tadi saat menolongku dari serangan Adikmu, sepertinya dia menyukaiku," ujar Asha tersenyum miring.


"Ck, kamu kira aku akan melepaskanmu? Jangan harap!" tekan Usan mengikis jarak antarnya dan Asha. Namun, dengan gesit Asha menepis wajah itu dengan tenaganya tangannya yang kuat.


Tanpa Usan sadari, Asha sudah berada di belakang tubuhnya. Tentu saja Usan kaget akan gerakan Asha yang begitu agresif. Tiba-tiba saja Usan mengingat seseorang yang dikenalnya ketika melihat jurus melepaskan diri dari musuh, yang barusan Asha peragakan.


"Dengan apa kamu ingin menjeratku kali ini?" tanya Asha dengan raut wajah meremehkan Usan.


"Tentu saja menyebarkan—"


"Video di masa lalu?" potong Asha sambil menghindar dengan cepat saat Usan ingin kembali menangkapnya.


"Aku tidak pernah bermain-main dengan ancamanku, Asha. Apa kamu penasaran akan sehancur apa kamu bila video itu menjadi tranding topik," tutur Usan lebih memilih santai dan tak lagi ingin menangkap Asha.

__ADS_1


"Benarkah?" di saat Usan tak lagi peduli padanya, dengan santainya Asha duduk tepat di samping Usan. Asha benar-benar tak takut sedikit pun.


Tiga tahun berlalu, sudah banyak ilmu beladiri yang dia pelajari. Sebenarnya Asha tak ingin menunjukkan kemampuannya di hadapan Usan. Tapi, karena kondisi yang mendesak, Asha pun terpaksa mengeluarkan keahliannya. Asha juga yakin kalau Usan sudah bisa menebak dari siapa dirinya belajar. Untuk itulah Usan berhenti mengganggunya.


"Tentu saja," jawab Usan dengan raut wajah yang sangat serius, sepertinya dia tengah mencoba mengingat sesuatu.


"Sebelum itu, apa kamu sudah cek videonya apa masih ada." imbuh Asha. Usan beringsut sedikit hingga duduk begitu dekat dengan Asha.


"Kamu kira aku tidak tahu, kamu telah menghapus semua video itu," wajah Asha seketika memucat karena kaget bahwa Usan tahu dirinya telah menghapus semua video yang Usan sembunyikan.


Mendengar itu, Asha menghembuskan napasnya kasar. Dia kira urusan jerat menjeratnya dan Usan akan selesai bila saja video itu sudah berhasil dia lenyapkan, dan dia bisa fokus untuk membalaskan dendamnya. Namun ternyata, Usan tidak sebodoh yang dirinya kira, entah apa lagi yang akan pria itu lakukan.


"Lupakan dulu masalah video itu. Sekarang katakan padaku, apakah benar tiga tahun lalu kamu berada di Italia? Pantas saja aku tidak bisa menemukanmu," Usan mencoba menenangkan dirinya agar tak lagi menyakiti Asha.


"Sudah ketahuan, apalagi yang bisa aku tutupi."

__ADS_1


"Aakhh!" ringis Asha saat mendapatkan serangan mendadak dari Usan yang tiba-tiba naik ke atas tubuhnya, hingga Asha tak dapat bergerak sedikit pun.


"Usan, apa yang kamu lakukan!" bentak Asha murka kala Usan dengan kasar merobek gaunnya yang seksi. Kedua tangan yang terkunci, membuat Asha kesulitan bergerak. Kini, hanya bra dan cd yang melekat di tubuh Asha.


Melihat Usan yang fokus menatap luka sayatan horizontal di perutnya, Asha malah tersenyum smirk. "Katakan saja bila ingin melihat itu, kenapa harus mengunci dan menelanjangiku begini. Lepaskan!" bentak Asha.


Usan pun langsung melepaskan Asha dan melemparkan jasnya ke Asha untuk menutupi tubuh seksi itu. Setelahnya, Usan duduk kembali di sofa sambil mengusap kasar wajahnya.


"Jelaskan padaku!" tagas Usan menatap Asha tajam.


"Aku memang ....


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2