Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi

Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi
Bab 39 ~ Musuh


__ADS_3

"Siapa yang menyerangmu?" tanya Usan menatap Asha serius.


"Aku tidak tahu siapa dia, aku tidak melihat wajahnya karena pria itu berpakaian serba hitam yang tertutup," jelas Asha jujur.


"Berpakaian serba hitam?" ucap Usan seketika langsung memikirkan sosok misterius yang dia temui di depan Dash Boutique sebelumnya.


Melihat raut wajah Usan, Asha pun berpikir kalau pria misterius itu adalah musuh Usan. "Apa dia mengincarku karena aku adalah kekasih Usan?" batin Asha berkata.


"Kamu juga pernah melihatnya? Apa dia musuhmu?" Asha bertanya penasaran, tapi Usan masih terdiam dan mengabaikan pertanyaannya.


"Usan, apa kamu mendengarku!" sergah Asha tak mampu mengagetkan Usan yang masih melamun memikirkan siapa sebenarnya sosok pria misterius itu, kenapa Daddy Lolan memintanya menangkap pria itu? Dan kenapa juga pria itu malah mengincar Asha? Apakah benar pria itu mengincar Asha karena tahu bahwa dirinya sangat mencintai Asha?


Memikirkan hal itu, Usan tampak semakin khawatir, khawatir akan seperti apa kondisi Asha kedepannya kalau pria misterius itu masih terus berkeliaran di mana-mana. Baru pertama kali bertemu, pria itu sudah berani melukai Asha, apalagi kedepannya.


Usan sadar musuhnya saat ini bukanlah orang sembarangan, bisa jadi musuhnya kini adalah orang yang sepadan dengannya, yang mempunyai kemampuan sehebat dirinya.


Asha yang sudah lebih kuat dan bisa beladiri saja mampu dia celakai dengan mudah. Usan tak bisa menunda-nunda lagi, dia harus secepatnya menangkap dan menghabisi pria itu sebelum kembali mencelakai orang-orang yang dia sayangi.


"Apa yang kamu pikirkan? Apa benar pria misterius yang menyerangku adalah musuhmu?" bentak Asha geram karena Usan tak kunjung menjawab pertanyaan yang Asha layangkan.

__ADS_1


"Mulai sekarang kamu harus berhati-hati, masalah pria itu biar aku sendiri yang urus," jawab Usan pada akhirnya.


"Tapi—"


Drrrrttt ....


Suara ponsel Usan yang bergetar menghentikan ucapan Asha. Usan langsung mengangkat panggilan yang berasal dari Daddynya.


"Aku akan pulang sekarang," jawab Usan langsung memutuskan panggilan sebelum mendengar ocehan dari Sang Daddy.


"Aku akan pulang sekarang, tapi aku akan meletakkan beberapa pengawal di rumahmu agar pria itu tak lagi melukaimu. Malai besok aku akan menjemputmu untuk berangkat ke Dash Boutique, pulangnya aku juga—"


"Stop!" kesal Asha. Usan pun terpaksa menghentikan ucapannya dengan mengerutkan alisnya heran.


"Aku bisa menjaga diriku sendiri. Sekarang pulanglah, aku ingin istirahat," usir Asha.


"Baiklah aku akan pulang sekarang juga. Jaga dirimu baik-baik, hubungi aku bila terjadi sesuatu," Asha tak merespon dan Usan pun pergi begitu saja. Kali ini dia benar-benar pergi. Memikirkan pria misterius itu, tanpa sadar Usan pun melupakan masalah Asha yang membohonginya tentang kehamilan tiga tahun lalu.


Usan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, hingga akhirnya tiba di rumah hanya dalam waktu beberapa menit saja. Tiba di rumah Usan langsung menuju ke ruang keluarga, tidak disangka di sana sudah ada Daddy Lolan, Mommy Ziva, Arra dan juga Simone yang sudah berkumpul dengan suasana yang terasa begitu mencengkam.

__ADS_1


"Kak Usan kok lama banget sih?" protes Arra kesal lantaran sudah menunggu lama.


"Ada sedikit urusan penting di luar. Langsung dimulai saja Daddy," pinta Usan yang sudah tak sabar ingin mendengarkan berita apa yang ingin Daddynya sampaikan.


"Ini mengenai Kakakmu, Simone," tutur Daddy Lolan membuka pembicaraan seriusnya.


"Apa ini tentang kak Simone yang akan kembali ke perusahaan setelah sembuh? Kalau tentang itu tidak perlu didiskusikan, aku tentu setuju," lanjut Usan bersemangat lantaran tak sabar ingin kembali ke dirinya yang sebenarnya, dirinya yang adalah seorang ketua mafia.


"Bukan, bukan tentang hal itu," ujar Daddy Lolan.


"Lalu?"


"Ini tentang ....


*


*


*

__ADS_1


Asha



__ADS_2