Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi

Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi
SEASON 2 ~ Bab 35


__ADS_3

Tak sampai lima menit, Usan telah keluar dari kamar mandi dengan air berjatuhan dari rambut basahnya. Usan terbelalak kaget kala melihat Asha yang tengah mengaduh kesakitan sambil memegang keningnya yang sedikit membangkak.


"Apa yang terjadi, Asha?" Usan melempar handuk kecil yang baru saja akan digunakan untuk mengeringkan rambutnya.


"Tidak apa-apa, hanya sedikit bengkak dicium lantai," jawab Asha menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Sebentar, aku ambilkan salep untuk mengurangi bengkaknya," Usan berlalu, menuju meja rias, lalu mengambil kotak p3k yang selalu dia letakkan di sana. Rasa khawatir yang besar, mampu mengalahkan nafsunya yang semula membuncah.


Setelah mendapatkan salepnya, Usan segera membawanya menuju Asha yang masih duduk di menunggu di ranjang.


"Bagaimana?" tanya Usan menatap serius Asha setelah usai mengoleskan salep itu.


"Dingin," jawab Asha jujur karena memang salep yang Usan oleskan terasa dingin begitu menyatu dengan kulitnya.

__ADS_1


"Apa tidak sakit lagi?" Asha menggeleng cepat.


"Jadi, yang tadi bisa dilanjutkan?" Asha mengerjabkan mata seakan berpura-pura lupa.


"Kelamaan!" sentak Usan langsung menerkam Asha, Asha pun pasrah. Karena bagaimana pun, dirinya juga menginginkan hal yang sangat Usan nantikan. Yaitu, sebuah kehangatan yang pernah dirasa tiga tahun lalu.


"Aku akan melakukannya dengan perlahan dan lembut, kamu adalah ratuku malam ini dan seterusnya," imbuh Usan yang kini sudah berada di atas tubuh Asha.


Usan tidak terburu-buru, dengan lembut dia menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah cantik Asha, mencium kening Asha yang bengkak, membuat Asha memejamkan mata kala merasakan kehangatan yang memberikan efek ketenangan.


Asha tak henti melenguh ketika Usan melakukan pertautan semakin liar, menguasai rongga mulutnya dengan penuh gelora cinta. Bahkan, Asha mengaku kalah dan membiarkan Usan mendominasi.


Uuhhh ....

__ADS_1


Lenguh Asha kala permainan Usan mulai turun, lalu berhenti di ceruk leher Asha yang jenjang, putih nan bersih. Usan membuat banyak tanda kepemilikan di sana, Asha semakin terbuai akan nafsu yang menjalar hingga ke ulu hatinya, memberikan sensasi menggelitik dan memekarkan semua bunga-bunga yang berterbangan di perutnya.


Tangan nakal Usan bergerilya, mere mas apa saja yang ditemui, termasuk dua gundukan sintal dan padat milik Asha yang masih berbalut lingerie transparan. Usan berhenti sejenak, membiarkan Asha mengatur napasnya yang tersengal karena ulahnya. Ciuman lembut dan hangat kembali mendarat tepat di kening Asha yang bengkak.


"Dibuka, ya?" selalu, Usan selalu saja meminta izin walaupun apa yang ada di tubuh Asha sudah menjadi hal miliknya. Akan tetapi, Usan tetap akan menghormati Sang pemiliknya, yaitu Asha Istrinya tercinta. Bila saja Asha menolak, Usan siap hanya akan bermain dengan Tante Lu x di kamar mandi. Namun, semua itu tak akan terjadi, kala Asha terus mengangguk dan tak menolaknya.


Bukan hanya menghormati Sang Istri sebagai Sang Pemilik Kehangatan. Tapi, Usan juga tak ingin membuat trauma yang Asha alami tiba-tiba kumat di tengah jalan seperti sebelumnya. Untuk itulah, kali ini Usan akan benar-benar bermain dengan penuh kelembutan dan membuat Asha merasa begitu nyaman.


Walau ini bukan pertama kalinya bagi Asha, akan tetapi tetap saja dirinya merasa tegang. Bahkan, Asha menghela napas kasar ketika Usan mulai menarik tali utama yang melingkar di perut datarnya. Ketika tali tipis berbentuk pita itu berhasil Usan tarik hingga terlepas, saat itu pula tubuh Asha polos sempurna.


Asha menutup seadanya dengan kedua telapak tangan, walau tak mampu menutupi semua bagian, tapi itu tetap berguna kala Asha merasa sedikit terlindungi. "Biasanya juga pakai pakaian seksi, tumben jadi wanita pemalu dan kalem begini," ledek Usan sambil melepas jubah mandinya. Asha mengabaikan dan tetap fokus mengalihkan pandangan.


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2