Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi

Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi
Bab 22 ~ Dua Cinta


__ADS_3

Di Mansion Talsen Baldev (TB).


"Selamat, ya, Sayang. Mommy senang karena akhirnya kamu kembali sembuh dan sudah bisa berjalan seperti biasa lagi," tutur Mommy Ziva yang begitu bahagia atas kesembuhan Putanya. Simone mengalami lumpuh yang terjadi akibat kecelakaan misterius beberapa bulan lalu. Namun, hingga saat ini belum diketahui siapa pelaku yang telah menabraknya.


"Terima kasih Mommy. Jangan menangis lagi," ujar Simone seraya menyeka perlahan air mata yang mengalir dari kedua sudut mata Sang Mommy tercinta.


"Aku senang Kak Simone sembuh, akhirnya aku akan berangkat sekolah di antar Kak Simone lagi," kini berganti Arra yang memeluk erat Simone, membuat sedikit efek merah di kedua pipi pria berusia matang tersebut.


"Kau sudah sebesar ini, jangan terlalu menja," Simone menjauhkan Asha dari tubuhnya, kemudian lebih memilih mengusap lembut kepala Arra. Mommy Ziva tersenyum karena mengerti bila Simone tak ingin Arra tumbuh menjadi Putri yang manja.


"Mommy akan membuat makan siang di dapur. Arra, kamu antar Kakakmu untuk istirahat lebih dulu ke kamarnya, sebentar lagi Dokter Xean akan datang untuk memeriksa keadaan Kakakmu," titah Mommy Ziva kepada Putrinya tercinta.


"Oke Mommy," Arra langsung menggandeng Simone hingga tiba di kamarnya.


"Apa Kakak membutuhkan sesuatu?" tanya Arra sebelum diusir oleh Simone.


"Tidak, kamu pergilah," Arra mencebikkan bibirnya, kemudian langsung keluar dari kamar. Arra begitu membenci perasaannya, Arra mengira Simone akan mencintainya bila dia sudah dewasa, tidak disangka semakin dirinya dewasa, semakin dingin pula Simone kepadanya. Tak ingin berdebat di hari bahagia atas kesembuhan Kakaknya, Arra pun patuh dan langsung keluar dari kamar Simone.


Setelan kepergian Arra, kini Simone seorang diri di kamarnya. Simone menyandarkan kepalanya di punggung ranjang sambil memikirkan kejadian aneh yang terjadi sebelumnya. Simone juga memikirkan perasaan aneh yang dia rasakan ketika melihat Asha.

__ADS_1


Sungguh di luar nalar bagi seorang Simone. Bagaimana mungkin dia merasa ingin selalu berada di dekat Asha dan melindungi Asha seperti halnya dia melindungi Arra. Apa yang terjadi sebenarnya, perasaan aneh itu bahkan bisa memberikan keajaiban kepadanya hingga sembuh secara tiba-tiba.


"Tidak mungkin aku mencintainya, bukan?" gumam Simone bertanya kepada dirinya sendiri.


Drrrrttt ....


Ponsenya yang berderit membuyarkan lamunannya. Simone meraih ponselnya, lalu menatap curiga layar ponsel yang menampilkan nomor baru yang tak Simone kenal. Penasaran, akhrinya Simone pun segera mengangkat panggilan dari nomor asing itu. Simone menempelkan ponselnya di telinga, menunggu hingga seseorang di seberang sana mengucapkan kalimat pertama.


"Hallo, Nak."


Mendengar suara tak asing yang dikenalnya, Simone langsung membanting ponsel itu ke dinding beton kamarnya, hingga ponsel bermerak apel di gigit itu pecah menjadi beberapa bagian kecil.


***


"Lebih tepatnya hubungan di atas ranjang."


Mendengar jawaban Asha, Usan langsung menyerat Asha dan dia bawa masuk ke dalam gedung Dash Boutique. "Kenapa? Bukankah kamu sangat menginginkanku? Kenapa malah menarikku? Seharusnya, kamu biarkan aku katakan kepada mereka kalau hubungan kita serius, dengan begitu mereka tak akan mengajar kita lagi," jelas Asha.


Di Negera mereka, hubungan sepasang kekasih, bila sudah berani membicarakan hubungan ranjang. Itu artinya hubungan pasangan kekasih itu sudah sangat serius dan siap melangsungkan pernikahan tak lama lagi.

__ADS_1


"Berhenti membuat masalah menjadi tambah rumit Asha," Usan masih menyerat Asha hingga tiba di ruangan Asha.


"Butikku lancar dan sahammu naik, apa masalahnya?"


"Kamu memanfaatkanku?"


"Jangan mengira aku serius padamu. Bukankah kamu tahu aku suka uang? Oh iya, bukankah Kakakmu yang nantinya akan menjadi pewaris TB Grup?" tanya Asha menyeringai menatap Usan.


Mendengar itu, Usan langsung mendorong kasar tubuh Asha ke dinding dan mengunci Asha, hingga Asha tak dapat pergi ke mama pun. "Jangan mengujiku, Asha!"


*


*


*


Asha


__ADS_1


__ADS_2