
"Aaakhh!" teriak Asha kaget dengan kedatangan Usan yang tiba-tiba. Cekatan, Asha meraih selimut di ranjang, kemudian membalutkan selimut itu ke tubuhnya yang baru sempat memasang bra dan juga cd.
"Tumben malu, biasanya malu-maluin," ledek Usan yang langsung duduk santai di pinggir ranjang milik Asha.
"Oh iya, aku lupa," balas Asha membuat Usan terbelalak kaget. Bagaiamana mungkin Usan tidak kaget, ketika Asha melepaskan selimutnya seakan biasa saja. Melihat itu, Usan langsung membuka kedua kaki kala di bawah sana mulai terasa gerah dan pengap.
Usan salah telah mengancam Asha. Asha bukanlah wanita lemah seperti kebanyakan wanita pada umumnya. Bukannya berhasil, malah dirinya sendiri yang ketar-ketir. Mau nyerang ingat janji, tidak nyerang tak sanggup menahan. Asha benar-benar berhasil membuatnya serba salah.
"Sabar Usan, tidak akan lama lagi," batin Usan berusaha menenangkan diri sekaligus yang di bawah sana. Sementara Asha masih mondar mandir dengan tubuh seksinya, sambil menyisir rambut basahnya dengan jemari tangan. Pemandangan itu sangatlah menggoda di mata Usan. Pesona Asha bukan main, seakan ada magnet yang begitu kuat, yang terus menariknya.
"Mana yang harus kukenakan untuk dinner malam ini?" tanya Asha menunjukkan dua gaun seksi, menghadang pemandangan indah yang sedari tadi hanya mampu Usan nikmati dengan mata tanpa dapat disentuh.
"Berhenti memakai pakaian seksi, Asha. Kecuali di depanku," pinta Usan membuat Asha memutar bola mata jengah.
__ADS_1
"Kalau sudah menikah, pasti hak seorang perempuan dibatasi. Tidak boleh ini, tidak boleh itu, harus begini, harus begitu. Baiklah, mulai besok aku tidak akan lagi mengenakan pakaian seksi. Tapi, tidak untuk sekarang, karena di lemariku hanya ada pakaian seksi," kesal Asha memutuskan memasang gaun simple berwarna hitam polos.
"Aku melarangmu karena aku tidak ingin pria lain menikmati lekukan tubuhmu yang indah. Hanya aku sendiri yang boleh menikmatinya karena aku adalah Suamimu," terang Usan lantang sambil memeluk tubuh Asha dari belakang. Beruntung Asha sudah mengenakan gaunnya. Bisa gawat kalau sempat Asha masih mengenakan bra dan cd seperti tadi. Asha hanya mengerjai Usan, bukan sengaja menggodanya.
"Karena Suamiku ini begitu pencemburu. Maka, aku tidak akan mengenakan pakaian seksi lagi mulai besok," sahut Asha melepaskan diri dari pelukan erat Usan. Kemudian melangkah menuju meja rias untuk mengaplikasikan make up di wajahnya yang terlihat lebih bersinar tanpa make up.
"Kamu terlihat berkali-kali lipat lebih cantik tanpa make up," ujar Usan kembali duduk di pinggir ranjang sambil menatap Asha yang kini menepuk pelan cushion di wajahnya.
"Sayangnya kamu tetap menderita walau menjadi pemeran antagonis," sambung Usan membuat Asha terdiam dan lebih fokus mengaplikasikan lipstik di bibir sensualnya.
"Aku sudah siap, ayo berangkat sekarang!" seru Asha tak sabar ingin makan malam bersama di ruang Usan pastinya.
"Tunggu!" cegat Usan.
__ADS_1
"Ada apa lagi?" tanya Asha mengerutkan dahinya kala melihat Usan melepaskan jasnya, kemdian membalutkan jas Itu untuk menutupi tubuh bagian atas Asha yang terekspos.
"Ayo jalan!" Usan mengandeng Asha lembut.
*
*
*
Spill Bab selanjutnya.
"Mommy!"
__ADS_1