
"Se-selamat datang, Nona Asha," sapa Xean sambil membungkukkan sedikit tubuhnya guna memberi hormat kepada tamu spesialnya yaitu Dasha Drace, desainer ternama di kota Oesteria.
"Terima kasih atas sambutan Dokter. Selamat ulang tahun Dokter Alxean, ini hadiah dariku semoga Dokter menyukainya," tutur Asha sambil mengulurkan sebuah dokumen berwarna biru tua kepada Xean. Walau ragu, tapi pada akhirnya dia tetap menyambut dokumen yang Asha ulurkan kepadanya.
"Terima kasih, Nona Asha." jawab Xean tulus.
"Buka dan lihatlah, Dokter," pinta Asha mengizinkan Xean untuk membuka dokumen penting yang dia berikan. Xean yang penasaran langsung membuka dokumen itu, Xean membulatkan matanya sempurna kala melihat isi dokumen yang menyatakan kepemilikan sebuah pesawat jet pribadi seharga delapan triliun atas nama Alxean Jonason. Xean mengerjabkan matanya, sedangkan Mommy Xena dan Daddy Adit juga terlihat kaget dengan hadiah yang Asha berikan kepada Putra sulung mereka.
"Selamat ulang tahun Dokter Xean. Saya adalah tunangannya Asha. Ini hadiah dari saya," Xean kembali menyambut dokumen yang diberikan oleh tunangan Asha.
"Bukalah," sama seperti Asha, tunangan Asha juga mengizinkan Xean untuk membuka dokumen berwarna senada itu. Xean hampir saja pingsan kala melihat isi dokumen yang menyatakan kepemilikan sebuah kapal pesiar seharga enam puluh empat triliun rupiah. Para tamu yang tidak tahu apa-apa, hanya berusaha menerka-nerka sambil bergosip kala tebakan mereka salah. Mereka mengira Asha akan datang bersama dengan Simone, Kakak dari Usan.
Setelah memberikan hadiahnya, kedua pasangan itu langsung turun ke bawah dan duduk di kursi yang telah di siapkan, keduanya duduk di kursi yang berada tak jauh dari pasangan Usan dan desainer Lulu.
Melihat Usan yang terus menatapnya penuh arti, Asha malah melemparkan senyuman menggodanya, terlihat tangan kekar Usan mengepal erat membentuk sebuah tinjuan yang siap dilayangkan. Setelah puas membalas tatapan Usan, Asha bergantian menatap Lulu dengan pandangan merendahkan.
Ketika Xean siap meniup lilin di kue ulang tahunnya, semua tamu undangan pun kompak berdiri, termasuk Asha, Lorix, Usan dan Lulu tentunya. Meksi semuanya berdiri bertepuk tangan sambil menyanyikan lagu happy birthday.
__ADS_1
Tapi, pandangan semua tamu undangan bukanlah tertuju pada panggung di depan sana. Melainkan pada Lorix yang berdiri tegap di samping Asha. Para tamu undangan terus menatap Lorix bukan hanya karena kagum akan ketampanannya. Tapi, karena merasa penasaran pada sosok dengan tatapan mematikan itu.
Semua orang yakin kalau Lorix bukanlah orang sembarang. Bahkan, kehadirannya lebih menakutkan daripada kehadiran seorang Dusan Atlemose. Melihat betapa sempurnanya sosok yang mendampingi Asha, tak salah bila Dusan Atlemose dan Simone Atlemose kalah saing.
Setelah acara peniupan lilin selesai, Adit mendekati Lorix dan Asha, lalu berterima kasih secara tulus kepada Lorix dan Asha atas hadiah diberikan kepadanya. Melihat Usan yang terus menatap Asha dengan pandangan membunuh, Adit pun memanggil Usan dengan isarat tangannya. Tanpa ragu Usan pun melangkah mendekat, Lulu juga turut mengekor di belakang Usan.
"Kenalkan Lorix, ini sahabatku Dusan Atlemose CEO TB Grup. Dan di sebelah Usan ada kekasihnya Lulu Nirwa pemilik LN Beatique. Usan, kenalkan ini adalah TUNANGAN Asha, namanya Lorix," tutur Xean menekan kata tunangan. Mendengar kata itu, raut wajah Usan semakin terlihat suram dengan urat-urat lehernya yang mengencang dan otot-otot yang terlihat begitu mengerikan.
"Senang berkenalan dengan anda, Tuan Usan," sapa Lorix sambil mengulurkan tangan kanannya.
Sedangkan di sebelah ketiga laki-laki berparas rupawan itu. Ada Asha yang didekati oleh Lulu. "Hallo, Asha. Apa kamu masih mengingatku?"
*
*
*
__ADS_1
Asha
Lulu
Pelakor nongol๐๐๐
Menurut kalian cantikan siapa, Guys? Asha atau Lulu? ๐ค
Jangan lupa komen, like, hadiah, dan votenya, Guys. Terima kasih semuanya, Calangeo๐๐๐๐
Visual Lorix?
Bingung Othor, Guys. Pokoknya dia lebih segalanya dari Usan. Poin pentingnya, dia punya tatapan yang mematikan.
__ADS_1